Umat Membutuhkan Kemerdekaan Dari Berbagai Bentuk Penjajahan Asing

1/2/2010 | 15 Safar 1431 H | 997 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

logoi kh baruRisalah dari DR. Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 28-01-2010

Penerjemah:

Abu ANaS

________

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang mendukungnya, waba’du ..

Islam pada hari ini telah menjadi prinsip yang kokoh bagi umat untuk mampu mendorong menuju kebangkitan dan sebagai jalan pembebasan dari berbagai tirani asing dan kediktatoran internal; sehingga mampu mengembalikan kehidupan yang mulia di segala aspeknya; politik, ekonomi, sosial dan budaya dengan berorientasi dan komitmen hanya kepada Allah SWT saja, sebagaimana firman-Nya:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (An-Nahl:97)

Imam Al-Banna beringinan membangkitkan kesadaran umat melalui kehidupan yang baik, karena itu, ia mengajak untuk meraih kemerdekaan dan kebebasan dari segala bentuk penjajahan dan berbagai bentuk dominasi dan hegemoni,  beliau mengatakan:

اذكروا دائمًا أن لكم هدفين أساسيين

“Ingat selalu bahwa kalian memiliki dua tujuan utama:

أن يتحرر الوطن الإسلامي من كل سلطان أجنبي، وذلك حق طبيعي لكل إنسان، لا ينكره إلا ظالم جائر أو مستبد

1- Membebaskan Negara Islam dari segala bentuk penjajahan asing, yang mana hal tersebut merupakan hak alami bagi setiap manusia dan bangsa, tidak ada yang boleh mengingkarinya kecuali orang-orang yang zhalim, otoriter dan penindas.

أن يقوم في هذا الوطن الحر دولة إسلامية حرة، تعمل بأحكام الإسلام وتطبق نظامه الاجتماعي، وتعلن مبادئه القويمة وتبلغ دعوته إلى الناس

2- Mendirikan ditengah Negara yang merdeka daulah  Islamiyah yang merdeka,  dengan menerapkan hukum-hukum Islam dan menetapkan ketentuan-ketentuan sistem sosialnya, mengumumkan prinsip-prinsip yang benar dan lurus serta menyampaikan dakwah kepada seluruh umat manusia. “

Kenapa umat membutuhkan kemerdekaan?

Setiap seseorang yang memiliki sikap optimistis terhadap kondisi umat saat ini akan melihat betapa umat ini sangat membutuhkan  kebebasan dan kemerdekaan dari dari segala bentuk kekuasaan asing; kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan dan pendudukan militer seperti di Afghanistan, Irak dan Palestina, atau kemerdekaan dari hilangnya kebebasan dalam melakukan pengambilan keputusan, menolak adanya dictations (dikte), dan menghadapi berbagai serangan (fitnah), terutama karena adanya efek negatif dari berbagai dominasi yang terakumulasi setiap harinya di depan mata kita seperti pembantaian, dan pembunuhan warga sipil yang tak berdosa, kehancuran kota-kota, dan lunturnya kehidupan yang aman; yang tampak dihadapan dunia bahwa pemerintah kita tidak bisa mengambil keputusan strategis untuk kepentingan rakyatnya sendiri, atau untuk kelangsungan hidup mereka, tanpa persetujuan Amerika dan “Israel,” sementara mereka manjauh dari Islam yang di dalamnya terdapat unsur kebebasan mereka:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ

“Yang demikian itu disebabkan karena Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat”. (An-Nahl:107)?

Apa yang membuat mereka kehilangan kebenaran, dan buta dari yang hak:

وَمَنْ كَانَ فِي هَذِهِ أَعْمَى فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَى وَأَضَلُّ سَبِيلاً

“Dan Barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).”. (Al-Isra:72)

Sebagaimana dibuktikan oleh apa yang terjadi sekarang ini di Gaza yang berupa perang dinding, sebagai kelanjutan dalam usaha mengepung warga yang tak bersalah; sehingga membuat Netanyahu menghormati perbatasan Mesir oleh adanya pembangunan dinding kawat ketiga, setelah sebelumnya telah dibangun dua dinding baja dan dinding beton. Atau apa yang terjadi dari berbagai konflik internal seperti di Yaman, Sudan, Somalia, Pakistan, Indonesia dan Nigeria, dengan menebarkan fitnah dan menyulut api perselisihan; baik antara muslim dengan muslim lainnya, atau antara Muslim dan Kristen; untuk melebarkan jalan bagi rencana Zionis Amerika dalam hegemoni dan dominasi, dan melakukan campur tangan terhadap urusan internal mereka.

وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup” (Al-Baqarah: ayat 217),

Komite Kongres Amerika pimpinan yahudi atas nama untuk melakukan penilaian kebebasan beragama di luar Amerika, yang ditolak oleh rakyat Mesir, datang dengan mengklaim adanya sektarian dan diskriminasi di Mesir, pada saat ada seorang warga Mesir mengeluh dari dua kondisi tersebut, padahal kami melihat hakikat yang terjadi di Mesir, ketika para imam masjid membawa empat mayat dari warga Kristen karena tercekik ketika ingin menyelamatkan teman mereka yang muslim, Inilah Mesir yang tidak mereka  fahami!.

Saya bertanya-tanya:

Sungguh saya bertanya-tanya kepada mereka orang-orang yang berakal, para pemikir, para penulis dan orang-orang yang memiliki kebebasan:

- Mayat-mayat warga Nigeria di dalam sumur dan fasilitas sanitasi setelah dibantai secara mengerikan sehingga menewaskan ratusan warga dari dua belah pihak secara; ada yang disembelih, dibunuh dan dibakar, untuk kepentingan siapakah itu?

- 130 ribu orang menjadi oleh korban karena gempa bumi di Haiti berbanding dengan warga Palestina yang syahid setiap hari dalam perang di Gaza, namun sekalipun demikian, terdapat warga yang terkepung begitu lama di Gaza, menyatakan kesediaannya untuk membantu korban di Haiti; manakah bantuan dari Arab dan Islam baik secara sosial dan resmi?

- Siapa yang paling menderita akibat penganiayaan dan diskriminasi ini? Siapakah yang masih terus menerapkan undang-undang darurat? Siapakah yang terus menahan dan menangkap warga tanpa tanpa pertimbangan atau pelaksanaan ketentuan peradilan? Siapakah yang melakukan pelarangan dari berbicara, mengajar, mendirikan media dan pusat-pusat pengaduan? Dan siapakah yang terus melakukan pengadilan militer pada warga sipil?

- Bahkan siapakah yang melakukan isolasi terhadap warga oleh karena sekedar berpartisipasi dalam isu-isu nasional bangsa, dengan menggunakan undang-undang yang jauh dari kebebasan? Atau ditolak hanya karena sekedar melakukan penyelamatan dalam menghadapi bahaya dan bencana, banjir dan wabah?

Jalan menuju kebebasan

Oleh karena itulah, diantara manhaj Ikhwanul Muslimin adalah seruan menuju kemerdekaan bangsa, yang dengan itu kami tetap teguh kepadanya, selalu menyeru kepadanya, bekerja keras untuk merealisasikannya, dan itulah yang tertulis pada diri seorang pendiri Imam al-Banna, dalam ucapannya:

تحرير وادي النيل والبلاد العربية جميعًا، والوطن الإسلامي بكل أجزائه من كل سلطان أجنبي، ومساعدة الأقليات الإسلامية في كل مكان، وتأييد الوحدة العربية تأييدًا كاملاً، والسير إلى الجامعة الإسلامية

“Memerdekakan Lembah Nil dan Negara Arab secara keseluruhan, semua bagian dari tanah air Islam dari segala kekuasaan asing, dan berusaha membantu kaum minoritas Muslim yang berada di berbagai tempat, serta memberikan dukungan sepenuhnya akan Persatuan Arab menuju kesatuan Islam. “

Dan jalan menuju kemerdekaan ini dimulai dari individu dengan memerdekaan pikiran dan jiwa secara bersamaan; membebaskan diri dari kebodohan, ketakutan, amoralitas, penyakit, kelaparan dan kehinaan, karena dengan cara itulah yang mampu membangkitkan iman untuk menghilangkan rasa putus asa, menumbuhkan harapan, dan dengan membebas jiwa ini sehingga mampu melakukan langkah-langkah menuju kebebasan dan kemerdekaan yang tidak yang ada kerancuan dan kesamar-samaran di dalamnya.

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al-Quran Itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan Sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus”. (Al-Hajj:54)

Maka dari itu, kemerdekaan  adalah petunjuk jalan menuju jalan yang benar, dimulai dari penerapan Islam, lalu persatuan lalu menuju kebangkitan umat, yang bergantung pada kerja dan upaya dari para generasi yang berada di berbagai tempat, karena itulah kebutuhan kita pada kerja masih terus berlangsung hingga saat ini dan ini merupakan kunci menuju masa depan yang dicita-citakan, tidak sekedar kata-kata atau tulisan belaka:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (At-Taubah:105)

Bukan dengan cara non Islami yang dapat memberikan harapan dalam hati orang-orang yang putus asa, yang dapat menghidupkan konsep kebebasan, kemerdekaan dan perlawanan, menghilangkan sikap negatif dan mengalah namun selalu membangkitkan sikap positif dan semangat kerja dalam setiap jiwa.

Wahai bangsa Arab dan umat Islam ..

Bahwa ditangan kalian terdapat potensi yang begitu besar, yang membutuhkan adanya kekuatan yang mampu membuka dan mengarahkannya sehingga dapat kembali memberikan manfaat dan fungsinya. Ketika setiap warga negara merasa memiliki nilai dan potensi di negeri sendiri, dan kesadaran memiliki hak yang harus dipertahankan dan dilindungi, serta memiliki kehormatan dan martabat yang harus dijaga; niscaya akan mampu meledakkan berbagai kreativitas dalam dirinya, dan akan ikut berpartisipasi aktif dalam merekonstruksi hidupnya. Yaitu sebagai bangsa .. yang dikuasai oleh kebenaran dan keadilan, dan terwujud di dalamnya persatuan nasional, menolak berbagai kekerasan dan intoleransi serta fanatisme buta, percaya pada kebebasan dalam praktik politik, memiliki kesamaan dan kesetaraan di depan hukum; sehingga tidak terjadi di dalamnya berbagai tindak tirani dan korupsi.

Bahwa diantara Jenis invasi atau perang yang paling berbahaya dan memiliki potret yang sangat keji adalah kekuasaan asing; seperti yang terjadi dalam invasi sosial. Imam al-Banna memberikan gambaran besarnya pengaruh (efek negative) yang terjadi atas umat akibat  invasi sosial ini, beliau berkata:

نجح هذا الغزو الاجتماعي المنظم العنيف أعظم النجاح، فهو غزو محبب إلى النفوس، لاصق بالقلوب طويل العمر، قوي الأثر؛ ولذلك فهو أخطر من الغزو السياسي والعسكري بأضعاف مضاعفة

” invasi sosial yang terorganisir telah berhasil dengan baik, invasi yang memberikan kesenagan dan kecintaan pada setiap jiwa, dan dampak negatif yang begitu kuat sepanjang hidup mereka; karena itulah, ia lebih berbahaya daripada invasi politik dan militer secara eksponensial. “

Wahai rakyat yang tercinta….

Tidakkah kalian menginginkan kebangkitan Negara Mesir?

Tidakkah kalian rela untuk melakukan reformasi di negara Mesir?

Kami berharap ada keterus terangan … Di sanalah kita dapat bertemu dan bersepakat, dan kelak kalian akan tahu bahwa kebebasan adalah pintu gerbang menuju kembalinya kemuliaan dari segala kerusakan dan tindak kerusakan, kehinaan, kemiskinan, arogansi, penindasan dan penghinaan, dan inilah yang dibawa oleh Islam dengan berbagai ajaran yang kita melihatnya sebagai penyelamat dan kebebasan umat, sementara para pemegang kekuasaan asing melihatnya sebagai penghalang terbesar terhadap ambisi mereka.

Dan ketahuilah bahwa pintu gerbanag menuju kebebasan bagi bangsa Arab dan umat Islam adalah masalah Palestina. Bahwa kita tidak akan mampu kembali pada kemuliaan dan memiliki wajah berseri atau mampu mengukir kembali kebangkitan umat, kecuali ketika kita mampu menghentikan dominasi dan hegemoni proyek Zionis-Amerika, dan yang mewakili proyek Zionis ini, samapi kita mampu membebaskan tempat-tempat suci kita, dan mengembalikan masjid Al-Aqsa meskipun sabotase, penghancuran dan yahudisasi terus terjadi.

Wahai para anggota jamaah yang penuh berkah ini…

Bekerja keraslah kalian untuk mewujudkan cinta pada negeri Mesir di dalam hati rakyatnya, dan berpartisipasilah dalam berbagai bidang dan medan untuk melihat contoh terbaik dalam memberikan dedikasi, ketulusan kerja dan semangat yang tinggi dalam melakukan penyelamatan; bahwa Ikhwanul Muslimin selalu terdepan dalam melakukan penyelamatan dan semangat, seperti ketika terjadi wabah malaria pada tahun 1945, ketika terjadi wabah kolera tahun 1947, pada hari itu Imam Al-Banna mengajak 70 ribu kader Ikhwan bekerja sama di bawah otoritas pejabat di Departemen Kesehatan, dan mereka menolak menerima imbalan yang dialokasikan oleh pemerintah terhadap perjuangan Ikhwanul Muslimin, dan semoga Allah meridhai Imam Al-Banna yang menggambarkan Al-Ikhwan dengan mengatakan:

تقلبت الحكومات وتغيرت الدولات، وهم يجاهدون مع المجاهدين، ويعملون مع العاملين، منصرفين إلى ميدان مثمر منتج، هو ميدان الأمة وتنبيه الشع

“Aku mendapatkan banyak dari Pemerintah dan perubahan di berbagai negara, mereka berjuang bersama para mujahidin, dan bekerja dengan para aktivis, bergerak ke medan juang secara aktif dan produktif, yaitu medan umat dan memperingatkan bangsa. “

Ikhwanul Muslimin dengan anggotanya yang berada di mana-mana, bersama dengan gerakan nasional, selalu siap mengulurkan tangan untuk ikut berpartisipasi, dan berusaha untuk menyatukan potensi demi kemaslahatan tanah air, menuju kebangkitan dan kemerdekaannya; Mereka siap mengobarkan semangat patriotisme, dan melakukan kebaikan pada segala bidang yang berkaitan dengan hak-hak rakyat, bekerja sama untuk menyempurnakan kebebasan diberbagai tempat dari negara-negara Islam, bukan hanya sekedar memberikan ketenangan bagi umat, karena kami tidak akan memberikan ketakutan pada mereka, bahkan terhadap orang-orang yang membuat mereka takut untuk tunduk dibawah lingkaran kekuasaan asing namun menenangkan mereka pula. Karena dintara dokumentasi yang diterbitkan Perancis akhir-akhir ini adalah : “Sungguh Ikhwanul Muslimin telah membuat kami lelah oleh banyaknya kiriman yang sampai kepada kami – kedutaan Perancis di Kairo – dari berbagai petisi mengutuk keberadaan kami di Aljazair, dan berbagai negara lainnya di Afrika Utara. “

Karena itu kirimlah surat sebanyak-banyaknya, berbicaralah  diberbagai forum, angkatlah suara kebenaran kalian di atas mimbar-mimbar, dan berceramahlah dengan menggunakan satelit, sehingga dengan demikian kalian melakukan dakwah dari retorika pada tindakan, kami sangat meinginkan akan masa depan tanah air ini dan kebebasannya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki semangat yang tinggi untuknya, tulus dalam menjaga kesatuan bersama orang-orang  yang paling tulus kepadanya, sehingga terwujud dan tercapai tujuan kalian, dan selama kalian tetap teguh pada jalan tersebut:

﴿إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (An-Nahl:128)

Allahu Akbar walillahilhamdu.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 1/2/2010 / 15 Safar 1431 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »