Teguhkanlah, Teguhkanlah Jiwa Kalian… Niscaya Pertolongan Allah Pasti Datang

21/4/2008 | 14 Rabbi al-Thanni 1429 H | 1,446 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

 

tsabat.jpg

  Allah tujuan kami, Rasul pemimpin kami, Al-Qur’an dustur kami, Jihad jalan kami dan mati fi sabilillah cita-cita tertinggi kami 

Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun, 17-04-2008

Penterjemah:

Abu Ahmad

_____

Segala puji hanya milik Tuhan semesta alam, shalawat dan salam atas Rasulullah saw, beserta keluarga dan sahabat serta orang-orang yang mereka  dengan benar hingga hari pembalasan, selanjutnya…

Bagi yang mengikuti kondisi dunia saat ini, tentu akan mendapati peristiwa yang berturut-turut terjadi disepanjang dua dekade,sehingga akan tampak jelas bahaya yang akan mengancam  perjalanan hidup kita secara khusus dan umat manusia secara umum; adanya konspirasi internasional dan kajahatan zionis Amerika terhadap dunia Islam dan Negara arab. Dan kondisi diperparah oleh adanya sekelompok orang dari golongan kita sendiri yang bersekongkol dengan proyek mereka, mengklaim bahwa mereka adalah bagian dari umat Islam yang adil, dan mereka merasa yang hanya berhak melakukan perdamaian di daerah kejadian, sementara yang lainnya adalah merupakan teroris (karena selalu melakukan perlawanan dan tidak mentaati kesepakatan yang telah dibuat antara mereka dengan Zionis).

Mereka begitu dekat dan mesra bersahabat dengan Amerika dan zionis; dan mereka memandang bahwa dalam Islam tidak ada yang bisa melakukan perlawanan dan bersikap tegas dihadapan para pelaku kejahatan, dan ketika ada mujahid Islam yang ingin melakukan perlawanan seperti yang terjadi pada beberapa kurun waktu yang lalu; saat melakukan perlawanan terhadap komunis, dan berhasil menghancurkan komunis dan mengusirnya, mereka berusaha mengembalikan pada sejarahnya yang pertama; mengobarkan perang antar sesama muslim sehingga tidak ada satu negara Islampun yang berdiri tegak di dunia; karena jika terjadi, akan membangun bangsa dengan pergerakan lain, dan mengajarkan bahwa mempersiapkan kekuatan dalam Islam merupakan kewajiban syar’i dan melakukan perlawanan terhadap penjajahan dan mengusirnya juga merupakan kewajiban dan hak setiap bangsa. Sehingga pasukan perlawanan ini dianggap sebagai batu ganjalan dihadapan proyek penjajahan yang dilakukan oleh Amerika dan zionis di Negara-negara Arab.

Namun, mereka (penjajah) menyadari bahwa fenomena yang asing ini tidak akan mampu dikendalikan sebagaimana bangsa juga tidak bisa dibiarkan untuk melakukannya, karena itu -untuk menghentikan itu semua- mereka menciptakan model baru; perundingan-perundingan, diskusi-diskusi dan muktamar-muktamar; karena hal tersebut merupakan sarana yang sangat mudah dan tidak memakan biaya dan beban sedikitpun. Mereka memberikan jaminan kestabilan kursi jabatan kepada pejabat lokal, dan setiap kali warga ingin melakukan perlawanan dan berhadapan dengan para perampas dan penjajah, maka kelompok tersebut akan berhadapan dengannya, sehingga terjadi perang saudara diantara mereka, dan akhirnya mereka berhasil memberantas mereka, dan yang lebih ironi lagi bahwa mereka juga melibatkan sekelompok orang dari anak-anak bangsa yang pada dasarnya mereka -Amerika dan zionis- memerangi dan menjajahnya; sehingga mereka melaksanakan agenda penjajah, membakar negeri mereka sendiri, menghancurkan Negeri mereka, membunuh saudara dan keluarga mereka sendiri, mencerai beraikan warga negara sendiri.. semua hal tersebut hanya untuk melanggengkan kursi jabatan yang didapat dengan darah bangsanya sendiri. Mereka merasa, bahwa jabatan tidak akan langgeng kecuali dengan membunuh orang warganya sendiri, menelantarkan setiap orang yang sejatinya merdeka dan warganya sendiri, menangkap tanpa ada tuduhan bagi siapa yang menentang setiap langkah para perusak; yang melakukan kedzaliman di dalam negeri dan banyak melakukan di dalamnya kerusakan, menjatuhkan hukum pada setiap warga yang tidak bersalah, memiliki kemuliaan dan kharisma yang ingin membangun negerinya dan menebarkan kebaikan, memenjarakan setiap warga yang menolak kehinaan dan enggan tunduk pada kejahatan…ketahuilah tidak ada kelapangan terhadap kelompok perusak yang tidak disukai Allah :

إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang melakukan kerusakan”. (Al-Qashash:77)

Dan kelak Allah akan menghancurka makar mereka dan tidak akan memberikan kebaikan atas segala perbuatannya

ِإنَّ اللَّهَ لا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak memberikan kebaikan (pahala) perbuatan orang-orang yang melakukan kerusakan”. (Yunus:21)

Wahai para pemimpin Islam… dimanakah penasihat  kalian yang jujur??

Bahwa muktamar-muktamar yang selama ini berlangsung, pada hakikatnya tidak memberikan manfaat sama sekali terhadap permasalahan Palestina sejak 60 tahun yang lalu. Maka apakah waktu sepanjang itu tidak cukup bagi kalian? Apakah kalian masih membutuhkan waktu 60 tahun lainnya? Apakah tipu daya dan muslihat mereka atas kalian dalam berbagai kesepakatan tidak cukup, sehingga membutuhkan tambahan akan tipu daya dan muslihat yang lainnya. .?? padahal Rasulullah saw bersabda:

لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Seorang mukmin tidak boleh tergelincir dalam satu lubang yang sama sebanyak dua kali”

Apakah kalian telah merenungkan; bagi siapa yang menjual racun akan menimpa dirinya sendiri? Apakah kalian sudi memperjual belikan perdamaian dengan fitnah-fitnah dan perang..?

كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan”. (Al-Maidah:64)

Adapun sekarang wahai para pemimpin Negara Arab dan negara Islam, hendaklah telinga kalian ditulikan dari mendengar lagi janji-janji dan angan-angan yang disampaikan oleh Amerika dan zionis internasional, dan bukalah kembali telinga kalian untuk menyimak Firman Allah saat menjelaskan kepada kalian bahwa tabiat mereka adalah selalu melanggar janji. Dan yang dibangun pada masa masa lalu dan hari ini pasti akan dihancurkannya kembali pada kemudian hari?

Allah berfirman :

أَوَكُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْدًا نَبَذَهُ فَرِيقٌ مِنْهُمْ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لا يُؤْمِنُونَ

“Setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman”. (Al-Baqoroh:100)

sebagaimana Allah juga menjelaskan kepada kita bahwa mereka -Amerika dan zionis- tidak akan pernah memenuhi janji mereka setiap kali berjanji :

الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لا يَتَّقُونَ

“(yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil Perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada Setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya)”. (Al-Anfal:56).

Bagi yang tidak percaya akan hal tersebut mari tengok satu sejarah tentang mereka terhadap perjanjian yang mereka lakukan..!! Kapan mereka menepati janji mereka; baik janji mereka terhadap Allah, janji mereka terhadap para nabi, dan janji mereka terhadap nabi Muhammad saw?! Maka apakah kalian akan tetap menunggu dari mereka untuk menepati janjinya?!

Wahai umat..

Sesungguhnya Allah SWT telah menyingkap untuk kalian apa yang kalian tidak mampu mencapainya. Bahwa Allah telah mensifati hati dan jiwa mereka yang buruk, dan memberikan kepada kalian ketetapan yang telah menimpa mereka. Sehingga sekalipun kalian senang, gandrung dan cinta kepada mereka, maka mereka -pada hakikatnya- tidak akan pernah senang, gandrung dan cinta kepada kalian.

هَاأَنْتُمْ أُوْلاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلا يُحِبُّونَكُمْ

“Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, Padahal mereka tidak menyukai kamu”. (Ali Imran:119)

Dan sesungguhnya apa yang kalian dengar dari ucapan dan janji mereka hanyalah pepesan kosong, sekedar untuk bebas dan bubaran dari majlis sidang dan agar kalian merasa senang; padahal disisi lain hanya untuk menghinakan kalian dalam merealisasikan angan-angan dan tujuan mereka.

يُرْضُونَكُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبَى قُلُوبُهُمْ

“Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak”. (At-Taubah:8)

Dan hal tersebut juga tampak pada lisan-llisan mereka

قَدْ بَدَتْ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ

“Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi”. (Ali Imran:118)

Jalan keselamatan dan jalan kehancuran

Wahai umat manusia seluruhnya…

jika kalian menginginkan keselamatan dari kejahatan Barat yang keji, maka disana ada satu jalan yang lurus; tidak berkelok-kelok dan bercabang; dan dia lebih dekat dari kalian: kenaliah diri kalian sendiri, periksalah potensi kalian, bersiap siagalah untuk bertarung dan perang, dan mulailah dengan usaha keras dan jangan dengarkan suara orang yang menyerah dan menipu.!!

Namun jika kalian senang berdiam diri, berleha-leha dan malas bersama orang-orang yang diberikan kelanggengan hidup dari banyak orang yang ada di muka bumi ini; maka dihadapan kalian ada jalan-jalan yang panjang dan berkelok-kelok; perundingan-perundingan, diskusi, diplomasi yang panjang, penantian yang tidak kunjung selesai, harapan yang tidak memberikan manfaat, ada muktamar-muktamar, jamuan makan yang menipu, penjanian meja bundar yang berturut-turut dan tiada henti; Camp David, Oslo, peta jalan perdamaian, muktamar Daw town dan Anapolis. 

Islam tetaplah ada dan niscaya umat Islam akan menang

Sesungguhnya realita saat ini sangatlah mengenaskan dan memilukan, namun kekuatan dan kebanggaan bahwa Islam memiliki para pemimpin yang menjadikan Allah sebagai tujuan utama, bekerja hanya untuk Allah semata, berjalan dalam menghadapi musuh diatas jalan yang lurus seperti yang telah dijelaskan oleh Allah untuk mereka.

Inilah sebagian karanternya:

• Bahwa musuh akan terus bekerja tanpa henti untuk memadamkan cahaya Islam

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”. (As-Shaff:8)

• Bahwa api perang yang mereka kobarkan terhadap kita tidak akan pernah berhenti

وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنْ اسْتَطَاعُوا

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup”. (Al-Baqoroh:217)

• Allah telah memberikan ancaman berupa kehinaan jiwa terhadap mereka berupa ketakutan

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا

“Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu”. (Ali Imran:151)

• Dan kedepan Allah akan meneguhkan jiwa orang-orang beriman

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا

“(ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku bersama kamu, Maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. (Al-Anfal:12)

• Bahwa Allah selalu bersama kita dan akan memberikan kemenangan kepada kita, barangsiapa yang selalu bersama Allah maka tidak ada seorangpun yang mampu mengalahkannya

إِنْ يَنْصُرْكُمْ اللَّهُ فَلا غَالِبَ لَكُمْ

“Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu”. (Ali Imran:160)

• Allah juga telah mengabarkan bahwa kemenangan ini memiliki harga yang mahal dan membutuhkan pengorbanan yang sungguh-sungguh, dan tiadak akan terwujud suatu kemenangan kecuali setelah mengarungi berbagai perang dan kondisi sempit dan sulit

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمْ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

 “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat”. (Al-Baqoroh:214)

• Dan Allah meringankan beban penderitaan yang menimpa kaum muslimin, bahwa setiap penderitaan tersebut juga dialami oleh musuh, namun kita memiliki harapan dibaliknya syahadah dan surga

إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنْ اللَّهِ مَا لا يَرْجُونَ

 “Jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan”. (An-Nisa:104)

Karena itu teguhkanlah, teguhkanlah jiwa kalian wahai para mujahid dimana saja kalian berada..!!

Teguhkanlah, teguhkanlah jiwa kalian wahai Al-Ikhwan al-muslimun; karena kabar gembira berupa kemenangan telah mulai tampak; ketika hati para musuh mulai ketakutan dan bergetar, rudal-rudal yang dilemparkan oleh pasukan perlawanan di Palestina telah membuat hati dan jiwa zionis ketakutan, fikiran mereka menjadi kacau balau dan tidak ada jalan untuk menyelesaikannya. Sehingga tampak Amerika dan zionis mendengungkan perdamaian bersama Hamas dan pasukan perlawanan!!

Di Iraq Amerika berkeyakinan bahwa dirinya tidak mampu dikalahkan dan dihancurkan, padahal di Afghanistan mereka meminta tambahan pasukan, padahal kematian terus mengintai mereka setiap harinya, begitupun di Checnya dan di Somalia.. hantaman dan serangan dari pasukan perlawanan kian terus bertambah.

Wahai umat Islam..

Kalian berhak memberikan dukungan kepada para mujahid dimana saja mereka berada; baik politik, materil, media dan spiritual semampu yang kalian bisa lakukan, dan Allah pasti mengetahui bahwa kita berniat untuk jihad dengan harta dan jiwa bersama para mujahid, dan syiar kita adalah : “Jihad adalah jalan kami dan mati di jalan Allah adalah merupakan cita-cita tertinggi kami”.

Dan tidak kita menanggung beban para penguasa kita dalam rangka menyelasikan ini antara kita dan jihad, dan tentunya kemenangan Islam dan umat Islam pasti akan datang.

Wahai Al-Ikwah al-Muslimun…

Teguhkanlah, teguhkanlah jiwa kalian; karena keteguhan merupakan rukun bai’at kalian, maka penuhilah janji tersebut, dan yang kami inginkan dari keteguhan adalah  “Hendaknya seorang al-akh selalu berada aktif dan sungguh-sungguh pada jalan yang ingin dicapainya, walaupun jauh dan panjang jangkaunnya, membutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga dirinya dapat berjumpa dengan Allah atas hal tersebut, sehingga pula mendapatkan keberuntungan dan kemenangan salah satu dari dua kebaikan; mencapai tujuan yang diinginkan atau syahadah di jalan Allah”

مِنْ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)”. (Al-Ahzab:23)

Dan waktu menurut kita adalah bagian dari solusi, jalan begitu panjang dan banyak fasenya, banyak rintangannya, namun itu semuanya merupakan satu-satunya jalan yang mengarah pada tujuan yang agung, besar pahalanya  dan indah ganjarannya.

Wahai umat Islam..

Bahwa bumi Palestina merupakan titipan untuk kita semua, jika kita tidak berusaha mengembalikan kesuciannya dari zionis maka kita termasuk orang yang merugi

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”. (Yusuf:21)
 


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 21/4/2008 / 14 Rabbi al-Thanni 1429 H, dalam rubrik Tsaqafah Islamiyah. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.

« sebelumnya
sesudahnya »