Tahun Baru… Antara Suasana yang Pahit dan Masa Depan yang Cerah Bagi Islam

17/1/2008 | 7 Muharram 1429 H | 2,011 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

tahun-baru-01.jpg

Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimin, 03/01/2008

___

RANGKUMAN

Tahun 2007, Tahun Gagalnya Kejahatan Proyek Amerika

Perangkum: Ahmad Ramadhan

Ust. Muhammad Mahdi Akif – mursyid am Al-Ikhwanul Muslimun – menyampaikan kondisi dunia tahun 2007 sebagai tahun peristiwa yang menyedihkan, kejahatan yang keji terhadap hak bangsa, umat dan dunia yang banyak dilakukan oleh Zionis Amerika. Dalam risalah mingguannya beliau berkata bahwa jemari proyek ini berada di balik semua petaka, dan sambil bertanya-tanya beliau berkata: “jika tidak, apa makna pergantian tahun dengan darah, pembunuhan dan kekisruhan politik yang terjadi di Pakistan, sehingga berakhir dengan terbunuhnya mantan perdana menteri dan puluhan orang yang tidak berdosa?”

Beliau juga menjelaskan bahwa sekalipun menggunakan para politikus ulung untuk sebuah komentar, kecaman, dan sanggahan, melanggar hak-hak dan mendikte masyarakat internasional, namun permasalahan tersebut tidak bisa memiliki jalan keluar – jika diukur dengan tahun sebelumnya – dari usaha yang pahit akan sebuah kejahatan, yang diawali dari Negara Mesir dan yang terjadi di dalamnya pengadilan militer secara sepihak (tidak adil), penangkapan yang berulang terhapap para tokoh, membredel surat-surat kabar dan membatasi informasi, memalsukan proyek umat saat pelaksanaan pemilu pada tingkat rendah (rakyat) dan pelajar, ditambah dengan naiknya secara dahsyat harga-harga kebutuhan pokok dan bertambahnya tingkat kemiskinan, serta terbelenggunya para buruh, pegawai, dokter dan para dosen.

Atau pada tingkat keumatan yaitu umat Islam seperti yang dialami oleh rakyat Palestina dan Iraq, Afganistan dan Sudan, Somalia, Lebanon dan Pakistan hingga pada tingkat dunia internasional, yang sedang menghadapi tahun baru tanpa gerak atau denyut nadi; karena hidup di bawah tekanan yang mereka saksikan berupa celaan yang mematikan, hingga mereka mencari jalan keluar untuk dapat berdenyut kembali, bangsa yang sedang terpuruk yang sedang berusaha untuk bangkit, namun itu semua sangatlah jauh”.

Mursyid ‘Am mengingatkan bahwa langkah-langkah dan usaha-usaha yang destruktif dan menyebabkan kerusakan merupakan petunjuk akan kegagalan proyek zionis Amerika yang dzalim: kita bisa saksikan usaha mereka yang tiada henti dalam menjatuhkan pemerintahan Afganistan. Juga kita saksikan yang terjadi di Iraq, mereka berusaha mencari alasan untuk menarik mundur pasukan dan menutupi kegagalannya setelah dari pasukan sekutu banyak yang mundur. Begitupun kita saksikan di Palestina; mereka menggunakan tameng pelindung dari tembok dan pendudukan, melakukan penyerangan dan penangkapan, pemerintahan yang samar dan pengepungan Gaza secara keji, membiarkan bangsa Palestina kelaparan dan memperuncing perpecahan, namun kita dapati mereka tetap tegar dihadapan bom perlawanan yang besar. Begitupun kita saksikan ketika mereka melakukan invasi terhadap Lebanon yang sampai saat ini sedang mencari prajuritnya yang hilang, ketika mereka gagal, mereka melempar tuduhan pada Syiria dan Iran. Adapun di Sudan tampak kenihilan usaha dan proyek zionis Amerika untuk menebarkan pengaruhnya di daerah utara dan selatan, timur dan barat, berusaha menguasai sumber-sumber minyak dengan mengobarkan kegaduhan dan perpecahan, khususnya di Darfour.

Beliau menambahkan bahwa proyek yang sia-sia ini, mereka berusaha untuk menambalnya dengan mengadakan 16 kali muktamar, dimulai dari muktamar di Syarm Syaikh hingga muktamar Annapolis, semuanya hanya menambah krisis dan memperdalam kondisi pada kehancuran khususnya setelah gagalnya proyek yang rancu di daerah timur tengah hingga pada perubahan peta demografi”. Dan sambil bertanya-tanya beliau berkata: “Siapakah yang memberikan legalisasi kepada Amerika dan Eropa untuk menyebarkan kerusakan di muka bumi dan mengekploitasi sumber daya alam kita”?.

Beliau menegaskan bahwa umat Islam yang akan menantikan kehadiran tahun barunya harus memiliki proyek Islam sehingga menjadi suatu keniscayaan, sebagai proyek alternative bagi Negara dan umat, yang menerapkan kebenaran dan keadilan, kemuliaan dan kebebasan, persamaan, keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh penduduk negeri arab dan Islam. Adapun proyek satu-satunya perlawanan terhadap setiap rekayasa poryek Zionis Amerika yang lemah dan berbagai bentuk perlawanan yang mengalami kegagalan dan kerugian baik harta maupun jiwa adalah melemahkan kekuatannya dan menggagalkan segala persekongkolannya. Namun yang menakjubkan adalah para pemimpin kita yang masih saja mau mengekor di belakang proyek Amerika padahal mengetahui dengan yakin bahwa hal tersebut merupakan persekongkolan atas mereka dan memperdaya rakyat mereka; perkara yang harus mereka perbaiki bersama rakyat dan menghentikan segala bentuk kedzaliman.

___

RISALAH SELENGKAPNYA

Tahun Baru… Antara Suasana yang Pahit dan Masa Depan yang Cerah Bagi Islam

Al-hamdulillah, segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, shalawat dan salam atas Rasulullah saw, pembawa janji yang benar dan akhlak yang jujur, dan semoga Allah meridloi para sahabat, para tabi’in dan para pengikutnya dengan baik hingga hari pembalasan, selanjutnya…

Berjalan tahun-tahun kehidupan dan tetap kekal sunnah Allah yang tidak pernah berganti dan berubah; sunnah Allah yang selalu berputar… ”Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antaranya manusia (agar mereka mendapat pelajaran)” (Ali Imron: 140). Sunnah penolakan: “Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam” (Al-Baqoroh: 251). Sunnah pergantian: “Dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu” (Al-An’am: 38). Dan sunnah perubahan: “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Ar-ra’d: 11).

Kondisi yang Memilukan

Dunia telah melihat dan menyaksikan pada tahun yang telah berlalu dan memasuki tahun baru dengan berbagai peristiwa yang memilukan, kejahatan yang keji, pelanggaran hak-hak bangsa, umat dan dunia; tidak dapat disembunyikan oleh setiap orang akan kejahatan dan pembunuhan, perampasan dan penangkapan, yang banyak dilakukan oleh zionis Amerika; tidak ada darah yang mengalir atau bumi yang dirampas, atau rizki yang terputus, perpecahan yang direkayasa, kejahatan yang sistematis, teroris yang menyebar, atau negeri yang dihancurkan, kecuali ada di balik itu jari-jari yang merekayasa proyek tersebut!! Apa makna tahun yang berlalu dengan darah, pembunuhan, dan kejahatan yang terjadi di Pakistan, yang berakhir dengan terbunuhnya mantan perdana menteri dan puluhan rakyat yang tidak berdosa?!

Sekalipun menggunakan para politikus untuk sebuah komentar kecaman dan sanggahan, melanggar hak-hak dan mendikte masyarakat internasional, maka permasalahan tersebut tidak bisa memberikan jalan keluar – jika diukur dengan tahun sebelumnya – dari rekayasa yang pahit akan sebuah kejahatan, yang diawali dari Negara Mesir dan yang terjadi di dalamnya pengadilan militer secara sepihak (tidak adil), penangkapan yang berulang terhapap para tokoh, membredel surat-surat kabar dan membatasi informasi, memalsukan proyeksi umat pada saat pelaksanaan pemilu pada tingkat rendah (rakyat) dan pelajar, ditambah dengan naiknya secara dahsyat harga-harga kebutuhan pokok dan bertambahnya tingkat kemiskinan, serta terbelenggunya para buruh, pegawai, dokter dan para dosen.

Atau pada tingkat keumatan yaitu umat Islam seperti yang dialami oleh rakyat Palestina dan Iraq, Afganistan dan Sudan, Somalia, Lebanon dan Pakistan hingga pada tingkat dunia internasional, yang sedang menghadapi tahun baru tanpa gerak atau denyut nadi; karena hidup di bawah tekanan yang mereka saksikan berupa celaan yang mematikan, sehingga mereka berusaha mencari jalan keluar untuk dapat berdenyut kembali, bangsa yang sedang terpuruk berusaha untuk bangkit, namun itu semua sangatlah jauh”.

Kemorosotan Proyek Zionis Amerika

Sesungguhnya langkah-langkah dan usaha-usaha destruktif dan berakibat pada kehancuran merupakan petunjuk akan kegagalan proyek zionis Amerika yang dzalim: kita dapat saksikan usaha yang tiada henti dalam menjatuhkan pemerintahan Afganistan, sekalipuan ada usaha merenovasi Negara tersebut oleh komunitas Negara-negara Eropa, dan meminta pemimpinnya untuk berdialog dengan Thaliban yang menguasai lebih dari setengah negeri tersebut.

Kita saksikan di Iraq, Amerika yang sedang berusaha mencari alasan untuk menarik mundur pasukan dan menutupi kegagalannya setelah banyak dari pasukan sekutu yang berjatuhan, terutama setelah bangsa mereka menolak dengan menjatuhkan perdana menteri Inggris dan perdana menteri Australia, begitupun Spanyol dan Italia, dan masih ada sebagian lainnya – yang setuju dengan proyek Amerika di Iraq – meminta untuk tetap bertahan tanpa mempedulikan puluhan orang yang menjadi korban setiap harinya, pertumpahan darah, kehancuran yang mengenaskan dan perpecahan yang destruktif.

Juga kita saksikan di Palestina; sekalipun menggunakan tameng pelindung dari tembok pemisah dan pendudukan, penyerangan dan penangkapan, pemerintahan yang samar dan pengepungan terhadap warga di Gaza secara keji, membuat bangsa Palestina kelaparan dan memperuncing perpecahan, namun kita dapati mereka tetap tegar bersama dengan bom perlawanan yang besar.

Begitupun ketika mereka melakukan invasi terhadap Lebanon yang sampai saat ini sedang mencari prajuritnya yang hilang, ketika gagal mereka melempar tuduhan pada Syiria dan Iran. Adapun di Sudan tampak kenihilan usaha dan proyek zionis Amerika untuk menebarkan pengaruhnya di daerah utara dan selatan, timur dan barat, berusaha menguasai sumber-sumber minyak dengan mengobarkan kegaduhan dan perpecahan, khususnya di Darfour.

Bahwa penurunan ini merupakan petunjuk gagalnya proyek yang menjadi kekhawatiran ketika harus bertahan; khawatir terjadinya kehancuran Negara yang besar dihadapan bergairahnya kebangkitan Negara Jerman secara tiba-tiba, kebangkitan Eropa yang mengejutkan, senjata nuklir Iran yang sedang dikembangkan, namun Amerika tetap berusaha menutupi kegagalan proyeknya yang sia-sia tersebut dengan mengadakan 16 kali muktamar, dimulai dari muktamar di Syarm Syaikh hingga muktamar Annapolis. Namun semuanya hanya menambah krisis baru dan menambah kondisi pada kehancuran khususnya setelah gagalnya proyek ini di daerah Timur Tengah yang baru hingga pada perubahan peta demografi”.

Saya bertanya-tanya: “Siapakah yang memberikan legalisasi kepada Amerika dan Eropa untuk menyebarkan kerusakan di muka bumi dan mengekploitasi sumber daya alam”?.

Proyek Islam

Bahwa umat Islam yang akan menantikan kehadiran tahun barunya – sekalipun dalam keadaan terluka – tidak ada cara lain kecuali harus memiliki Proyek Islami yang dapat dijadikan sebagai proyek wathani (kenegaraan) dan sya’bi (kebangsaan) alternative, yang tegak atas dasar kebenaran dan keadilan, kemuliaan dan kebebasan, persamaan, keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh penduduk negeri baik arab mapun Islam.

Dan pada hari ini proyek merupakan satu-satunya proyek perlawanan terhadap segala rencana poryek Zionis Amerika yang lemah, mengalahkan berbagai bentuk perlawanan sehingga mengalami kegagalan dan kerugian baik harta dan jiwa, melemahkan kekuatannya dan menggagalkan segala rekayasanya.

Karena itu tidak ada tempat secara internasional pada hari ini proyek selainnya, dan saya heran dengan para pemimpin kita yang masih saja mau mengekor di belakang proyek Amerika padahal mereka menyadari dengan yakin bahwa hal tersebut merupakan persekongkolan atas mereka dan rakyat mereka; perkara yang harus mereka perbaiki bersama rakyat mereka dan menghentikan segala bentuk kedzaliman, membuka pintu kebebasan, dan memberikan kesempatan kepada bangsa mereka untuk memilih sesuatu yang terlintas pada obsesi dan perasaan mereka.

Bahwa proyek Islam –yang selalu membawa nilai-nilai akhlak dan keimanan- akan menang dengan sendirinya, akan bangkit secara natural, yang pada satu waktu menjadi sebuah solusi terhadap berbagai problema yang dibutuhkan oleh umat; secara politik, sosial dan ekonomi; karena itu –proyek tersebut- harus dapat menghadirkan generasi yang ikhlas: “Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman” (Ar-Ruum: 47), akan menang dengan tentaranya yang suci “Dan Sesungguhnya tentara Kami Itulah yang pasti menang” (As-Shoffat: 173), khususnya setelah kehancuran dan kegagalan yang dialami oleh proyek Amerika yang tenggelam di dalam lumpurnya sendiri; karena selalu melakukan kebatilan dan kehancuran, begitupun para pengikutnya dan srigala-srigala mereka, serta yang kalah dan terhina: “Dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap” (Al-Isra: 81).

Tahun Baru; Esok yang Cerah Menanti Umat

Wahai bangsa Arab dan umat Islam.. marilah satukan barisan; cita-cita ada di tangan kalian dan dari kalian, marilah menuju kesatuan dan persatuan bangsa.

Wahai para pemuda harakah Islam… tidak ada jalan lain bagi kalian kecuali melakukan perlawanan; sebagai satu-satunya jalan menuju bangunan yang kokoh dalam menghadapi penjajah yang ghosib (perampas).

Wahai para pemuda Al-Ikhwan Al-Muslimun… tahun baru menanti kalian pada kesungguhan dan kerja, kabar gembira dan hari yang cerah berada ditangan kalian, cita-cita menunggu kalian…marilah menuju penambahan tsabat pada manhaj kalian, menghadirkan ideologi kalian kepada dunia, mengerahkan seluruh harta yang dimiliki untuknya; agar hari esok menjadi hari yang cerah bagi umat dan agama Islam. “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya” (Yusuf: 21).

Salawat dan salam atas nabi Muhammad saw, beserta keluarga dan sahabat semua. Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan Semesta Alam.

___

Penterjemah: Abu Ahmad


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 17/1/2008 / 7 Muharram 1429 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.

« sebelumnya
sesudahnya »