Shahih Wirdul Qur’an

26/1/2009 | 28 Muharram 1430 H | 1,170 views
Oleh: Abu Abdillah
Kirim Print

d1(Bagian-III)

1. Fadhilah Surah Ali Imran :

عن أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

Telah menceritakan padaku Abu Umamah Al-Bahiliy R.A berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda : “Bacalah oleh kalian semua Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat nanti sebagai pembawa syafaat bagi para pembacanya, bacalah oleh kalian semua “Dua yang Bersinar” (yaitu) Al-Baqarah dan Ali Imran, maka ia akan datang pada Hari Kiamat nanti bagaikan 2 naungan, atau bagaikan 2 awan, atau bagaikan 2 belahan burung dari angkasa yang menghalangi para pembacanya (dari api neraka –pen). Bacalah oleh kalian surah Al-Baqarah karena barangsiapa yang mengambilnya akan dilimpahkan berbagai kebaikan dan barangsiapa yang meninggalkannya akan ditimpa kerugian, dan tidak ada Al-Bathlah yang mampu mencelakakannya.” Berkata Mu’awiyah : Telah disampaikan kepadaku bahwa makna Al-Bathlah yaitu Tukang-tukang Sihir/Guna-guna [1]

عَنِ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلَابِيَّ يَقُولُا : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ وَضَرَبَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةَ أَمْثَالٍ مَا نَسِيتُهُنَّ بَعْدُ قَالَ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ ظُلَّتَانِ سَوْدَاوَانِ بَيْنَهُمَا شَرْقٌ أَوْ كَأَنَّهُمَا حِزْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا

An-Nawwas bin Sam’an Al-Kilabiy berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda :  “Akan diberikan Al-Qur’an kepada para pembacanya di Hari Kiamat, yaitu orang-orang yang mengamalkannya, didahului oleh surah Al-Baqarah dan Ali Imran, maka Nabi SAW membuat 3 perumpamaan yang tak akan dilupakan setelahnya, beliau SAW bersabda : “Kedua surah itu laksana 2 awan, atau 2 naungan gelap yang di antara keduanya ada cahaya, atau 2 belahan burung besar yang menjaga dan menghalangi para pembacanya (dari api neraka –pen).” [2]

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقُلْتُ لَأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطُرِحَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِسَادَةٌ فَنَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طُولِهَا فَجَعَلَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ ثُمَّ قَرَأَ الْآيَاتِ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ آلِ عِمْرَانَ حَتَّى خَتَم

Dari Ibnu Abbas RA berkata : Aku menginap di rumah bibiku Maimunah, aku berkata :  Aku mau melihat shalat malamnya Nabi SAW, maka ku intip Nabi SAW saat beliau SAW tidur, beliau SAW tidur pd waktu yang panjang dari malam itu, setelah kantuk hilang dari wajahnya maka beliau SAW membaca 10 ayat di akhir surat Ali Imran sampai selesai [3]

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَافْتَتَحَ الْبَقَرَةَ فَقُلْتُ يَرْكَعُ عِنْدَ الْمِائَةِ ثُمَّ مَضَى فَقُلْتُ يُصَلِّي بِهَا فِي رَكْعَةٍ فَمَضَى فَقُلْتُ يَرْكَعُ بِهَا ثُمَّ افْتَتَحَ النِّسَاءَ فَقَرَأَهَا ثُمَّ افْتَتَحَ آلَ عِمْرَانَ فَقَرَأَهَا يَقْرَأُ مُتَرَسِّلًا إِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَسْبِيحٌ سَبَّحَ وَإِذَا مَرَّ بِسُؤَالٍ سَأَلَ وَإِذَا مَرَّ بِتَعَوُّذٍ تَعَوَّذَ ثُمَّ رَكَعَ

Dari Hudzaifah RA berkata : Aku shalat (qiyam al-layl –pen) berjamaah[4] bersama Nabi SAW di suatu malam, maka beliau SAW membukanya dengan membaca surah al-Baqarah, maka aku berkata (dalam hati –pen) : Nampaknya beliau SAW akan ruku’  [5]

setelah membaca 100 ayat, tetapi beliau SAW terus melanjutkan bacaannya, maka aku berkata lagi : nampaknya beliau SAW akan membaca seluruh surah al-Baqarah dalam 1 rakaat, tetapi beliau SAW terus melanjutkan dengan membaca surat An-Nisa’, lalu  dibaca seluruhnya, lalu beliau SAW membaca surat Ali Imran dan dibaca seluruhnya[6], beliau SAW membacanya dengan perlahan-lahan, setiap bertemu dengan ayat tasbih beliau SAW bertasbih dulu dan setiap bertemu dengan ayat pertanyaan maka beliau SAW bertanya, dan setiap beliau SAW bertemu dengan ayat perlindungan beliau SAW memohon perlindungan dulu[6], lalu beliau SAW ruku’… [7]

اسْمُ اللهِ الأَعْظَمِ فِي سُوَرٍ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثٍ : فِي الْبَقَرَةِ وَ آلِ عِمْرَانِ وَ طَهَ

Nama-nama ALLAH yang paling agung dalam Al-Qur’an ada di 3 tempat : Di surah Al-Baqarah, Ali Imran dan Thaha.

(BERSAMBUNG INSYA ALLAAH…)

________________________________________________

[1] HR Muslim, IV/231, hadits no. 1337

[2] HR Muslim, IV/232, hadits no. 1338

[3] HR Bukhari, XIV/52, hadits no. 4204

[4] HR Muslim, IV/171, hadits no. 1291

[5] Hadits ini menjadi dalil tentang shahih-nya dalil tahajjud berjama’ah, tidak sebagaimana dikatakan oleh para ghullat yg menganggapnya bid’ah, ta’wil mereka bahwa ini adalah shalat Isya’ jelas tertolak dan bathil, karena shalat Isya Nabi SAW tidak dilakukan di rumah melainkan di mesjid, semoga mereka berhenti menuduh qiyamu layl berjama’ah merupakan perbuatan bid’ah, bahkan ia merupakan sunnah yg shahih, waLLAAHu musta’an.

[6] Istinbath fiqh yg bisa diambil dari hadits ini, adalah dibolehkannya membaca surah dlm shalat secara tidak berurutan, sepanjang tetap memperhatikan tempat berhenti (waqf) yg sesuai

[7] Ini menjadi dalil pentingnya tadabbur dlm membaca surah, dan merespon ayat yg dibaca, hatta sedang di dalam shalat, demikian sesuai matan hadits, waLLAAHu a’lam

[8] HR Ibnu Majah, no. 3856; Al-Hakim, I/506; di-hasan-kan oleh Albani dlm Ash-Shahihah, II/382


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 26/1/2009 / 28 Muharram 1430 H, dalam rubrik Raddusy Syubuhat. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

2 Komentar

Assalamualaikum…
Ana ingin memberi respon kepada kenyataan tuan yang berbunyi: hadits ini menjadi dalil tentang shahih-nya dalil tahajjud berjama’ah, tidak sebagaimana dikatakan oleh para ghullat yg menganggapnya bid’ah…

Penyataan ini ana rasa tidak baik kerana tuan menggelarkan ulama-ulama yang menganggap qiyam al-lail secara berjemaah adalah bid’ah sebagai ghullat. Sebaiknya, tuan menyebutkan; hadis ini menjadi dalil tentang sahihnya tahajjud berjemaah tidak sebagaimana yang dikatakan oleh sesetengah ulama yang…

Hal ini demi menjaga keharmonian umat Islam. Ada antara mereka yang berpeendapat selain apa yang kita pegang. Ingatlah, bersatu-padulah kita di jalan Allah.

 

Hal ini perlu kita pelajari bersama untuk menambah keyakinan akan keimanan kita.

 

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »