1. TA’AWWUDZ :
حَدِيْثُ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ قَبْلَ الْقِرَاءَةِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ1
Hadits bahwa Nabi SAW biasanya sebelum qira’ah membaca:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم حَتَّى يُمْسِي ِ2
“Barangsiapa membaca di pagi hari: أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم أُجِيْرَ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُمْسِي maka ia akan dilindungi ALLAAH dari Syetan sampai sore hari.”
كَانَ يَتََعَوَّذُ يَقُوْلُ : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم أو أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم3
“Adalah Nabi SAW jika membaca ta’awwudz dengan bacaan:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم
atau
أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَثَلاَثَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ وَكَّلَ اللَّهُ بِهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ حَتَّى يُمْسِىَ ، وَإِنْ قَالَهَا مَسَاءً فَمِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِحَ4
“Barangsiapa membaca di pagi hari: أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيم dan 3 ayat di akhir surah Al-Hasyr maka ALLAAH SWT menugaskan 70.000 malaikat yang mendoakannya sampai sore, jika ia membacanya sore hari akan diberikan hal yang sama sampai pagi hari”
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ وَكَّلَ اللَّهُ بِهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ قَالَهَا مَسَاءً فَمِثْلُ ذَلِكَ حَتَّى يُصْبِح ، وَإِنْ مَاتَ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ مَاتَ شَهِيْدًا ، وَمَنْ قَالَهَا : حِيْنَ يُمْسِي كَانَ بِتِلْكَ الْمَنْزِلَة ِ5
“Barangsiapa membaca saat pagi hari 3x: أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِlalu ia membaca 3 ayat terakhir QS Al-Hasyr maka ALLAAH SWT menugaskan 70.000 malaikat yang mendoakannya sampai sore hari, dan jika ia mati di hari tsb maka ia mati syahid, dan barangsiapa yang membacanya di sore hari maka ia mendapat pahala yang demikian pula.”
(BERSAMBUNG INSYA ALLAAH…)
______________________________________________________
[1] Mukhtashar Irwa’ Al-Ghalil, I/69 hadits no. 342
[2] HR Ibnu Sunni, no. 48 dari Daud bin Salik dari Yazid dari Anas RA; tidak ada yg menganggapnya tsiqah kecuali Ibnu Hibban, dan di dalam At-Taqrib dikatakan: Dia maqbul (yaitu dalam mutaba’ah)
[3] HR Ibnu Abi Syaibah, I/92 hadits no.1 dengan sanad shahih, semua rijal-nya tsiqah dan merupakan rijal Syaikhan, seandainya Ibnu Juraij tidak mudallis, namun dlm lafzh hadits ini ia benar2 menggunakan ‘an’anah.
[4] HR Tirmidzi, II/151; Ad-Darami, II/458; Ahmad, V/26; Ibnu Sunni dlm Amalul Yaum wal Laylah, no. 78; semuanya dari jalan Khalid bin Thahman, berkata Tirmidzi: Hadits ini Gharib aku tidak mengetahuinya kecuali dari bentuk ini. Berkata Ibnu Ma’in: Khalid ini dha’if, karena 10 th sebelum wafatnya ingatannya tercampur, adapun sebelumnya ia tsiqah. Berkata Adz Dzahabi: Tirmidzi tidak pernah meng-hasan-kannya. Ana men-takhrij hadits ini dan hadits berikutnya bukan untuk ber-hujjah dengannya, namun hanya untuk memperkuat hadits yg sebelumnya.
[5] HR As-Suyuthi dan di-dha’if-kan oleh Albani dlm Dha’if Al-Irwa’ no. 342; juga dlm Ta’liq At-Targhib, II/225; dan dlm Dha’iful Jami’ hadits no.5732
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI
ditunggu ya lanjutannya….