7. Membaca Do’a-do’a Yang Shahih
كَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَمْسَى قَالَ أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ قَالَ أُرَاهُ قَالَ فِيهِنَّ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ وَإِذَا أَصْبَحَ قَالَ ذَلِكَ أَيْضًا أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ
Adalah nabi SAW jika waktu sore hari berdoa: “Kami bersore hari di dalam kerajaan ALLAAH, segala puji bagi ALLAAH, tiada Ilah selain ALLAAH..” Berkata perawi: Aku merasa setelahnya beliau SAW melanjutkan dengan berdoa: “Bagi-NYA kerajaan dan bagi-NYA puji dan DIA adalah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya RABB aku memohon apa-apa yang baik yang ada pada malam ini dan apa yang ada setelahnya, dan aku berlindung kepada-MU apa-apa yang buruk yang ada pada malam ini dan apa yang ada setelahnya, ya RABB aku berlindung kepada-MU dari kemalasan dan keburukan sifat sombong, RABB aku berlindung kepada-MU dari azab yang ada di neraka, dan dari azab yang ada di kubur.” Dan jika tiba waktu pagi maka beliau SAW berdoa seperti itu dengan kata2 : “Kami berpagi hari di dalam kerajaan ALLAAH…” [1]
أَصْبَحْنَا عَلىَ فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَكَلِمَةِ الإِخْلاَصِ وَدِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ وَمِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا (مُسْلِمَا) وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Nabi SAW berdoa : “Kami berpagi hari di dalam fithrah Al-Islam, kalimah Al-Ikhlas dan agama Nabi kami Muhammad SAW, dan millah nenek-moyang kami Ibrahim yang lurus (boleh ditambah dengan: …dan muslim), dan ia (Ibrahim) bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik.”
مَنْ قَالَ : رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَ بِالإِسْلاَمٍ دِيْنًا وَ بِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةَ. وَفِي رِوَايَةٍ : ، فَأَنَا الزَّعِيْمُ لآخُذَنَّ بِيَدِهِ حَتَّى أَدْخُلَهً الْجَنَّةَ
Bersabda Nabi SAW : “Barangsiapa yg berkata: Aku ridha terhadap ALLAAH sebagai RABB-ku, terhadap Al-Islam sebagai dien-ku dan terhadap Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul.. Maka wajib atasnya Syurga. [3] Dalam riwayat yang lain: Maka aku sebagai jaminan yang akan menuntun tangannya sampai memasukkannya ke dalam Syurga” [4]
عَنْ جُوَيْرِيَةَ : أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وَهِيَ فِي مَسْجِدِهَا ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَى وَهِيَ جَالِسَةٌ فَقَالَ مَا زِلْتِ عَلَى الْحَالِ
الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا قَالَتْ نَعَمْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Dari Juwairiyyah RA berkata : Sesungguhnya Nabi SAW pergi dari sisinya pada suatu pagi saat tiba waktu shalat Shubuh, saat Juwairiyyah berada di tempat shalatnya, lalu beliau SAW kembali setelah tiba waktu Dhuha dan Juwairiyyah masih duduk di tempatnya. Maka Nabi SAW bertanya : “Apakah kamu masih disana,
melakukan urusanmu dari sejak aku tinggalkan kamu tadi..?” Maka ia menjawab : Benar. Maka bersabda Nabi SAW : “Sungguh aku telah berkata setelah meninggalkanmu tadi hanya 4 kalimat saja, diulang 3x, tetapi seandainya ia ditimbang dengan apa yang engkau baca sejak tadi sampai sekarang ini niscaya ia
mampu menyamainya, yaitu (bacaan): Maha Suci ALLAAH dengan memuji-NYA, sebanyak makhluk-NYA, seridho diri-NYA, seberat ‘Arsy-NYA, dan sepanjang kalimah-NYA.” [5]
مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُوْلُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَ مَسَاءٍ كُلَّ لَيْلَةٍ : بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَلاَ يَضُرُّهُ شَيْءٌ
Bersabda Nabi SAW : “Tidaklah ada seorang hamba yang membaca pada pagi hari dan sore hari setiap hari doa ini : Dengan nama ALLAAH yang bersama nama-NYA tidak bisa memadharatkan sesuatu apapun di bumi dan di langit, dan DIA Maha Mendengar dan maha Mengetahui. Dibaca 3x tidak bisa memadharatkannya sesuatu apapun.” [6]
يَا أَيُّهُا النَّاسُ اتَّقُوْا هَذَا الشِّرْكَ فَإِنَّه أَخْفَى مِنْ دَبِيْبِ النَّمْلِ . فَقَالَ لَهُ مَنْ شَاءَ اللهُ أَنْ يَقُوْلَ وَكَيْفَ نَتَّقِيْهِ وَهُوَ أَخْفَى مِنْ دَبِيْبِ النَّمْلِ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: قُوْلُوا: اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُهُ
Bersabda nabi SAW : “Wahai sekalian manusia, takutlah kalian dari syirik ini karena ia lebih halus dari langkah semut.” Maka berkatalah salah seorang yang dikehendaki ALLAAH : Wahai RasuluLLAAH, bagaimana kami bisa selamat darinya sedangkan ia lebih halus dari langkah semut..? Maka jawab Nabi SAW : Ucapkan oleh kalian : “Ya ALLAAH sesungguhnya kami berlindung kepada-MU dari menyekutukan-MU sedikitpun yang kami ketahui dan kami memohon ampun atas berbuat syirik yang tidak kami ketahui.” [7]
خَوْلَةَ بِنْتَ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ تَقُولُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ
حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
Khaulah binti Hakim As-Sulamiyyah berkata: Aku mendengar nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yg datang ke suatu tempat lalu berdoa : Aku berlindung dg kalimah ALLAAH yg Maha Sempurna dari kejahatan makhluq-NYA.” Maka tidak akan memadharatkannya sesuatu apapun sampai ia pindah dari tempat itu. [8]
فَكُنْتُ أَخْدُمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نَزَلَ فَكُنْتُ أَسْمَعُهُ كَثِيرًا يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ
الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Aku membantu Nabi SAW jika ia pergi ke suatu tempat, maka aku mendengar beliau SAW banyak membaca : “Aku berlindung kepada-MU dari kesulitan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari kekikiran dan pengecut, dan dari lilitan hutang dan paksaan orang.” [9]
(BERSAMBUNG INSYA ALLAAH…)
———————————————————————–
[1]. HR Muslim, XIII/253, hadits no. 4901
[2]. HR Nasa’i, dlm Amalul Yaumi wal Laylah, (I/133); juga kitab yg sama tulisan Ibnu Sunni (XII/32); Ad-Darami, II/292; At-Thabrani dlm Ad-Du’a, II/926; Ahmad, III/407; Ibnu Abi Syaibah, dlm Al-Mushannaf, IX/71; di-shahih-kan oleh Albani dlm Ash-Shahihah, VI/488 hadits no. 2989
[3]. HR Abu Daud, hadits no. 1529; di-shahih-kan oleh Albani dlm Ash-Shahihah, I/589
[4]. HR Al-Mundziri, dlm At-Targhib, I/229; Al-Haitsami dlm Al-Majma’, X/116; di-shahih-kan oleh Albani dlm ash-Shahihah, VI/421
[5]. HR Muslim, XIII/258, hadits no. 4905
[6]. HR Ibnu Majah, hadits no. 3869; Turmudzi, hadits no. 3388; Abu Daud, hadits no. 5088; di-shahih-kan oleh Albani di beberapa kitabnya, spt dlm Takhrij Al-Mukhtarah, no. 291-292, At-Ta’liiq Ar-Raghiib, I/226-227
[7]. HR Ahmad, XL/98 hadits no. 18.781; Ibnu Abi Syaibah, VII/88; di-shahih-kan oleh Albani dlm Shahih At-Targhib wat Tarhib, I/9 hadits no. 36
[8]. HR Muslim, XIII/231, hadits no. 4881; juga di beberapa tempat di kitabnya
[9]. HR Bukhari, X/21, hadits no. 2679
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI
ustadz, bukankah do’a itu tidak harus berdasarkan hadits shahih?
kecuali dzikir, baru harus berdasarkan hadits shahih.
mohon pencerahannya..
Ikuti saja artikel itu belum habis akhi, jawabannya sudah ada di edisi terakhir..