4. MEMBACA AKHIR SURAT AL-BAQARAH :
بَاب فَضْلِ الْفَاتِحَةِ وَخَوَاتِيمِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ وَالْحَثِّ عَلَى قِرَاءَةِ الْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ الْبَقَرَةِ
Dalam Shahih Muslim terdapat bab berjudul: Keutamaan surah Al-Fatihah, akhir surah Al-Baqarah dan anjuran Membaca 2 Ayat Terakhir surah Al-Baqarah. [1]
فَأُعْطِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثًا أُعْطِيَ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ وَأُعْطِيَ خَوَاتِيمَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ وَغُفِرَ لِمَنْ لَمْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ مِنْ أُمَّتِهِ شَيْئًا
“Maka Nabi SAW diberikan 3 hadiah: Shalat 5 waktu, akhir surah Al-Baqarah, dan ampunan bagi yang tidak berbuat syirik kepada ALLAAH sedikitpun dari umatnya.” [2]
بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ هَذَا بَابٌ مِنْ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ فَقَالَ هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ فَسَلَّمَ وَقَالَ أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ
“Ketika Jibril duduk disisi Nabi SAW, terdengarlah suara dari atas mereka, maka (Jibril-pun) mengangkat kepalanya, dan berkata: Ini adalah sebuah pintu di langit yang baru dibuka pada hari ini dan belum pernah dibukakan kecuali pada hari ini. Maka turunlah seorang malaikat, maka (Jibril-pun) berkata lagi: Ini adalah Malaikat yang diturunkan ke bumi, yang belum pernah sekalipun diturunkan kecuali pada hari ini, maka (malaikat tersebut) mengucapkan salam, lalu berkata: Bergembiralah (wahai Muhammad) dengan 2 cahaya yang diberikan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang nabipun sebelummu, yaitu surah Al-Fatihah dan akhir dari surah Al-Baqarah, tak seorangpun yang membacanya, kecuali setiap hurufnya akan diberikan padanya (cahayanya).” [3]
مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Barangsiapa yang membaca 2 ayat terakhir surah Al-Baqarah di malam harinya, maka akan mencukupinya”. [5]
_________________________________________________________________________________________________
[1] HR Muslim, Kitab Shalat Musafir dan Qasharnya, Bab Keutamaan Al-Fatihah, Akhir Al-Baqarah dan 2 Ayat Terakhir surat Al-Baqarah, IV/233
[2] HR Muslim, Penyebutan Sidratil Muntaha, I/405, hadits no. 252
[3] HR Muslim, IV/234 hadits no. 1339
[4] HR Bukhari, bab Keutamaan surat Al-Baqarah, XV/413 hadits no. 4624
[5] Sebagian menafsirkan makna mencukupi: untuk melindunginya dari keburukan di malam tersebut, sebagian lagi mengartikannya: Mencukupi dari Qiyamu Layl.
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI