Seandainya Kehendak kita Merdeka..??

6/1/2010 | 19 Muharram 1431 H | 599 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

logo ikhwan3Risalah dari: Muhammad Mahdi Akif – Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 24-12-2009

Penerjemah:

Abi ANAS

_______

Segala puji bagi Allah, salawat dan salam ditujukan kepada Muhammad bin Abdullah, Nabi yang tulus dan selalu menepati janji, beserta keluarganya dan para sahabat dan pengikutnya dan para pengikut mereka dalam kebaikan hingga hari pembalasan,dan selanjutnya ..

Adalah merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu mengalami sakit meletakkan tangannya ditempat yang sakit; sehingga dapat memulai melakukan langkah pengobatan; begitu pula dalam kehidupan berbangsa, jika ada suatu penyakit, maka menjadi kewajiban bagi setiap individu untu menganalisa penyakit tersebut lalu  bangkit darinya, lalu menjadikan keyakinannya sebagai keniscayaan menggapai kemajuan, lalu beralih menjadi motivasi sehingga mampu menampakkan keberaniannya untuk berhadapan dengan berbagai penyakit yang menjangkiti tubuhnya; mengubah satu tubuh menjadi tercerai berai tanpa disadari , lalu penyakit tersebut menjalar kedalam satu  tubuh setiap bangsa dan merusak sel dan jaringan lainnya.. bukankah kondisi umat seperti ini karena Allah ? Berbagai negara saling berperang .. Rezim yang saling bertikai dan bertengkar.. dan Pemerintahan yang selalu menghancurkan dan melumat hak asasi manusia dan mengoyak dada serta merampas berbagai sumber daya alamnya… berbagai bangsa yang mengoyak tubuh mereka sendiri akibat pertikaian dan persekongkolan hingga terjadi penyerangan dan pemboman.

Bahwa setiap jiwa yang memperhatikan realita ini akan memunculkan spirit yang hilang dari umat ini atau sengaja dihilangkan pada sisi lain…yaitu  semangat memiliki kehendak untuk bebas dan mendorong setiap umat untuk hidup, walaupun yang dimaksud dengan kehidupan adalah bukan sekedar makan, minum dan memiliki keturunan (reproduksi), namun yang dimaksudkan disini  adalah kehidupan secara manusiawi yang memandang manusia sebagai pusat alam semesta Allah berfirman:

اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنْ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنْ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمْ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَسَخَّرَ لَكُمْ الأَنهَارَ. وَسَخَّرَ لَكُمْ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمْ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ. وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوه وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Ibrahim:32-34)

Allah-lah yang telah mengendalikan segala sesuatunya;  menghidupkan dan mengatur berbagai kosa kata yang ada disekitarnya dengan keputusan tepat  dan pilihan akurat serta selalu mendapatkan perlindungan Allah, bahkan sampai pada hubungan yang erat  kepada Allah SWT seperti berfirman:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Untukmu agamamu dan untukku agamaku” (Al-Kafirun:6)

Bahwa kehendak yang kita inginkan disini adalah yang bersumber dari keimanan hakiki dengan nilai kemanusiaan yang telah dimuliakan Allah dan diciptakannya, saat berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلاً

“Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (Al-Isra:70)

Tujuannya adalah untuk mengekplorasi beragam potensi manusia  pada saat menjalin hubungan dan komunikasi antar sesama …

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujurat:13) menghadapi  panjangnya perjalanan hidup..

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ الأَرْضَ ذَلُولاً فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”. (Al-Mulk:15) dan menggapai berbagai ilmu pengetahuan…

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الأَلْبَابِ

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (Az-Zumar:9)  meluruskan berbagai tindak kezhaliman, penindasan, permusuhan dan kediktatoran…

وَلَمَنْ انتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُوْلَئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ

“Dan Sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka”. (As-Syura:41)

Merampas Kehendak

Tidak ada keraguan tentunya bahwa para pengintai berusaha dengan berbagai skenario merampas kehendak umat Islam sebagaimana melalui berbagai cara dan sarana yang dapat mereka lakukan; sehingga memustahilkan semua bangsa para perampas menarik energi mereka dalam sebuah ketentuan yang tak terbatas.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika terjadi pembiusan terhadap umat yang telah dipersatukan oleh panji-panji Islam, dan menggerakkannya untuk berteriak “wa islamah” yang berasal dari seorang wanita muslimah dari negara Islam yang luas kemudian membangkitkan responsif khalifah  tanpa memandang ras, keturunan, dan bangsa wanita tersebut!.

Sebagaimana tidak mengherankan pula bila keinginan keluarga dari umat Islam yang ditemukan acuh tak acuh; pada saat tangan-tangan bangsa zionis berusaha menghancurkan masjid Al-Aqsha, sebagai kiblat pertama dan kota suci ketiga umat Islam dan tindakan Umar bin Khattab mewakafkan masjid ini kepada umat Islam untuk membuat semua umat memiliki tanggungjawab dan amanah hingga hari pembalasan.

Dan ketika terjadi hubungan keinginan ini maka terjadi pula perbedaan prioritas lalu menjadi seorang yang individualis daripada kebersamaan, berkurang kesetiaannya terhadap tanah air, dan menurunkan rasa tanggung jawab terhadapnya, lalu tumbuh penyakit saling menjilat, kemunafikan dan memeras, mematikan benih-benih komunikasi antara sesama manusia; lalu tumbuhlah ditengah mereka berbagai penyakit masyarakat lalu menjerumuskan umat pada berbagai sebab kemunduruan akan kehendak dan keinginan palsu, sebagaimana menyebar pula secara luas berbagai tindak korupsi dan kerusakan dengan berabgai macam corak, warna dan bentuknya, dimulai dari rusak moral hingga pada rusaknya tatanan hubungan sosial antara sesama manusia

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Ar-Ruum:41)

Bahwa setiap bangsa yang terampas kehendak dan keinginannya tidak akan mampu melakukan apa-apa kecuali tindakan dan perbuatan yang mengarah pada keinginan perampas bukan karena keinginannya sendiri, karena itu geraknya selalu terkungkung dengan logika yang tidak masuk akal terhadap hakikat yang menyesatkan, berdiri dibelakang thagut..

أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

“Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (menda’wakan dirinya) bersih”. (An-Naml:54)

Namun sekalipun demikian kondisinya,  sejarah telah menampakkan kehendak lainnya, masih ada satu kelompok yang mampu memperlihatkan tanggungjawabnya terhadap nabib umat; terjadinya intifadhah untuk memerdekakan kehendak dan keinginannya, dan menjadikan masa depannya adalah milik mereka bukan milik masa depan para thugat adalah bukti adanya kehendak umat untuk merdeka secara nyata..

وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ

“Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang Amat buruk”. (Al-Mu’min:45),

Dan Allah tidak memaafkan dosa orang yang merasa dirinya lemah sehingga menganggap remeh akal dan keinginannya sendiri; karena hal tersebut merupakan indikasi akan kemunduran manusia secara keseluruhan..

فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ فَأَطَاعُوهُ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا فَاسِقِينَ

“Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan Perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. karena Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik”. (Az-Zukhruf:54)

Neo-kolonialisme

Bahwa adanya neo-kolonialisme telah menjadi bahaya laten pada tubuh umat Islam, karena para koloni dengan leluasa melakukan tindakan yang sesuai dengan keinginan mereka, dan menayadari sepenuhnya bahwa membatasi gerak dan langkah umat Islam adalah satu-satunya jaminan untuk kelanjutan dan keberlangsungan serta pertumbuhan potensi yang dimilikinya, bahkan neo-kolonialisme ini telah menjadi yang paling berbahaya dari segala bentuk kolonialisme sepanjang sejarah dan kesaksiannya; karena bertujuan mewujudkan kehendaknya dengan berbagai macam cara:

- Karena dengan kehendaknya seseorang dengan mudah meletakkan senjata dihadapan dan di wajah saudaranya; hanya dengan alasan untuk memerangi terorisme lalu membunuhnya tanpa belas kasihan, dan tidak ada perbedaan antara yang bersalah dan tak berdosa, atau antara anak-anak dan lansia.

- Dan dengan kehendaknya pula ada tangan yang rela menekan tombol bom peledak untuk memberikan kemenangan bagi oposisi atas pemerintah dalam satu negara yang dipaksa oleh penjajah dan tidak mampu menaklukkan semangat perpecahan.

- Dengan kehendaknya pula terjadi kesepakatan perjanjian untuk menyalurkan minyak dan gas bumi, konstruksi dan pariwisata kepada musuh; sementara ada saudara kita dari umat Islam yang mengais makanan di bukit-bukit sampah yang tinggi, dan mencari sesuatu yang dapat menutupi auratnya!.

- Dengan kehendaknya juga mampu memobilisasi masyarakat di balik pertandingan sepak bola atau perlombaan tarik suara untuk membela dirinya sendiri dalam pertempuran yang semu dan menambah realitas kekalahan yang keras dan pahit.

- Dengan kehendaknya perbedaan mazhab menjadi perang yang sengit dan menyeret umat berpecah belah, memunculkan medan permusuhan yang hakiki hanya untuk menikmati dirinya sendiri dipermalukan, dirampas, dilukai hatinya, tanah airnya dan tempat sucinya.

- Begitu pula dengan kehendaknya seluruh umat puas menjadi saksi dan penonton pada musuh yang mengepung Gaza yang terpisah dengan Palestina dari tubuh umat, tidak ada sedikitpun dari belahan dunia yang mau bergerak dan bangkit, dan lebih parah lagi adalah ada diantara mereka berpartisipasi dalam melakukan pengepungan musuh dan memberikan amunisi lengkap dengan memperkokoh dinding dan memperkuat blokade.

Sungguh umat ini telah mengalami titik terlemah, terpecah belah, tercerai berai, tercabik-cabik, saling berperang dan terblokade, dihancurkan dan ditangkap, diadili dan dikenakan sanksi tanpa alasan yang benar, dan dijerumuskan ke penjara dan bahkan diantara mereka ada yang tidak berhak mendapatkan kompensasi, dan layak untuk mendapatkan label/ sebutan (dunia ketiga) di dalam dunia yang tidak memiliki dunia kedua, setiap hari terjadi perubahan kehendak dari kemerdekaan pada ketergantungan.

Menuju Perubahan

Bahwa saat ini yang dibutuhkanadalah sebuah revolusi perubahan yang muncul pada setiap jiwa untuk bisa mencapai kehendak dalam mengontrol kemerdekaan, dan telah tiba saatnya memberikan jaminan pada manusia kemanusiaan dirinya, Imam Syahid Hasan Al-Banna semoga Allah merahmatinya ketika memetakkan gambaran umat yang memiliki potensi untuk bangkit dengan memberikan karakter utamanya

إرادة قوية لا يتطرق إليها ضعف

Keinginan yang kuat yang tidak pernah terbetik rasa lemah.

Bahwa semangat perubahan bukanlah wahyu yang turun dari langit, dan bukan pula sebuah pembangkangan seperti yang dilakukan oleh para penyihir dan penipu, namun ia merupakan benih yang ditanam oleh tangan orang-orang yang memiliki cita-cita untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan tanah airnya dan kesadaran akan nilai Kemanusiaan yang mulia, dan benih ini tidak akan tumbuh kacuali ketika dierami dalam rahim yang menginginkan lahirnya perubahan ..

إِنَّ اللهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Ar-Ra’ad: 11).

Kalian wahai para Ikhwan…

Wahai ruh yang mengalir di tubuh umat untuk menghidupkan dan memerdekakan kehendaknya…

Wahai cita-cita yang terus berjuang melawan penindasan, kekerasan, kezhaliman dan tirani…

Wahai tentara yang berada di benteng kehidupan dan berusaha menggapai hari esok yang gemilang…

Ketahuilah bahwa cita-cita yang menjadi harapan kalian adalah banyak, dan tugas untuk melawan waktu terutama setelah terjerumus pada kehidupan yang begitu cepat berlalu namun berat bebannya, karena itu jadilah sebagai pembawa tanggung jawab dan persiapkanlah diri kalian untuk membawa amanah yang tidak mampu dibawa oleh siapapun kecuali oleh mereka yang telah dianugrahkan Allah sifat dan karakter tertentu..

مِنْ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)”. (Al-Ahzab:23)

Ketahuilah bahwa Ikhwanul Muslimin tidak memonopoli kebenaran dan tidak angkuh padanya, namun mereka bergerak di jalannya, dan serius mencarinya, membawanya sebagai benetuk kabar gembira untuk seluruh umat manusia, dan bahkan rela mengorbankan jiwa mereke, dengan harapan melalui dakwah yang mereka emban mampu membuka akal fikiran dan diterima oleh hati.

Karena itu, janganlah kalian terbebani dengan adanya perselisihan perioritas dalam diri umat terhadap pemimpin kalian yang terjerumus dalam keputus asaan, cemas dan kehinaan, karena tidak akan berputus asa dari ruh Allah kecuali orang-orang kafir.

Tetaplah kalian pada jalan menuju kehendak dan keinginan kalian dengan penuh kesabaran karena tidak akan terwujud suatu perubahan kecuali dengannya, dan tidak ada yang kekal kecuali Allah SWT, dan berbekallah dengan pertolongan Allah; melalui dzikir dan wirid Al-Qur’an kalian, bersungguh-sungguhlah dalam memohon ridha-Nya; sehingga dapat mewujudkan kehendak kalian pada arah robbani; saatnya kita berikan ke dalam dada manusia untuk mau berubah dan melakukan perubahan yang independen dan merdeka dari berbagai ketergantungan, dan bebas dari segala keterkekangan ..

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ . بِنَصْرِ اللهِ يَنصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ . وَعْدَ اللهِ لا يُخْلِفُ اللهُ وَعْدَهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

“Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjinya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (Ar-Ruum:4-6)

Dan akhir dari doa kami adalah pujian hanya milik Allah, dan Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 6/1/2010 / 19 Muharram 1431 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

1 Message

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »