Risalah untuk Para Pemimpin dan Penguasa; Wahai Umat Islam, Bangkitlah!

1/4/2008 | 24 Rabbi al-Awwal 1429 H | 1,477 views
Oleh: DR. Muhammad Mursi
Kirim Print

jihad1.jpg

DR. Muhammad Mursi, Anggota Maktab Al-irsyad Jama’ah Al-ikhwan Al-Muslimun

كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بالله

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. (Ali Imran:110)

Al-hamdulillah wasshalatu wassalam ala Rasulillah wan waalah…

Saat ini sedang dilaksanakan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-negara arab, di Damaskus, Syiria.. dan sebelumnya telah banyak terjadi berbagai peristiwa di belahan negeri Arab dan Islam, dan telah banyak dibicarakan pula seputar kerja yang sia-sia terhadap hasil konferensi sebelumnya dan siapakah pejabat yang akan hadir pada acara tersebut dan dari tingkat perwakilan apa peserta konferensi yang ikut serta pada acara tersebut…

Mungkin secara mudah dan sederhana kita bisa membaca berita tentang peristiwa yang terjadi secara global, nasional dan lokal di negara-negara arab terutama tentang perang yang terjadi hingga sekarang.

Pertama : Sekalipun pasukan perlawanan berkeinginan menghalangi proyek Amerika yang berambisi menguasai dunia, khususnya Timur Tengah, namun mayoritas negara yang terdapat di lokasi tersebut masih –dengan suka rela yang tinggi mengekor terhadap pemilik proyek tersebut- tunduk pada perintah dan arahan tuan pemilik white house dan sekutu-sekutunya dari kelompok garis keras kanan Amerika Zionis dan ketaatan negara-negara –yang lemah azimahnya oleh karena jauh dari bangsanya sendiri- melaksanakan agenda politik yang sesuai dengan agenda politik Washington dan Tel Aviv tanpa ada ragu dan rasa malu walaupun politik ini sama sekali tidak memberikan kemaslahatan yang hakiki sedikitpun terhadap pelaksana apalagi warganya, ditambah lagi bahwa itu semua berbenturan dengan keinginan warga masyarakat local di Negara-negara tersebut dan umat di seluruh dunia.

Kedua: Sekalipun pasukan zionis yang keji pondasinya lemah dan keberadaannya tidak kokoh dan tidak memiliki kemampuan untuk bertahan lama karena ada faktor-faktor sejarah dari sisi kepunahan secara natural dan model permusuhannya yang bertentangan dengan kemanusiaan secara umum, dan bertentangan dengan bangsa Arab dan umat Islam secara khusus, namun sistem-sistem dan rezim yang tidak bersandarkan syar’i bagi bangsanya dan ketidak mampuannya mewujudkan kemaslahatan bagi warga Negara dan bangsanya, sehingga berfikir beribu kali untuk memberikan peringatan dan melakukan tindakan terhadap kejahatan mereka, bahkan takut terhadap amarah musuh dan kemurkaannya, sehingga justru lebih rela meraih kehendak mereka, dan bahkan berlari kencang menyambut kedatangannya dan bertekuk lutut dihadapannya sehingga kebanyakan kita tidak dapat menjumpainya, dan mereka terus berlari dan bertekuk lutut menuju kedustaan yang hampa yang ditunjukkan oleh zionis yang dzalim –dan sepanjang sejarah- melanggar hak asasi manusia yang didengungkan pada setiap pertemuan yang mereka adakan didalamnya. Hal tersebut karena konspirasi, tipu daya dan muslihat serta permusuhan mereka yang menggurita hingga merasuk ke dalam tubuh para penguasa arab sekalipun melanggar hak asasi manusia dan yang lainnya.

Ketiga: Sekalipun harakah warga dan kebangkitannya saat ini tampak jelas dan gamblang, dan memuncak keinginannya dari hari kehari melawan kedzaliman, melawan orang-orang dzalim, melawan penjajahan dan perampasan dan untuk mempertahankannya jalan tersebut harus dengan harga yang sangat mahal dari ruh dan jiwa generasi muda mereka dan bahkan kehormatan para wanitanya…

Semua itu menunjukkan bahwa:

1. Perlawanan yang suci dan terus menerus di Palestina akan terus berkobar guna menghentikan kedzaliman dan permusuhan zionis dan sekutu-sekutunya serta konco-konconya dari bangsanya sendiri dengan cara memata-matai, masuk pada satu pintu dan bahkan banyak pintu, sehingga dengan izin dan pertolongan Allah selalu mendapatkan kemenangan. Mereka adalah pasukan perlawanan dan para mujahidin yang membuat resah waktu tidur para zionis dan membuat marah presiden Amerika yang penipu dan angkuh.

2. Perlawanan warga yang ikhlas di Iraq yang mengarahkan senjatanya kepada pasukan musuh penjajah guna mempertahankan negeri dan kehormatan mereka, sementara mereka (para musuh) mempertahnkan jiwa dengan membawa senjata –saking bodohnya- menyerang kawannya sendiri dan teman senegaranya sendiri..betapa banyak dari pasukan perlawanan ini yang masih memiliki berpengaruh dan kuat sehingga membuat putus asa para agresor Amerika dan menenggelamkan mereka pada lumpur tanah padang pasir dan darah oleh perbuatan tangan mereka sendiri, sehingga yang mereka dapatkan hanyalah kerugian dengan beribu-ribu kerugian, sesuatu yang tidak terduga dan belum pernah dipersiapkan sebelumnya baik berupa penjelasan dan keputusan.. dan juga membuat pasukan agresor down lalu mencari jalan keluar meninggalkan kancah peperangan..namun hal itu nihil dan nihil belaka, sehingga tidak mustahil kerugianpun akan terus melanda mereka.

Dan kami sampaikan, dari ini semua dan dari kejadian yang lainnya, kami berpendapat –dan sungguh menakjubkan- bahwa para penguasa, pejabat dan pemimpin yang menutup diri memberikan bantuan terhadap para pelaku perlawanan menginginkan kemerdekaan dan kebebasan, dan bahkan mereka yang melakukan perlawanan ada yang dikepung, diisolir dan ditangkap bahkan diperlakukan dengan cara tidak baik dan buruk, hanya untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh pemimpin Amerika dan zionis, dan tunduk kepada kehendak dan kemauan mereka, tunggulah saatnya bahwa pertolongan dan bantuan Allah pasti akan datang dan tentunya waktu sudah dekat..!!

Keempat : Warga saat ini bergerak dan ingin berdiri di samping orang yang memimpinnya menuju cerahnya peradaban Arab dan Islam, dan niscaya harakah ini akan terus berkembang, dan kebangkitan terus bergejolak bahkan tampak kokor dan mengakar di dalam tubuh umat… seperti yang kami pantau dalam peran serta dan kontribusi mereka dalam politik, peran serta warga dan masyarakat yang begitu antusias untuk memilih kelompok yang menginginkan kemerdekaan dan mengakhiri kedzaliman dan dengan semangat yang tinggi –dan Allah berada dibalik semua ini- mengkuti kancah perlawanan dalam rangka mewujudkan kemaslahatan bersama bagi umat, dan dengan penuh kesabaran menghadapi ujian dan cobaan.

Semua itu adalah datang berupa dukungan yang kuat dari warga negara dan para simpatisannya, walaupun ujian terus berdatangan terhadap mereka dan pasukan perlawanan yang mereka dukung, mereka tetap teguh bertahan dan sabar menanggung beban walaupun harus dengan mengorbankan jiwa dan harta mereka, mereka tetap tegar menghadapi segala ujian dan cobaan, sehingga terus meninggi dan berkibar bendera kebenaran dan tampak nilai-nilai dan loyalitas terhadap kebenaran yang mereka yakini…namun ironisnya dan ini yang lebih pahit lagi, bahwa para pejabat –oleh karena ambisi kekuasaan dan kursi jabatan serta pandangan yang sempit-, sekali lagi, mereka berusaha menghentikan usaha perlawanan yang dilakukan bangsa dan warganya sendiri …sehingga mereka tega membunuh warganya sendiri dan merobek-robek dan mencabik-cabik hati dan jiwa mereka, mereka turut membunuh seperti halnya yang dilakukan oleh anak keturunan kera dan babi serta srigala zionis dan pejabat Amerika yang keji.

Kelima: Bertumpahannya darah-darah suci dari para pemimpin pasukan perlawanan yang mengikat diri dengan janji demi meinggikan bendera kebenaran dan memperbaiki kondisi diri dan jiwa…sehingga tampak lembaga-lembaga internasional tidak memiliki harga sama sekali karena diam seribu bahasa atas tindakan kejam zionis … dan pada akhirnya rakyatpun membayar lagi dengan harga yang mahal walaupun -insya Allah- ganjarannya adalah kebaikan baik di dunia dan di akhirat… namun –sekali lagi- para pejabat, pemimpin dan penguasa negara-negara arab dan Islam membayarnya dengan harga lain, yang tampak di wajah mereka ketakutan, kegundahan dan kepanikan. Niscaya ganjaran untuk mereka adalah ketidak nyamanan dan ketidak ketenangan di dunia, sementara di akhirat kealk, Allah akan memutuskan hukum dan memisahkan antara mereka –pasukan perlawanan yang suci- dengan yang melakukan kedzaliman, kekejian dan kerusakan di muka bumi, dan pada akhirnya mereka tidak mendapatkan kebaikan baik di dunia mereka sementara di akhirat akan dimintakan dan pertanggungjawaban dihadapan Allah alasan mempertahankan diri dan memerangi warganya sendiri.

Jadi sekarang, siapakan yang mendapatkan keuntungan: musuh yang mendapatkan keberuntungan di dunia dan lari dari tanggung jawah namun mereka tetap terhina dan lari dari medan perang sementara di alam akhirat mendapat azab yang pedih??

Ringkasnya adalah:

Wahai para peserta konferensi; baik mereka yang hadir saat ini dan yang tidak hadir, dan para pemutus hubungan, bahwa apa yang kalian miliki dan lakukan sebelumnya jadikanlah pelajaran. Adapun yang terjadi saat ini yang kalian hidup di dalamnya, dan kalian menyaksikannya dan disaksikan oleh seluruh manusia,maka ambillah pelajaran darinya!
Dari perkara manakah dari dua perkara yang kalian lari; Dari musuh kalian dan musuh bangsa kalian –dan Allah juga demikian- atau dari penyesalan yang besar dan pada saat itu tidak ada manfaat suatu penyesalan sedikitpun.

• Bangkitlah wahai para pemimpin yang mulia, dan kembalilah kepada Tuhan kalian… kembalilah kepada bangsa kalian…

• Perbaikilah kondisi kalian terhadap Allah dan bertaqwalah kepada-Nya…

• Perbaikilah sikap kalian terhadap bangsa kalian sendiri dan berbuat adillah kepada mereka…

• Perbaikilah sikap kalian terhadap musuh kalian dan musuh umat kalian, dan larilah dari mereka dan bersatulah, dan kami tidak akan menyeru kalian selamanya pada perang yang lebih mengerikan kecuali kepada persatuan umat yang semakin berat untuk mencapainya, dan niscaya -dengan karunia Allah yang mulia- akan kalian dapatkan kebaikan -jika kalian jujur-.. dan jadilah tauladan niscaya mereka akan ikut bersama kalian…

• Perbaikilah hubungan sesama kalian, sehingga akan hina dunia dihadapan kalian, jika kalian melakukannya maka kemenanganpun akan bersama kalian dan umat kalian..

• Perbaikilah pondasi kalian..niscaya dia akan menjadi penolong dan sandaran kalian…

• Zuhudlah terhadap jabatan niscaya karenanya kalian akan mendapat kemuliaan dan keberuntungan…

• Persiapkan dan bersiap siagalah… dengan menyebarkan keadilan dan kebenaran walau pada diri dan keluarga kalian, dan janganlah bergantung pada kekuatan musuh kalian niscaya kalian akan mendapat ampunan dan mendapat kemuliaan…

• Dan ketahuilah bahwa negeri kita yang besar yang telah Allah anugrahkan dan titipkan kepada kita, yang di dalamnya terdapat kebaikan dan kekayaan yang berlimpah sehingga mampu –jika memiliki niat yang bagus, jiwa yang bersih dan penguasa yang jujur- cukup untuk memberikan kepuasan untuk semua warga, dan saling tolong menolonglah pada kebaikan niscaya akan kembali kekuatan dan peradaban cemerlang dan bersinar melebihi umat lainnya..

Inilah risalah kami dari rakyat jelata; laki-laki, anak-anak dan wanita… untuk kalian wahai para pemimpin kami…

Maka apakah kalian akan membuka telinga untuk mendengar dan membuka hati untuk menerima dan berlapang dada… kami berharap itu semua terdapat kebaikan, dan hanya Allah yang memiliki kemuliaan dan kedigdayaan…

Dan dibalik itu semua ada Allah dan Dialah yang memberi petunjuk pada jalan yang lurus.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 1/4/2008 / 24 Rabbi al-Awwal 1429 H, dalam rubrik Akhbar Ikhwan, Tsaqafah Islamiyah. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.

« sebelumnya
sesudahnya »