
Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun, 21-03-2008
Penterjemah : Abu Ahmad
____
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw, beserta keluarga, sahabat dan mereka yang mengikuti jejak langkah Nabi dengan baik hingga hari pembalasan
Allah telah menciptakan dunia dan menyerahkannya kepada manusia untuk diekplorasi dan dimanfaatkan, dan menjadikan matahari sebagai lampu yang terang benderang, mengirimkan sinar secara adil dan merata kepada seluruh manusia, dan tidak ada seorangpun yang mampu menutup cahayanya atau mencegah sinarnya dari manusia, tumbuh-tumbuhan atau hewan
Dan Allah memilih Muhammad saw sebagai rasul dan nabi; sebagai penutup para nabi dan para rasul, dan menjadi pembawa cahaya yang menerangi hati dan menyinari jiwa… “Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi”. Al-Ahzab : 45-46). Dan Rasul saw. “Terhadap orang-orang yang beriman sangat santun dan sayang”. (At-taubah : 128), juga pembawa rahmat bagi sekalian alam, “Dan tidaklah Kami utus engkau kecuali sebagai rahmat sekalian alam”. (Al-Anbiya : 107), oleh karena itu diantara syi’ar jamaah al-ikhwan al-muslimun adalah “Rasul tauladan kami, Rasul adalah pemimpin kami”
Tentunya, kita telah beriman kepadanya tanpa ada keraguan dan perselisihan di dalamnya, dan meyakininya dengan keyakinan yang mantap dan kuat daripada gunung sekalipun, dan lebih dalam dari lubuk hati yang ada dalam jiwa, karena itu tidak ada sedikitpun dalam jiwa kecuali fikrah yang satu yaitu yang dapat menyelamatkan dunia yang sedang terancam kehancuran, memberikan arah kepada manusia yang sedang kebingungan, dan memberi petunjuk ke jalan yang satu dan lurus, yang dengan itu manusia berhak untuknya berkorban dalam memproklamirkan dan menyebarkan kabar gembira.. fikrah tersebut adalah Islam yang bersih dan murni; yang tidak ada kebengkokan dan penyimpangan di dalamnya, dan yang tidak ada kejahatan dan kemungkaran serta tidak akan sesat orang yang mengikutinya “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu”. (Al-Maidah : 3)
Sikap Islam terhadap kaum minoritas
Sebagian orang mungkin ada yang menyangka bahwa berpegang teguh kepada Islam dan menjadikannya sebagai prinsip hidupnya menafikan keberadaan minoritas non muslim di tengah umat Islam, menafikan kesatuan diantara unsur-unsur keumatan, padahal yang demikian merupakan pondasi yang kuat dari salah satu pondasi kebangkitan pada masa saat ini. Namun pada hakikatnya tidak demikian; karena Islam yang telah dipilihkan oleh Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui, Maha Mengetahui umat dahulu, umat yang sekarang dan umat yang akan datang, Maha Mengetahui akan hakikat tersebut dan menentukan keputusan pada sebelumnya, yang mana hal tersebut sangat jelas dan gamblang dengan dalil-dalil yang tidak ada keraguan dan tidak membutuhkan reenterpretasi, diantaranya:
1. Karena Allah menjadikan kesatuan manusia secara umum sebagai sesuatu yang disucikan dan bahagian dari penciptaan manusia “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujurat:13) dan Nabi saw juga menegaskan akan kesatuan tersebut dalam sabdanya : “Kalian semua adalah anak keturunan nabi Adam, dan nabi Adam diciptakan dari tanah”.
2. Bahwa Al-Quran Al-Karim secara menyeluruh dalam nashnya yang terang memeruntahkan untuk berbuat baik kepada kaum minoritas dan toleransi terhadapnya serta mewujudkan keadilan di dalamnya, Allah berfirman : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil”. (Al-Mumtahanah:8), oleh karena itu Islam menjadikan persatuan sebagai karakter kesucian agama, ketika yang lainnya menyandarkan kekuatannya pada nash madani (civil society) saja, sebagaimana Islam melarang kezhaliman atau melakukan kecurangan terhadap hak-hak mereka; sebagaimana sabda nabi saw : “Ketahuilah, barangsiapa yang membunuh jiwa yang memiliki perjanjian, atau mengurangi haknya, atau memberikan beban di luar kemampuan dan kesanggupannya atau mengambil sesuatu darinya dengan cara yang tidak baik; maka aku akan menjadi penghalangnya di hari kiamat kelak”. Dan beliau juga bersabda :”Ketahuilah barangsiapa yang membunuh jiwa yang memiliki perjanjian, yang berada dalam lindungan Allah dan lindungan Rasul saw, maka dirinya telah melubangi lindungan Allah, dan niscaya dia tidak akan mencium wangi surga, padahal wangi surga dapat dicium selama perjalanan 70 musim gugur”. Ketika Umar melihat peristiwa pertikaian antara seorang muslim dan Yahudi, lalu Umar memandang bahwa Yahudi berada di pihak yang benar maka beliau memutuskan perkara ke pihak Yahudi.
Dan pada dekade yang banyak orang-orang yahudi hidup di seperempat negeri-negeri Islam dan Nasrani, mereka berinteraksi dengan kita, dan terlindungi harta-harta, rumah-rumah, darah dan kehormatan mereka, perniagaan sehingga mereka mendapat keuntungan, kerja mereka terus meningkat.
Adapun yang terjadi saat ini adalah merupakan buah dari kerja orang-orang Barat yang menanamkan zionis di bumi kita, maka adakah yang mengambil pelajaran?! Suku Koptik Mesir dan penduduknya memiliki pesan khusus dari Rasulullah saw, beliau bersabda: “Kelak kalian akan menaklukkan Mesir… dan jika kalian menguasainya maka berbuat baiklah terhadap penduduknya; karena mereka berada dalam lindungan dan memiliki sifat kasih sayang”.
Dan pada masa khalifah Umar, beliau telah memberikan kesempatan kepada seorang Koptik melakukan qishash (memukul) terhadap anak Amru (Abdullah bin Amru), dia berkata: Wahai Amru..kapan engkau memperhambakan manusia, padahal ibunya telah melahirkannya dalam keadaan merdeka?!!
Bahkan Islam melindungi kehormatan rumah tangga mereka dan tidak boleh seorangpun memasukinya kecuali dengan izin tuan rumah.. Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak membolehkan kalian memasuki rumah-rumah ahli kitab kecuali dengan seizin mereka”
Duhai para pemimpin Islam dan pemimpin dunia yang diam dan bisu terhadap wasiat ini, sehingga mereka tidak bergeming terhadap perlakuan yang keji terhadap anak-anak, orang tua dan wanita dengan masuk ke rumah mereka secara kasar dan paksa, mendobrak pintu-pintu rumah, acuh dengan kondisi mereka, mencuri dan merampas segala sesuatu yagn terdapat dihadapan mereka, dan setiap rumah tangga muslim di berbagai tempat tidak mendapatkan ketenangan dan ketentraman, bahkan pada malam dan siang harinya terhadap para pelaku terror; baik pada malam dan siang hari, yang mana mereka melakukan itu tidak bertujuan lain kecuali menyebarkan ketakutan dan terror di dalam hati dan jiwa setiap warga.
3. Islam telah memberikan batasan yang detail bagi siapa yang memiliki hak untuk dilindungi dan memutuskan hubungan dan tidak berinteraksi lagi dengan mereka pada sisi lain, Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim”. (Al-Mumtahanah:9), karena itu tidak ada di dunia ini satu keseimbangan yang rela menerima umat pada keimanan dan kerena adanya intervensi, pelaku kerusakan yang besar diantara warganya dan mengurangi penerapan system yang telah ditetapkan di dalamnya.
Sikap Islam terhadap Barat
Adapun sikap Islam terhadap barat, Imam Syahid berkata: ada yang berkata: Bahwa bersikap terang-terangan untuk kembali kepada system dan syariat Islam akan mengakibatkan ketakukan dan kekhawatiran warga asing dan masyarakat Barat, sehingga mereka menyerang kita dan bersatu menghadang kita, dan kita tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi mereka serta kemampuan untuk melawan mereka.
Hal ini merupakan puncak ketakutan dan kerusakan dalam bersikap dan sedikit wawasan… yang kadang kita melihat sudah banyak negara yang mengikuti system Barat, mengambil berbagai model dan gaya hidupnya, bahkan mengikuti tradisi mereka, apakah itu membuat kita mendapatkan kecukupan dan kepuasan berlepas diri dari mereka? Apakah hal tersebut dapat mencegah dari penjajahan negeri-negeri kita, merampas kemerdekaan dan sumber daya alam (kekayaan) yang dimiliki oleh negeri kita?
Diantara mereka ada yang melakukan pertemuan yang disebut dengan muktamar atau pertemuan internasional menafikan hak-hak kita, menyebarkan berbagai permasalahan, kesulitan, hambatan dan rintangan, dan itu semua mereka tidak lakukan kecuali dengan satu hal; karena sesuai dengan keinginan dan kepentingan mereka, terutama dalam memberikan dukungan yang penuh terhadap zionis, padahal zionis merupakan model yang paling dibenci yang ada di muka bumi ini; namun karena kepentingan materi dan misi penjajahan, mereka melakukan semua itu, dan hal tersebut sudah menjadi maklum dan bukan rahasia lagi dalam strategi dan konsep politik barat”.
Dan jika para pejabat dan petingginya mengungkapkan dan mengumumkan bahwa setiap negara memiliki kebebasan dalam menerapkan system yang di miliki oleh masing-masing negara; selama tidak berbenturan dengan hak-hak orang lain; maka para pejabat/petinggi negera-negara semuanya harus memahami bahwa kedudukan Islam secara umum merupakan susuatu yang paling suci seperti yang tercatat oleh sejarah, memiliki kaidah-kaidah yang mesti diterapkan guna mempertahankan kedudukan tersebut dan memeliharanya sehingga menjadi kaidah yang paling bersih, murni dan kokoh; karena Islam memerintahkan untuk memelihara berbagai perjanjian dan menunaikan segala komitmen yang terdapat di dalam pernjanjian tersebut “Dan penuhilah janji; Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya”. (Al-Isra:34). “Maka selama mereka Berlaku Lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku Lurus (pula) terhadap mereka”. (At-taubah:7)
Wahai orang-orang yang takut terhadap Islam…
Sesungguhnya sikap Islam terhadap minoritas sangatlah jelas dan tidak ada kesamar-samaran di dalamnya, tidak ada kezhaliman bersamanya, dan sikapnya terhadap barat dan orang-prang asing adalah sikap damai dan lembut selama mereka istiqomah dan ikhlas, namun jika hati mereka rusak dan banyak tindak kejahatan dan kezhaliman yang dilakukan maka Al-Quran juga memberikan batasan akan sikap umat Islam terhadap mereka “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya”. (Ali Imran:118). Dan hal tersebut menjadikan Islam telah memberikan solusi dalam berbagai sisi kehidupan secara mendetail, bersih dan tepat sasaran dan solulsinya.
Namun ada yang ingin menjauhkan syariat yang mulia dan prinsip-prinsip yang adil ini dengan melakukan stigma yang buruk, dengan mengatakan; bahwa kami selalu menyeru pada apharteid dan rasis dan lain-lainnya. Sungguh buruk perbuatan dan prilaku mereka! Padahal dalam menjadin kesatuan kami tidak membelinya dengan iman kami, tidak mengorbankan akidah kami, bahkan tidak mengabaikan kepentingan umat Islam, namun kami membelinya dengan kebenaran, keseimbangan, keadilan, itu saja.. dan bagi siapa yang berusaha untuk mencapai itu pada selainnya maka kami berlepas diri darinya dan tidak akan ikut campur, dan akan kami jelaskan letak kekeliruan yang dilakukannya, dan sungguh kekuatan dan kemuliaan hanya milik Allah, Rasul-Nya dan orang-oragn yang beriman.
Wahai umat Islam…
Wahai umat manusia seluruhnya…
Inilah tsawabit (ketetapan-ketetapan) dalam agama kami yang tidak menerima persederajatan dengan yang lain dan juga tidak menerima perubahan. Keyakinan yang akan selalu kami pertahankan, walaupun dengan mengorbankan harta, jiwa dan ruh, dan kami tidak akan menyerahkan sedikitpun:
1. Bahwa negeri Islam adalah satu tidak bisa dipisah-pisahkan, dan permusuhan terhadap salah satu dari bagian-bagiannya merupakan permusuhan terhadap seluruhnya.
2. Bahwa Islam telah mewajibkan kepada umatnya untuk menjadi pemimpin di rumah-rumah mereka masing-masing, memimpin negeri mereka, sebagaimana mewajibkan mereka untuk menyeru kepada yang lainnya tanpa paksaan untuk menuju jalan hidayah dan cahaya Islam.
3. Bahwa Al-ikhwan al-muslimun meyakini bahwa setiap umat yang memusuhi negeri-negeri Islam merupakan negara zhalim (jahat) yang harus dihentikan tindak kejahatan mereka, dan umat Islam harus menyiapkan diri mereka dan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menghentikan tindak kezhaliman mereka.
4. Bahwa Palestina merupakan negara Islam yang didalamnya terdapat masjid Aqsha dan sebagai qiblat pertama serta sebagai tempat ketiga yang disucikan, dan tidak berhak satupun umat manusia, walau bagaimanapun kondisinya merendahkan eksistensinya; baik Yahudi ataupun Amerika, sebagaimana tidak berhak seorangpun menyerahkannya secara syar’i kepada zionis ataupun yang lainnya, dan jika pemerintah merasa tidak mampu mengembalikan kesuciannya dan menyerah oleh tekanan zionis dan Amerika, maka warga tidak boleh berdiam diri dan putus asa untuk mengembalikan kesuciannya, padahal pada masa lalu Shalahuddin telah berhasil mengembalikan Al-Aqsha dari tangan salibis setelah dikuasai selama 100 tahun lamanya, dan memperlakukan mereka dengan cara yang baik sekalipun darah dan kehancuran yang mereka lakukan terhadap negara dan warganya begitu besar dan dahsyat.
Wahai umat manusia seluruhnya…
Sesungguhnya Rasulullah saw pembawa rahmat, petunjuk, kenikmatan yang berlimpah, dan cahaya yang terang benderang, menginginkan rahmatnya menyeluruh ke seluruh alam, keadilan yang meliputi seluruh komponen masyarakat, persamaan yang terwujud dalam berbagai tingkatan; jenis, warna dan agama, serta menginginkan keamanan dan ketentraman yang dapat dirasakan oleh seluruh umat.
Wahai umat Islam…
Sesungguhnya Allah telah mengutus untuk kalian seorang pemimpin, memberikan kepada kalian system, merinci hukum-hukumnya, menurunkan Al-Qur’an, menghalalkan yang dihalalkan dan mengharamkan yang diharamkan, memberi petunjuk menuju yang terdapat di dalamnya kebaikan dan kebahagiaan kalian, menunjukkan jalan yang lurus; maka tidakkah kalian mengikuti pemimpin kalian, menghormati undang-undang kalian, melaksanakan hukum-hukumnya, mensucikan kitabnya (Al-Qur’an), menghalalkan yang dihalalkan dan mengaharamkan yang diharamkan atas kalian; sehingga kemuliaan, kekuatan dapat kembali kepada kalian, dan terwujud kebebasan dan kepemimpinan di negeri kalian..?!! “Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang”. (Ar-Ruum:4-5)
Shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga, para sahabat semua.
Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI
Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.