Ramadhan Merupakan Karunia Rabbani dan Kesempatan Baru untuk Melakukan Ishlah

20/9/2007 | 8 Ramadhan 1428 H | 2,789 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

Bulan ramadhan: Bulan Iman dan Perubahan

Segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam atas pemuka para utusan, nabi Muhammad saw, beserta keluarga dan sahabat seluruhnya, selanjutnya…

Tidak lama lagi, bahkan beberapa saat lagi akan hadir ditengah kita tamu yang mulia dan bulan yang agung, yang selalu kita nantikan sepanjang tahun, kita nantikan sepanjang hari dan malam, untuk memperbaharui keimanan kita, memperkokoh semangat kita, menguatkan azimah, melepaskan beban keraguan dan kesulitan dunia, membersihkan kotoran-kotoran jiwa dan penyakit hati.

Allah SWT berfirman :

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ﴾

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al-Baqoroh : 183). Taqwa kepada Allah adalah tujuan setiap muslim, harapan dari ibadah di bulan yang mulia ini, yang di dalamnya Allah mewajibkan puasa atas umat muslim yang berakal, baligh dan mampu, puasa adalah ibadah yang Allah mengumpulkan ganjaran dan pahalanya di akhirat, dan Allah SWT yang membalasnya langsung ganjarannya, dalam hadits qudsi Allah berfirman:

“كل عمل ابن آدم له إلا الصوم، فإنه لي وأنا أجزي به”.

“Setiap amalan anak cucu Adam miliknya kecuali puasa, dia adalah milik-Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjarannya dengannya”.

Ramadhan adalah bulan Al-Quran, dan Al-Quran adalah dustur (undang-undang) umat yang kekal, barangsiapa berkata dengannya akan benar, barangsiapa yang berhukum dengannya akan adil, barangsiapa yang menyeru kepadanya akan diberikan petunjuk ke jalan yang lurus, dan barangsiapa yang mencari pada selainnya akan disesatkan Allah. Al-Quran adalah seperempat hati, cahaya mata, tali Allah yang kokoh, cahaya yang nyata, para salafus salih banyak berpegang teguh kepadanya sehingga mereka mampu mengisi dunia dengan adil dan rahmat, cahaya dan barakah, adapun umat sekarang banyak yang lepas darinya sehingga Allah memberikan kekuasan kepada mereka atas orang yang paling jahat, menghinakan mereka dan merampas kekayaaan mereka, menjajah negeri mereka dan mengisi dunia dengan kedzaliman dan kekejaman.

Ramadhan adalah bulan jihad dan kemenangan

Ramadhan adalah bulan jihad, pengorbanan dan kemenangan, di dalamnya terdapat perang pertama bagi kaum muslimin yaitu perang badar, di dalamnya pula terdapat pelajaran bagi kaum muslimin akan pengorbanan dan fida (mengorbankan jiwa), sehingga Allah menuliskan bagi mereka kemenangan dan keunggulan dalam perang badr, hathin dan Ain Jalut hingga sampai pada perang pada tanggal 10 dari bulan ramadhan tahun 1393 H yang telah memberikan kemenangan di dalamnya dari pasukan arogan Zionis, selain meningkat cahaya iman, dan bergelora jiwa prajurit kita saat itu saat mereka berpuasa sambil mengumandangkan takbir : “Allahu Akbar… Allahu Akbar…”

Ramadhan juga merupakan bulan kebaikan, ihsan dan infaq di jalan Allah, di dalamnya Allah akan melipat gandakan ganjaran dan pahala… satu kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus lipat, dan Allah berkuasa melipatgandakan ganjaran, dan Rasulullah saw adalah penderma dan dermawan dalam setiap keadaan, dan kedermawan akan meningkat ketika berada pada bulan ramadhan, seakan beliau seperti “angin yang bertiup” selalu memberikan sesuatu seakan tidak takut miskin, dan seharusnya begitulah kondisi umat Islam saat ini, orang kaya mau menginfakkan hartanya untuk para fakir miskin, memenuhi rasa lapar mereka, menutupi tubuh mereka yang telanjang dan mengobati mereka yang sakit, sehingga terwujud gotong royong dan saling menyayangi, memperkokoh hubungan masyarakat dan saling berpegang teguh dalam menghadapi berbagai kesulitan dan rintangan.

Ramadhan adalah bulan amal, kesungguhan dan ijtihad, bulan pengorbanan, memberi dan himmah aliyah (semangat yang tinggi), di dalamnya menertibkan muslim akan urusan hidupnya sesuai dengan skala prioritas, dan bersungguh-sungguh dalam bekerja; mengharap ridha Tuhannya dan bermanfaat untuk umatnya, bersungguh-sungguh dalam beribadah dan baik dalam menjalin hubungan kepada Allah sehingga tertulis di penghujung bulan yang mulia sebagai orang yang mendapat kemenangan dan keberuntungan, yang mendapatkan keridlaan dari Allah dan memanfaatkan dari bulan ini pelajaran-pelajaran dalam menyusun urusan kehidupan mereka dan memperbaiki kondisi mereka.

Bulan kebebasan dan perbaikan

Ramadhan adalah bulan kebebasan, kekuatan ambisi dan perbaikan jiwa manusia, yang menjadi awal langkah perbaikan dan pengokohan, barangsiapa yang mampu melakukan perbaikan diri maka akan mampu mewujudkan perbaikan dalam medan kehidupan dan kerja Imam syahid Hasan Al-Banna –pendiri dakwah yang penuh berkah ini, dakwah ikhwanul muslimin – berkata: “Ladang kalian yang pertama adalah jiwa kalian, jika kalian mampu memenangkannya maka terhadap orang lain akan lebih mampu…” seorang muslim yang mampu menguasai jiwa dan syahwatnya, melatih dirinya sepanjang bulan ini dalam memperkokoh ambisi dan menguasai diri, menguasai kebutuhan dan tuntutannya…maka akan mampu mewujudkan mukjizat dan prestasi-prestasi.

Bulan ramadhan merupakan salah satu karunia dari Allah untuk umat ini, dan Rasulullah saw bersabda

“إن لله في أيام دهركم نفحات ألا فتعرَّضوا لها

“Sesungguhnya Allah dalam tiap-tiap hari dari kehidupan kalian ada karunia, maka berusahalah mengambilnya”, yaitu memanfaatkan dari untuk memperkuat iman, memperbaiki diri dan menambah kedekatan kepada Allah SWT; agar menjadi pelaku perbaikan di muka bumi dan memakmurkan dunia, memimpin umat manusia menuju kebaikan dan kebahagiaan.

Bulan ramadhan adalah merupakan kesempatan kita yang selalu dan terus ada sebagai umat yang menginginkan kebaikan dan perubahan, berusaha untuk muncul menuju perbaikan penyimpangan manusia yang selalu menggelorakan kerusakan, penindasan, kekejaman dan kedzaliman, mendorong pada kebudayaan materi yang merusak, menyokong kedzaliman dan penjajahan, menyebarkan kerusakan, kehancuran dan peperangan, menuju peradaban manusia yang mulia, kehidupan yang dipenuhi dengan iman, tauhid dan keadilan.

Betapa kita – individu dan umat – butuh untuk memanfaatkan pelajaran-pelajaran dari bulan ramadhan untuk memperbaiki kondisi kita, mengembalikan skala prioritas yang akan kita lakukan, menghadirkan tauladan dunia yang baru, mengembalikan dunia pada kebenaran, karena kita memiliki segala pilar-pilar kebangkitan, seluruh dasar-dasar kemajuan dan kemenangan atas kelamahan dan kehinaan, umat yang selalu baik dalam melakukan puasa dan qiyam, ruku dan sujud di hadapan Tuhannya, umat yang tidak akan kalah selamanya sementara kemenangan selalu menyertainya.

Kepada kaum muslimin…

Saya sampaikan kepada seluruh umat Islam di mana saja mereka berada, khususnya kepada para ikhwan, anak-anak dan cucu-cucu yang memiliki intisab kepada dakwah ikhwanul muslimin: bahwa bulan ramadhan kesempatan yang sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka dari itu pergunakanlah dengan sebaik-baiknya dan manfaatkanlah waktu-waktunya dari pelajaran-pelajaran dalam menguatkan keimanan, dan memperbaharui baiat kepada Allah, memenuhi janji kepada agama kita, ikhlash untuk umat dan mampu melakukan perubahan, perbaikan dan nasihat sepampu melakukan dijalannya, marilah kita beramal, berjuang dan berkorban, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (Ali Imron : 133)

Adapun ikhwah yang berada di balik jeruji besi dan yang ditangkap…saya memohon kepada Allah agar dilepas dari kedzaliman, dikembalikan kepada keluarga mereka dengan selamat dan tidak kekurangan suatu apapun, menerima kesabaran, ketsabatan dan jihad mereka, dan memberikan umat dengan kebebasan dan keadilan, mengangkat musibah, kedzaliman dan tekanan.

Diawal tahun pelajaran…

Sebelum saya tutup risalah ini saya ucapkan selamat dan tahniah di awal tahun pelajaran baru kepada mereka yang mulia para guru yang gigih di lembaga-lembaga pendidikan, baik di negeri-negeri arab dan Islam, mereka yang selalu mengorbankan waktu, tenaga dan ilmu untuk membina, mendidik dan mengarahkan anak-anak kami, menanamkan nilai-nilai yang mulia dan akhlak yang bersih untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi umat dan Negara.

Kami kepada para pelajar dalam berbagai tingkatannya, hendaklah kalian bersungguh-sungguh dan semangat, mengerahkan dengan semampu kalian untuk meningkatkan prestasi dan pendidikan, menjadikan usaha ini sebagai kewajiban agama, tujuan mulia dan penting bagi umat dan Negara, saya juga menyerukan kepada para guru, pendidik dan murabbi untuk mengerahkan segala potensinya; untuk menanamkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan, bersungguh-sungguh dan mencinta pekerjaan dan belajar dalam jiwa anak-anak kami baik laki-laki dan perempuan, dan menanamkan juga kepada mereka untuk menolak perasaan hina dan rendah diri, menolak kedzaliman dan keterpaksaan, karena mereka adalah pemuda yang merupakan tiang kebangkitan, cita-cita umat dimasa depan yang lebih cerah.

Kami sangat menghargai ilmu dan ulama, dan Rasulullah saw bersabda :

“طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة”.

“Menuntut ilmu adalah wajib bagi muslim laki-laki dan perempun”.

Semoga kebaikan selalu mengiringi kalian sepanjang tahun… “ Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”. (Yusuf : 21)

Segala puji hanya milik Allah dari pertama dan akhir… dan salawat dan salam kepada nabi Muhammad saw beserta keluarga dan sahabat. Amin. []

___

(Risalah Mursyid, 6-09-07)


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 20/9/2007 / 8 Ramadhan 1428 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.

« sebelumnya
sesudahnya »