
Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun, 7-2-2008
Penterjemah: Abu Ahmad
___
Segala puji bagi Allah, salawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang mendukungnya… Selanjutnya..
Bahwa perkembangan peristiwa yang terjadi di perbatasan Mesir Palestina beberapa hari yang lalu merupakan puncak dari kejenuhan bangsa Palestina di Daerah Gaza; sebagian orang beranggapan bahwa qadhiyah Palestina merupakan qadhiyah kemanusiaan, dan kewajiban pemerintah Arab dan bangsa Arab adalah meringankan beban bangsa Palestina dengan memberikan bantuan yang memungkinkan untuk kelangsungan hidup mereka, dan membentangkan tangan untuk membantu bangsa Palestina yang sedang tertimpa musibah.
Kami sampaikan ucapan tahiyah kepada seluruh bangsa Arab dan umat Islam yang cepat merespon memberikan berbagai bantuan yang mampu dilakukan sepanjang beberapa hari ini, dan kita meminta agar hal ini terus berlangsung guna mendukung keteguhan para pejuang yang loyal dan terikat dengan bumi Palestina. Namun kami juga mengingatkan, bahwa kami tidak hanya membantu orang-orang yang tertimpa musibah saja, walaupun mereka memang benar-benar menderita karena musibah tersebut, namun kami juga berjuang bersama mereka dengan harta yang kami miliki sebagaimana halnya mereka berjihad dengan jiwa mereka, jihad yang terus berlangsung dan tiada henti dijalan menuju kemerdekaan Palestina dan mengembalikan kesucian Islam dan Kristen dan mengusir para perampas tanah dan pendudukan dari bumi yang mereka kuasai dengan cara kekerasan dan kekuatan senjata dan telah mengusir para penduduk aslinya. Bahkan mereka diceraiberaikan ke berbagai tempat dan terus dimusuhi secara keji siang dan malam tanpa henti oleh Zionis, hal tersebut juga dibantu oleh kekuatan international; USA (Amerika) dan UE (Uni Eropa) bahkan mereka berhasil membungkam suara negara-negara lain yang berusaha menolong kebenaran bagasa Arab Palestina seperti China, India dan Rusia, sebagaimana mereka juga meredam suara dari Negara-negara Arab; baik melalui pemerintahan, informasi dan ekonomi khususnya Negara-negara terdekat seperti Mesir, Yordania dan Lebanon selalu menyerah dan tunduk terhadap tekanan Zionis dan tipu daya Amerika; sehingga menunjukkan bahwa Arab secara nyata telah masuk pada era kekuasaan Zionis.
Qadhiyah Palestina bukan sekedar qadhiyah warga yang sedang kelaparan; karena secara nyata mereka dibuat lapar secara sengaja dan keji untuk membunuh manusia yang memiliki jiwa perlawanan di dalamnya, namun juga merupakan qadhiyah bangsa yang melakukan perlawanan dan jihad yang menginginkan kembalinya tanah air dan bumi pertiwi kepangkuan mereka dan mendirikan negara Palestina yang merdeka dan bebas secara keseluruhan, bangsa yang memiliki keteguhan jiwa yang menolak untuk keluar dari negaranya dan berdiri tegak menentang segala bentuk kekuatan internasional yang melakukan konspirasi untuk memusuhi mereka.
Bahwa perpecahan yang terjadi di tubuh para petinggi Palestina saat ini bukanlah seperti yang dipersepsikan oleh sebagian orang terjadi secara sengaja, pertikaian dalam pemerintahan bukanlah sebagai pemicunya, bahkan bukan karena perselisihan pada masalah harta rampasan, harta rampasan – jika memang ada adalah bagian dari suap – yang hanya dikuasai – sejak ditandatanganinya perdamaian di Oslo – oleh satu kelompok, jabatan, kekuasaan dan harta. Dan di sisi lain nasib kelompok yang melakukan perlawanan dan penolakan terhadap kedzaliman, pembunuhan, penyerangan, tekanan, blockade sehingga bergururannya ratusan orang dari para petinggi dan pahlawan hingga wanita dan anak-anak.
Namun perbedaan tentang qadhiyah Palestina menurut pandangan kami adalah terkait dengan keamanan lokal bangsa Arab; bahwa warga palestina dan pemimpin perlawanan hanyalah melakukan pertahanan terhadap keamanan bangsa Arab secara keseluruhan dan menuntut haknya terhadap kehormatan dan jati diri mereka, menentang akan bahaya laten yang mengancam umat dan bangsa Arab sejak satu abad yang lalu; menentang bahaya Zionis yang selalu melakukan konspirasi bersama kekuatan internasional sehingga berhasil menanam kawasan pendudukan aphartheid di bumi Palestina; bumi tempat turunnya risalah samawiyah, seperti yang disifati oleh nabi SAW sebagai bumi ikatan dengan para nabi dan penduduknya memiliki ikatan yang erat hinnga hari kiamat.
• Apakah dengan kondisi demikian sah dan bagian dari undang-undang internasional untuk meminta para pelaku perlawanan untuk menyerah?!
• Apakah ini merupakan tuntutan yang penting untuk melakukan perdamaian di bumi Palestina?!
Bahwa hakikat perselisihan yang terjadi pada barisan Palestina adalah merupakan perselisihan pada masalah penyerahan diri dan tunduk seperti yang dilakukan oleh kelompok yang berinteraksi dengan qahiyah secara lunak dan menganggap bahwa yang demikian merupakan persamaan dan wajar seakan merupakan transaksi dalam berniaga. Dengan kelompok yang melakukan perlawanan dan menganggap qadhiyah Palestina sebagai qadhiyah utama terhadap keamanan bangsa Arab; melakukan perlawanan terhadap bahaya besar yang mengancam mereka dan mengancam keamanan dan kestabilan Negara-negara Arab dan sekitarnya.
Namun para pelaku perdamaian lupa bahwa penyerahan diri dan menerima terhadap sebagian keinginan Zionis merupakan penyerahan terhadap seluruh keinginannya, hal ini sesuai dengan apa yang tampak di hadapan umat terhadap semua pembangkangan yang dilakukan oleh zionis semua kesepakatan – seperti yang dilakukan oleh Amerika saat ini dengan me-Yahudi-kan Negara zionis -; dengan mengusir seluruh warga Arab baik yang muslim muslim maupun Kristen dari bumi Palestina pada tahun 1948 M setelah sebelumnya mereka memperlakukan orang tua, kakek dan kerabat mereka secara keji; dengan membantai dan membunuh secara tidak manusiawi.
Kewajiban utama pada hari ini atas pemerintah Arab dan umat secara keseluruhan pada hari ini adalah mendukung kegigihan warga yang gagah berani yang menolak untuk pergi dari negerinya dan bertahan untuk melakukan syahadah di atas bumi tersebut sebagai penebus untuk seluruh umat, bahkan bersikeras mengembalikan warga Palestina ke negeri mereka walaupun menempuh jarak yang luas dan masa yang penjang.
Segala konspirasi dan tipu daya terhdaap bangsa Arab dengan opini lain seperti bahaya nuklir Iran atau bahaya terorisme selamanya tidak akan berhasil dalam mengubah sudut pandang akan bahaya sebenarnya yang mengancam keamanan dan kestabilan Arab, terutama semenjak rekayasa untuk melakukannya hingga saat ini, bahkan akan terus menjadi sumber bahaya yang akan terus membayangi dada-dada kami.
Sesungguhnya pengekangan kebebasan terhadap negeri kami, pelecehan akan potensi dan perampasan sumber daya alam negeri kami hanyalah untuk kemaslahatan keberadaan Zionis saja.
Karena itu kepada semuanya hendaknya menyadari bahwa keamanan Negara di Mesir dan bangsa Arab lainnya berada dalam bahaya yang sebenarnya, bahwa kestabilan Negara tidak akan terwujud kecuali dengan mengusir musuh yang telah merampas, menguatkan tekad dan membuat konsep jangka panjang untuk mengembalikan hak-hak warga Palestina, dan hal tersebut tidak akan berhasil kecuali melalui konsep perbaikan yang menyeluruh dimulai dengan mengembalikan kebebasan secara umum bagi bangsa Palestina, melakukan islah (perdamaian) antara pemerintah dengan warga, dan pemerintah memperlakukan warga secara bebas dan adil dalam setiap pemilu, khususnya Mesir sebagai Negara pertama yang harus menyadari akan musuh yang sebenarnya yaitu Zionis. Adapun mendukung sikap perlawanan dan keteguhan warga Palestina merupakan konsep pertahanan utama terhadap keamanan warga Mesir, sementara menjaga perbatasan Mesir bukan sekedar perbatasan yang ada di Rafah namun harus menjangkau ke dalam Negara Palestina itu sendiri, dan kita tidak akan pernah lupa terhadap tentara Mesir yang selalu terbunuh di bumi Palestina dan begitu juga di Syam hanya untuk membela Negaranya sendiri bukan untuk Palestina.
Sementara itu, yang terjadi di perbatasan Mesir akhir-akhir ini; berupa adanya permusuhan yang dilakukan oleh tentara Mesir merupakan perkara yang menyedihkan; sebagai peristiwa yang harus disesali dan tidak boleh terulang kembali dari manapun sumbernya. Bahwa sebab utama kejadian tersebut adalah kondisi yang genting dan rumit yang ada diperbatasan dan yang seharusnya lebih bertanggungjawab adalah penjajah zionis yang aphertheid. Adapun para ikhwah yang ada di Palestina seharusnya dapat mencegah akan perlawanan dan permusuhan warga Palestina terhadap tentara Mesir untuk memutus jalan peperangan. Dan penghargaan yang tinggi atas usaha warga Mesir yang telah menghilangkan beban bangsa Palestina.
Negara Mesir saat ini hendaknya berkoordinasi bersama warga Palestina dan pemimpinnya untuk memberikan dukungan terhadap hak-hak warga Palestina, menjaga warganya, keamanan warga Arab secara keseluruhan.
Adapun bagi seluruh warga Arab hendaknya menjalin hubungan erat dalam mendukung keteguhan warga Palestina yang sedang berjuang, begitupun Negara Mesir hendaknya melaksanakan apa yang telah dijanjikan melalui ucapan pemimpinnya untuk tidak membiarkan warga Palestina lapar dan tidak serta dalam memblokade daerah Gaza; hal tersebut dengan melakukan komunikasi yang baik untuk membuat perlintasan Rafah sehingga menjadi jantung yang dengannya warga Palestina dapat bernafas dengan lega tanpa ada beban dan intervensi dari orang yang ingin membatasi dan memblokade warga Palestina, dan Negara Mesir juga hendaknya menyusun strtategi pemberian gas dan listrik serta kebutuhan pokok lainnya terhadap Gaza untuk memberikan kelangsungan hidup bagi warga Palestina.
Sungguh benar firman Allah: “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri Ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”. (An-Nisa: 75)
Shalawat dan salam atas junjungan kita nabi Muhammad saw beserta keluarga dan sahabat semuanya.
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI
Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.