Persatuan Ulama Islam Internasional Meminta Kepada Pasukan Pejuang Untuk Tidak Meletakkan Senjatanya

19/1/2009 | 21 Muharram 1430 H | 787 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print
Pasukan pejuang menjadikan Gaza sebagai kuburan untuk Zionis

Pasukan pejuang menjadikan Gaza sebagai kuburan untuk Zionis

Sejumlah 96 ulama Islam pada hari ini mengeluarkan statemen yang di dalamnya mengajak seluruh brigade pasukan pejuang Palestina untuk tidak tunduk terhadap berbagai inisiatif damai yang diajukan oleh beberapa negara namun banyak  mengabaikan hak-hak warga Palestina  dan mengabaikan keinginan pasukan pejuang.

DR. Muhsin Al-Awaji,  salah seorang dai terkenal asal  Saudi dan anggota persatuan ulama Islam se dunia mengecam pertemuan KTT yang diadakan di Syarm Syeikh internasional, di Mesir hari ini; karena banyak mengabaikan hak-hak warga Palestina dan tidak bersikap mendukung para pejuang Palestina, dan menegaskan bahwa seluruh umat Islam harus maju untuk mengajukan musuh Zionis kepada undang-undang internasional.

Beliau juga mengisyaratkan akan peran ulama Islam dalam mendukung Gaza dan pasukan perlawanan dengan berbagai tuntutan:

1. Dibukanya  pusat-pusat pelatihan jihad sebagai persiapan menghadapi musuh Zionis

2. Kepada negara-negara Arab hendaknya mengembangkan senjatanya agar dapat siap menghadapi Israel saat berperang.

3. Kepada para pemimpin negara Arab untuk bertanggung jawab dan bersikap jujur terhadap warga mereka, sebagaimana yang telah kita saksikan akan kegigihan pasukan pejuang di Gaza sehingga mampu menghancurkan keangkuhan musuh dan mengalahkannya.

Dijelaskan bahwa mereka tidak menunggu dari Abu Mazin atau orang-orang yang menutup perbatasan atau pergi ke Dewan Keamanan; untuk mendapatkan suatu inisiatif yang diinginkan, namun perjuangan mereka hadir karena para pembuat undang-undang di seluruh dunia mengabaikan berbagai macam dalil tentang kekejaman Zionis untuk bisa menekan Yahudi dan membawanya ke meja pengadilan internasional.

Dan bagaimana cara memberikan pengaruh ulama atas lembaga-lembaga internasional??; Al-Awwaji berkata:

pertama; dengan menolak semua undang-undang internasional yang tidak mengindahkan masalah pembantaian di Gaza,

kedua; dengan keimanan yang kokoh terhadap jihad dan tarbiyah jihadiyah sebagai satu-satunya solusi untuk menghadapi agresi yang brutal ini.

Mereka juga menyebutkan sekiranya bukan karena Turki dan sikapnya yang baik –mendukung pasukan pejuang dan mengecam agresi dan hadir di konferensi tinggi di Syarm Syeikh- maka dapat kami katakan bahwa konferensi ini hanyalah untuk mendukung Bani Quraizhah; maksudnya adalah musuh Zionis, dan menegaskan bahwa seluruh umat hendaknya melatih kader-kadernya dan generasi penerusnya dengan jihad sehingga dapat dipersiapkan setiap saat untuk menghadapi perang dimasa yang akan datang.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 19/1/2009 / 21 Muharram 1430 H, dalam rubrik Akhbar Ikhwan. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

1 Message

tidak ada bahasa yang dapat dipahami oleh israel kecuali bahasa PERANG……..

 

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »