Perjalanan Sejarah Al-Quds bag 2

24/4/2009 | 29 Rabbi al-Thanni 1430 H | 466 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

alqudsatas_300_0Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Al-Baqarah:172)

Akan tetapi ayat ini menunjukan bahwa Nabi Ibrahim, ketika membangun Ka’bah beliau tidak membangun dari awal, tetapi meninggikan bangunan yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian Ibrahim hanya merenovasi saja atau memperbaharui yang sudah ada, bukan membuatnya dari tidak ada. Hal ini membuktikan bahwa Ka’bah sudah ada sebelum Nabi Ibrahim AS. Apalagi kalau kita membaca kisah Nabi Ismael ketika ditinggalkan bersama ibunya di padang Makkah :

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

“Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur”. (Ibrahim:37)

Nabi Ibrahim menamakan lembah Makkah dengan Baitul Atiq al-Muharram. Menunjukan bahwa Ka’bah Musyarofah sudah ada pada saat itu yang menyaksikan kelahiran anaknya Nabi Ismael. Dan diketahui bersama bahwa Nabi Ismael bersama ayahnya membangun Baitullah Al-Haram. Dengan demikian, gugurlah pihak yang berdalil dengan ayat-ayat Qur’an bahwa yang membangun Masjid Al-Aqsha adalah Nabi Ibrahim AS dan menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsha dibangun sebelumnya. Maka kuatlah yang mengatakan bahwa yang membangun Masjid Al-Aqsha adalah Nabi Adam AS.

Kemudian dalam makalah Dosen fakultas teknik Universitas Nasional Al-Najah, DR. Haitsam Rutut yang dicetak majalah Kajian Baitul Maqdis terbitan tahun 2005, Rutut mengungkapkan ada kesamaan antara bangunan Ka’bah dan bangunan Masjid Al-Aqsha. Dengan bantuan program teknik tiga dimensi dan dengan melupakan jarak antara keduanya. Rutut menjelaskan, ada kesamaan antara kedua bangunan ini, ditinjau dari ke empat sudutnya. Ia menjelaskan hal tersebut dengan bantuan denah dan gambar. Bukti-bukti secara ilmiah ini mendukung pendapat yang menyatakan, Masjid Al-Aqsha. Nabi Adam lah yang membangun kedua masjid ini berdasarkan wahyu dari Allah, dengan batas-batasnya. Inilah batas-batas yang pelihara hingga kini atas Masjid Al-Aqsha seluas 142-144 hektar.

Kemiripin Teknik banunan antara Masjid Al-Aqsha yang asli sebelum perluasan pada zaman Bani Umayah dengan bangunan Ka’bah al-Musyarofah dengan bentuknya yang asli yang dibangun oleh Badullah bin Zuber mengutif keterangan Nabi yang menyebutkan tentang bentuk Ka’bah pada zaman Ibrahim Alaihi Salam

Kedua :

Kaum Yabusiah dan Kananiyah

Bangsa Yabusiah adalah bangsa pertama tercatat sejarah yang mendiami al-Quds. Sebelumnya belum ada tulisan atau catatan yang mengungkap hal ini. Dalam kajian ilmu sejarah tentang situs-situs sebagai satu-satunya sumber untuk mengungkap temuan tulisan dan dimulainya sejarah manusia, yaitu sebelum enam ribu tahun sebelum masehi disebutkan bangsa Yabusiah bermigrasi dari tempat asalnya di Semenanjung Arab dan menetap di kota Yerusalem dan sekitarnya. Maka dikenallah wilayah Palestina dengan wilayah Yabusiah yang menyebutkan ibukotanya di kota Al-Quds yang saat itu dikenal dengan nama kota Yabus atau Oursalm.

Bersamaan dengan bangsa Yabusiah ini, berimigrasilah sejumlah suku dari semenanjung Arab ke Palestina. Diantaranya suku Finokiyo yang menetap di pedalaman bangsa Kan’an Arab. Mereka tinggal di bagian utara Palestina dan membangun 200 kota di Palestina. Yang paling terkenal adalah kota Yabusiah atau Al-Quds. Seperti Nablus yang suka disebut Shakim dan Kholil yang suka disebut Hebron.

Di Palestina hidup juga bangsa Amor yaitu suku bangsa Arab yang mempunyai peran ratusan tahhun dalam memakmurkan kota Al-Quds.

Perlu disebutkan di sini bahwa semua pemerintah Yanbusiah yang menguasai Al-Quds, dulunya sebagai penyembah berhala. Dari sini bukan berarti kita bangga bahwa yang pertama kali mendiami Al-Quds adalah bangsa Arab, tetapi untuk membantah klaim yahudi bahwa merekalah yang penduduk asli Al-Quds. Merekalah yang pertama kali memakmurkan kota Al-Quds. Bukti ini menunjukan bangsa bangsa Arab sudah mendiami al-Quds lebih dari yahudi sekitar 1500 tahun sebelumnya. (asy)


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 24/4/2009 / 29 Rabbi al-Thanni 1430 H, dalam rubrik Tsaqafah Islamiyah. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »