Perjalanan Sejarah Al-Quds Bag 1

23/4/2009 | 28 Rabbi al-Thanni 1430 H | 472 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

al-quds_300_0Pertama : Siapa yang membangun Masjid Al-Aqsha ?

Ketika membahas masalah al-Aqsha dari sisi sejarah, maka untuk pertama kali kita membutuhkan jawaban, siapa yang membangun Masjid Al-Aqsha ?

Masalah ini menjadi perbincangan diantara para ilmuwan dan sejarawan muslim. Mereka mengetengahkan sejumlah dalil dan bukti-bukti dan penelitian terhadap hadits-hadits yang berbicara tentang Masjid Al-Aqsha. Setidaknya ada tiga pendapat mengenai hal ini;

1. Para malaikatlah yang membangun Masjid Al-Aqsha

2. Nabi Adam AS

3. Nabi Ibrahim AS

Namun pendapat pertama yang menyatakan, bahwa para malaikat yang membangun Masjid Al-Aqsha dilemahkan oleh para ulama. Mereka lebih condong bahwa yang membangun Masjid Al-Aqsha adalah seorang manusia, bukan para malaikat. Karena para malaikat mempunyai rumah sendiri dan membangunnya di langit, yaitu Baitul Makmur sebagai ganti Ka’bah di bumi.

Oleh karena itu, kami menghindari pendapat pertama ini dan kembali mengkaji pendapat kedua dan ketiga. Yaitu Nabi Adam AS dan Ibrahim AS.

Untuk itu marilah bahas hadits-hadits di bawah ini.

1. Hadits dari Abu Dzar Al-Gifari ia berkata, aku bertanya kepada Rasulallah SAW, masjid apa yang paling pertama dibangun di muka bumi ini ?. Rasul menjawab, Masjid Al-Haram. Kemudian apa ? Lalu Masjid Al-Aqsha. Abu Dzar bertanya lagi, berapa tahun antara keduanya ? Nabi menjawab, 40 tahun. (Muttafaq Alaih).

Dari hadits ini diperoleh keterangan bahwa Masjid Al-Aqsha dibangun setelah Masjid Al-Haram berselang waktu 40 tahun. Kalimat وضع dalam hadits menunjukan secara jelas penamaan dan penentuan bahwa tempatnya di Makkah Mubarokah dan tempat yang berdampingan dengan Makkah.

Pendapat pertama menyebutkan, bahwa Ibrahimlah yang membangun Masjid Al-Aqsha, karena yang membangun Ka’bah adalah Nabi Ibrahim AS. Dan jarak antara keduanya sangat dekat. Yaitu selam 40 tahun. Sementara bahwa Nabi Ibrahim tinggal di Baitul Maqdis (Palestina) sementara dalam sejarah disebutkan, Nabi Ibrahim masuk Masjid Al-Aqsha dan shalat di dalamnya serta bertemu dengan Raja Kaum Yabus yang sholeh, “Raja Jujur”. Bersambung … (asy)


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 23/4/2009 / 28 Rabbi al-Thanni 1430 H, dalam rubrik Tsaqafah Islamiyah. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

3 Komentar

haikal sulaiman letaknya di baitul maqdis ta?

 

terus kalo haikal sulaiman itu memang posisinya ada di baitul maqdis ta?

 

maaafkan kami palesrtina bukanya kami tak tau ,bukanya kami tak prihatin ,bukanya kami tak sedih apa yang menimpa kalian tapi kami sedang sibuk ,di tanah kami memang muslim terbanyak di dunia ,tapi emang gak ada yang isa kami lakukan untuk mu dsana .misalnya para tentara kami mreka sibuk dengan anak istri mereka mau tinggal d mana karna biaya tunjangan mereka kurang ,lalu pemuda kami sedang sibuk dengan lagu2 asmara mereka pejabat kami sibuk dengan kekuasaan mereka artis kami sibuk dengan kawin cerai mrerka ulama kami sibuk dengan perbedaan azan atau salat subuh pakai kunut atau tidak bapak2 kami di sini sibuk dengan pekerjaan mereka karna biaya hidup semakin tinggi

 

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »