
Penterjemah:
Abu Ahmad
_______
Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun, 19-06-2008
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, salawat dan salam terhadap pemimpin para Rasul dan Nabi dan umat seluruhnya; nabi Muhammad saw, beserta keluarga, dan sahabat semua.. selanjutnya
Bahwa pemuda, pada setiap umat dan generasi merupakan tonggak kebangkitan dan rahasia kekuatan; karena dalam diri mereka terdapat berbagai kekuatan dan energik, kesemangatan, kemampuan mengerahkan segala potensi, azimah dan irodah dan senang dalam berkorban; yang kesemuanya merupakan kunci kebangkitan suatu umat, karena tidak akan ada kebangkitan tanpa dengannya, dan tidak akan merentas berbagai kendala dan hambatan kecuali dengan memiliki potensi yang dimilikinya.
Dan Allah SWT juga memberkahi kelompok yang menggunakan kekuatan dan jiwa kepemudaanya untuk membela kebenaran dan memperkokoh bangunannya, menghadang kebatilan dan menghancurkan bentuk-bentuknya; maka Allah menyebutkan kelompok dari mereka sebagai
فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى. وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan Kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; Kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, Sesungguhnya Kami kalau demikian telah mengucapkan Perkataan yang Amat jauh dari kebenaran”. (Al-Kahfi:13-14)
Allah juga menjelaskan bahwa orang-orang yang membela nabi Musa melawan Fir’aun yang zhalim adalah para pemuda; ketika saat itu orang-orang tuanya banyak yang takut dan pengecut:
فَمَا آمَنَ لِمُوسَى إِلاَّ ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَى خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنْ الْمُسْرِفِينَ
“Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam Keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. dan Sesungguhnya Dia Termasuk orang-orang yang melampaui batas”. (Yunus:83),
Dan Allah juga memerintahkan kepada nabi-Nya yang masih muda Yahya untuk :
يَا يَحْيَى خُذْ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا
“Wahai Yahya, ambillah kitab dengan penuh kekuatan, dan Kami berikan kepadanya kebijakan saat masih belia”. (Maryam:12)
Pemuda adalah sosok yang menjadi pembela dakwah-dakwah kebenaran pada berbagai dekade dan marhalahnya, sebagaimana yang didapati oleh nabi Musa dan pengikut nabi Isa serta para sahabat nabi Muhammad saw.
Bahkan mayoritas sahabat nabi saw adalah pemuda yang energik (seperti Ali bin Abi Thalib, Mus’ab bin Umair, Usamah bin Zaid, Ammar bin Yasir, Sa’ad bin Abi Waqqash dan yang lainnya), sebagaimana pula para pemimpin pembawa kemenangan dan pasukannya yang gagah saat terjadi perang yang sengit di Hathin dan Ain Jalut, dan yang lainnya berasal dari para pemuda yang kuat, gagah, memiliki kesungguhan dan semangat, bertaqwa dan mujahadah yang sejati.
Dan dalam kebangkitan umat Islam yang sedang berjalan ini juga dimulai dari pemimpin dakwah kita yang masih muda; imam Al-Banna, membawa harakah yang penuh berkah, yang saat itu beliau berumur 22 tahun, dan menemui syahid pada umur 43 tahun, hanya dalam kurun waktu 21 tahun saja, yaitu umur pemuda yang sedang matang, beliau menyebarkan dakwah kebenaran dan dengannya menyinari alam semesta, menggerakkan umat yang sedang lelap dengan manhaj Al-Quran yang suci dan Sunnah Nabi yang mulia, dan mendirikan gerakan Islam internasional yang menjadi cita-cita umat Islam di seluruh penjuru dunia saat ini.
Dan sang pemimpin dan murabbi ini menyandarkan gerakannya kepada para pemuda dalam berbagai fase dan tingkatan dakwah, membangunkan kepada mereka system yang sesuai dengan potensi mereka, mengeksplorasi jati diri mereka, menumbuh kembangkan kemampuan mereka, mengikat hati-hati mereka dengan Dzat Yang Maha Tinggi, mendisiplinkan akhlak dan budi pekerti mereka, menertibkan prilaku mereka dan menjadikan kekuatan positif mereka lebih konstruktif; sehingga mampu menjaga umat dari kemerdekaannya, menopang kekokohan bangunannya, gigih melawan musuh-musuhnya dan bersatu dengan segala kekuatan yang dimilikinya.
Imam Syahid menjadikan dasar kemenangan dakwah adalah pembangunan individu yang salih (pemuda atau pemudi) dan meletakkan kepadanya sifat-sifat asasi; yang harus dimiliki, dikuasai dan diterapkan; sehingga beliau meminta kepada seluruh pemuda untuk menjadi “berbadan kuat, berakhlak mulia, berwawasan luas, berdikari, ber-akidah suci, beribadah benar, berjiwa sungguh-sungguh (gesit), bersiaga dengan waktu, berdisiplin dengan berbagai urusan dan bermanfaat untuk orang lain”. Bagi setiap pemuda, jika memiliki kekurangan dalam salah satu sisinya maka harus dilengkapi dan disempurnakan, agar manhajnya mampu diterapkan diatas bumi secara nyata, dengan manyatukan para pemuda pada satu barisan (usar), dan barisan usar berada pada “kataib”, dan mendirikan “cabang-cabang”, mengadakan muaskar dan mukhayyam, mendirikan club-club olah raga, mendirikan lembaga sosial, sekolah-sekolah, rumah sakit-rumah sakit, klinik-klinik, dan lembaga-lembaga bidang perekonomian, mendorong para pemida untuk memiliki ilmu dan bekerja, proyek yang bermanfaat dan wawasan yang luas, memotivasi mereka untuk membentuk rumah tangga muslim dan mengarahkan masyarakat, menyebarkan dakwah yang membawa pada kebaikan di dalamnya, memerangi kebatilan dan mendorong pada kebaikan, mengajak pada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, bersegera melakukan perbuatan baik di setiap lini kehidupan; hingga sampai pada mengajak dan membela umat dan berjihad di jalan Allah; guna mengusir penjajah yang bercokol diperbatasan terusan suez dan mengusir para perampas di bumi Palestina.
Bahwa pada hari ini kita sangat membutuhkan; disaat umat sedang mengalami keterpurukan, musuh-musuh melemparkan kita pada busur yang sama, menggerakkan segala potensi dan kekuatan para pemuda, memanggil jiwa mereka dan menumbuh kembangkan segala kemampuannya; dengan memperkokoh akidah, menumbuh suburkan iman, meluruskan akhlak, memperkuat badan, mengekplorasi kemampuan dan membuka berbagai ladang pekerjaan yang bermanfaat dan memiliki buah; guna menyelamatkan umat dan menghidupkannya dari kematian, memaksimalkan sumber dayanya dan mengefektifkan segala fenomena kehidupannya.
Harus ada pemimpin yang memiliki kesadaran, yang siap memimpin para pemuda dan mengarahkannya, menjaga kekuatan dan potensinya, membuka berbagai ladang ilmu dan pelatihan, tsaqofah yang luas, bekerja dan beraktifitas, mencipta dan berkreasi, dan hal ini merupakan kewajiban Negara dengan berbagai potensi, yang masih saja hingga saat ini tidak mampu diadakan dan dilaksanakan; karena, masih saja suatu Negara yang mengabaikan potensi umat, menyia-nyiakan waktu hidup dan mengacuhkan masa depan yang cerah.
Setiap pemuda harus bisa merasakan nilai waktu dan fase yang akan dilalui di dalamnya, sehingga dirinya mampu melengkapi berbagai kekurangan, menumbuh kembangkan potensi, memperbanyak kerja shalih; dalam satu barisan iman, jamaah yang disiplin, kerja jama’i dan ide kreatif. Tidak ada waktu untuk istirahat dan libur, malas dan culas, namun terus melakukan kerja yang memberikan hasil, usaha yang sungguh-sungguh dan ikhlas, pelatihan yang terus menerus, mencari keahlian serta meraih ilmu dan tsaqofah. Tidak masalah pada saat itu dibarengi dengan sedikit istirahat dan suatu kesenangan yang bebas dari maksiat, sehingga memberikan kesempatan pada jiwa untuk istirahat dan kemudian melanjutkan kerja setelah itu dengan penuh semangat dan gigih.
· Kita harus melakukan kreatifitas dalam keadaan sadar atau tidur, kita awali hari-hari kita dengan shalat fajar secara berjamaah di masjid, menyaksikan saat fajar mulai menyingsing, dan merasakan cerahnya waktu pagi, “Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing”. (At-takwir:18) kemudian melewati waktu siang dengan kerja yang bermanfaat; sesuai dengan konsep dan manhaj, menghindari diri dan kesehatan dari tempat-tempat yang melalaikan, sia-sia dan kemungkaran, kemudian tidur dengan cepat agar bisa bangun pada waktu sahur untuk menggantungkan kekuatan kepada Tuhan pemilik bumi dan langit, dan kita berharap menjadi sahabat nabi saw; yang mereka seakan seperti
رهبان الليل وفرسان النهار
“Pendeta di malam hari dan penunggang kuda pada siang hari”.
· Kita harus membaca, menghafal kitabullah dan menelaahnya, dan menjadikan semua itu sebagai proyek kerja pada musim panas, begitu pula mempelajari hadits-hadits nabi saw dan sirahnya serta memahami kaidah-kaidah ajaran agama; karena itu semua merupakan risalah kita untuk membawa petunjuk kepada semua manusia dan menyelamatkan dunia
من يُرِد الله به خيرًا يفقهه في الدين
“Barangsiapa yang inginkan Allah kepada nya kebaikan, maka Allah akan berikan kepada pemahaman kepada agama”
· Kita harus bergaul dengan sahabat-sahabat yang salih dan beriman; yang dapat membantu melakukan kebaikan dan menjauhkan diri dari orang-orang yang rusak dari para pengangguran yang memiliki akhlak yang menyimpang, yang mengabaikan umur dan usia mereka ke kedai-kedai kopi, tempat-tempat yang melalaikan dan merusak, bahkan kita harus mendakwahkan mereka untuk mengikuti manhaj kita yang benar untuk menyelamatkan usia potensial, akhlak dan kekuatan mereka dari kesia-siaan dan kehancuran.
· Kita harus memberikan perhatian pada kondisi badan dengan selalu melakukan olah raga badan yang bermanfaat
فالمؤمن القوى خيرٌ وأحبُّ إلى الله من المؤمن الضعيف
“Karena mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari mukmin yang lemah”
علموا أولادكم السباحة والرماية وركوب الخيل
“Ajarkanlah anak-anak kalian renang, memanah dan menunggang kuda”
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ
“ Dan persiapkanlah untuk mereka apa yang mampu kalian lakukan dari kekuatan dan kuda yang diikat dengan kuat” (Al-Anfal:60),
ألا إن القوة الرمي
“ketahuilah bahwa yang dimaksud dengan kekuatan adalah memanah”
· Kita harus memperhatikan kebersihan; karena yang demikian lebih khusus dari apa yang diwasiatkan oleh Islam.. kebersihan pada pakaian dan penampilan, kebersihan pada hati dan lisan, kebersihan pada makanan dan minuman..kebersihan pada tempat-tempat umum dan khusus; sehingga kita menjadi umat yang bersih dan berwibawa di tengah umat dunia
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri” (Al-Baqoroh:222)
· Kita harus berusaha mempelajari ilmu keahlian tangan dan industri usaha mikro, dan menguasai suatu keahlian; agar kita bisa bangkit melalui ekonomi kita, dan makan dari hasil usaha dan tangan kita sendiri
ما أكل أحد طعامًا قط خيرًا من أن يأكل من عمل يده
“Tidaklah seseorang makan suatu makanan sedikitpun lebih baik kecuali dari hasil usaha tangannya sendiri”.
إن الله يحب المؤمن المحترف
“Sesungguhnya Allah mencintai orang beriman yang memiliki keahlian”
هذه يد يحبها الله ورسوله
“Inilah tangan yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya”
اليد العليا خير من اليد السفلى
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah”
· Kita harus menyempurnakan ilmu dan menguasai bidang-bidangnya; karena sesungguhnya apa yang diplajari dari manhaj-manhaj ta’lim saja tidak akan memberikan hasil pada kebangkitan umat dan tidak akan memberikan kemajuan pada bidang kebudayaan, namun kita harus memahami bahwa menuntut ilmu dalam agama dan bidang apa saja merupakan suatu kewajiban yang diridhai oleh Allah dan mampu membangkitkan umat dan menghilangkan segala kendala yang menghalangi kebangkitannya
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Dan katakanlah “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu” (Toha:114)
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسْ الْمُتَنَافِسُونَ
“Dan pada hal tersebut hendaknya mereka saling berlomba-lomba” (Al-Muthaffifin:26)
· Kita juga harus menguasai dan memahami kebudayaan dunia untuk memahami kondisi yang sedang kita alam dan kita hidup di dalamnya, mengambil yang baiknya dan membuang yang buruknya
فالحكمة ضالة المؤمن أينما وجدها فهو أحق الناس بها
“Karena hikmah adalah sesuatu yang hilang dari orang yang beriman, dimana saja ditemukan maka dia lebih berhak daripada manusia lainnya”
Dan kita saat ini hidup dalam dunia yang terbuka seperti ini; kita berkewajiban, dan risalah kita mengajak pada manhaj Allah dan syariat-Nya dalam berbagai sisi kehidupan.
Disana ada kewajiban individu; mulailah dari diri kita sendiri, dan ada kewajiban Negara dan pemerintah; kita akan selalu menyeru mereka untuk melaksanakan dan menunaikannya, untuk bangkit dari keterpurukan, dan jika tidak ada tanggapan maka kita harus menggantungkannya kepada diri kita masing-masing; karena kita adalah bagian darinya; baik saat ini maupun pada masa yang akan datang.
Wahai para pemuda yang cerdas dan potensial, dengarkanlah nasihat Rasulullah saw
احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز
“Jagalah dan berusalah meraih apa yang memberikan manfaat kepadamu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa lemah”
وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
“Dan Allah akan selalu bersama kalian dan tidak akan menyia-nyiakan perbuatan (baik) kalian”. (Muhammad:35)
Allahu Akbar, walillahil hamdu.
Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI
Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.