Pemerintahan Militer Tidak Akan Mampu Memupus Perjuangan Dakwah Al-Ikhwan

18/7/2008 | 15 Rajab 1429 H | 776 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

gambar-ikhwan.jpg 

Penterjemah:

Abu Ahmad

_______

Sungguh mulia dakwah Al-ikhwan, para pemukanya dan para anggotanya; laki-laki, wanita, anak-anak muda dan pemudinya. kemuliaan dan keagungan al-Ikhwan tidaklah tampak kecuali karena sikapnya yang menawan, dan tidak akan muncul kecuali saat begitu gencar dan dahsyat ujian di atas jalan dakwah, ujian-ujian tersebut adalah bagian dari sunnah dakwah, sejak dahulu selalu berulang dan selalu dialami oleh para generasi al-ikhwan dalam perjalanan dakwahnya, dan hingga kini ujian tersebut berulang kembali.

Dunia mujahid seluruhnya # Selalu penuh dengan ujian terhadap para pembawanya

Duri-duri berada dihadapannya # namun bagai bunga-bunga yang berada diatas ranumnya

Karena itu kita selalu melihat dan menyaksikan bahwa jalan dakwah selalu dihiasi dengan sesuatu yang dibenci, namun dengan itu semua jiwa terus terbina bahwa jalan dakwah akan selalu penuh dengan pertentangan dan pergesekan antara kebenaran dan kebatilan, dan hal tersebut akan selalu tampil hingga Allah mewariskan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Dan adanya pemerintahan militer adalah sebagai jaulah baru akan adanya perseteruan antara kebenaran dan kebatilan, guna menegaskan kepada kita semua dengan penuh bashirah (mata hati), al-fahm (pemahaman) dan al-wa’yu (kesadaran) yang penuh akan sunnah Allah dalam setiap dakwah. Sebagaimana yang penah disampaikan oleh Imam Al-Banna tentang tabiat dakwah yang dipilihnya dan dijadikan jalan hidupnya dengan penuh keyakinan dan kesadaran akan beban yang akan menghadang dan hambatan yang akan merintang, beliau berkata: “Maka niscaya kalian akan memasuki itu semua, dan tidak ada keraguan di dalam medan tajiribah (experiment) dan ujian ini, dan kelak kalian akan ditangkap dan dipenjara, dikucilkan dan diusir, dirampas segala kepentingan dan fasilitas kalian dan diberhentikan dari tempat kerja kalian, rumah-rumah kalian akan digeledah, dan boleh jadi ujian ini akan berlangsung lama”.

أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون

“Maka Apakah manusia akan mengira dibiarkan mengatakan kami beriman sementara mereka tidak akan diuji”. (Al-Ankabuut:2)

Dan pada salah satu bentuk pemerintahan yang keji dan zhalim yang menimpa perjalanan sejarah dakwah kami adalah berlalunya dakwah mengiringi 7 kali pemerintahan militer yang keji, yang berakhir dengan kehinaan mahkamah militer pada masa kedzaliman Nasir yang kelam; yang menerapkan rezim yang kejam dan keji, dan melahirkan berbagai macam hukuman yang bathil, hingga berjalan selama 10 tahun dan diiringi dengan mengeluarkan biaya yang begitu besar, hanya untuk mendukung suatu kebatilan. Namun, sekalipun demikian, usaha tersebut tidak berhasil menguasai dan mengalahkan kebenaran dan para pemegang kebenaran.

Hari-hari kelam di negeri Mesir

Betapa banyak pada hari itu ujian berat yang menimpa jiwa-jiwa yang bersih, pada hari saat kesedihan menimpa seluruh warga Mesir. Hari yang kelam yang menyelimuti negeri Mesir, oleh karena kekejaman pemerintah militer, kekejian dan kezhaliman yang dilakukan terhadap para pemuka dan tokoh Mesir. Hari yang kelam  yang menyelimuti negeri Mesir oleh karena perilaku penguasa barbar dan tatar serta para penguasa negeri Mesir; ketika mereka melanggar kehormatan yang harus dilindungi oleh negara; terhadap wanita, anak-anak dan orang tua.

Dan tentunya, kita telah melihat kebrutalan pasukan keamanan rezim pemerintah yang menghancurkan keluarga orang-orang yang tertangkap; dengan pukulan dan siksaan, menghinakan kehormatan keluarga mereka, baik wanita dan anak-anak. Sehingga membuat air mata meneteskan dengan deras. Dan kami melihat Aisyah Hasan Malik dan adik laki-lakinya yang masih kecil, keduanya menangis ketakutan sehingga membuat kakak perempuannya Khadijah merasa sedih karena kedua kakak lelakinya; Hamzah dan Ahmad, ditangkap dan dipenjarakan, dan khawatir akan mendapatkan kekejaman dari pihak keamanan yang tatar (keji) terhadap keduanya.

Kami melihat adanya pukulan, siksaan, intimidasi, dan kekejaman terhadap keluarga dan anak-anak orang-orang yang ditangkap oleh pihak keamanan yang tidak bisa membedakan antara anak kecil dan orang tua atau tidak memiliki belasa kasihan terhadap para wanita yang menangis, bahkan mereka menyiksa terhadap berpuluh-puluh anak-anak para terpidana yang mulia, menangkap kerabat dan murid-murid mereka, dan kemudian melempar mereka secara paksa ke dalam mobil, dengan bentuk yang liar dan tidak pernah terjadi sebelumnya, dan menyingkap apa yang ada dalam tubuh mereka berupa kekejian dan kekejaman, tidak memiliki rasa untuk memelihara (hubungan) Kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian.

Bahwa yang demikian merupakan hari yang suram dan kelam, bertambah panjang tangan-tangan kezhaliman terhadap anak-anak, sebelum orang tua dan wanita, dan sebelum para laki-laki dewasa, bahkan hingga bertambah jumlah pelakunya dari para wartawan dan media, para tokoh lembaga-lembaga Arab dan internasional, sehingga membuat sesak dada kami, membelenggu jiwa-jiwa kami dan mengalir darah-darah kami, dan membuat kami melantunkan syair:

Sungguh hatiku telah terguncang ketika tertimpa oleh siksa

Sehingga tubuhku terasa remuk yang takut akan amarah

Dan terjadilah hari yang mengerikan membuat warga Mesir semuanya menangis

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Sekalipun apa yang terjadi dan sekalipun berhadapan dengan kezhaliman yang berlebihan; tidak akan memupus dan melenturkan perjuangan dakwah kami. Bahwa tindakan pihak keamanan yang tatar melampaui batas yang berlebihan, dalam bentuk yang tidak pernah terbayangkan, dan bahkan tindakan ini tidak dilakukan kecuali hanya untuk menggertak dan menggetarkan hati para Al-Ikhwan, hingga mencapai pada jiwa yang tercekik dan ketakutan dan akhirnya melakukan bunuh diri. Dan agar berubah reaksi mereka pada amarah rakyat untuk menutupi rezim tatar dan menggenapkan kejahatan mereka dengan memberantas para pengikut al-ikhwan dan menguasai duri penghalang mereka, menumpahkan darah dan mendiskreditkan kehormatan mereka, dan akhirnya lahir dalam jiwa mereka perasaan marah dan beban berat akan rasa sempit dan goncangan dari dalam jiwa mereka. Namun tipu daya dan rencana busuk mereka tidak mendapatkan hasil, oleh karena kesabaran al-ikhwan dan keteguhan mereka serta kebijakan qiyadah mereka yang cerdas, karena itulah perjuangan dakwah tidak akan pernah luntur.

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Bahwa Al-Ikhwan telah banyak belajar dari Al-Qur’an al-karim dan sirah nabawiyah; bahwa dakwah kepada Allah pasti akan selalu menang, sekalipun harus melalui banyak rintangan dan ujian. Dan bahwa dakwah ini akan selalu berada di bawah lindungan Allah dan penjagaannya, sedangkan para pelaku dakwah dan penerusnya adalah merupakan pembawa energy dan semangat, berjalan dengan penuh tsabat (keteguhan), tenang dan tsiqoh akan kejujuran dan kebenaran dakwah mereka dan keselamatan jalan mereka.

حتى إذا استيأس الرسل وظنوا انهم قد كذبوا جاءهم نصرنا فنجي من نشاء ولا يرد بأسنا عن القوم المجرمين

“Sehingga apabila Para Rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada Para Rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa”. (Yusuf:110)

Nabi saw bersabda:

والله ليتمن الله هذا الأمرحتى يسير الراكب من صنعاء إلى حضرموت لا يخشى إلا الله والذئب على غنمه

“Demi Allah Allah akan terus menjaga perkara ini hingga pengendara dapat berjalan dari Shan’a ke Hadramaut, dan tidak akan takut kecuali Allah dan pengembala atas hewan ternaknya”.

Kami belajar dari Al-Qur’an dan sunnah bahwa pemerintahan yang zhalim dan keji tidak akan mempengaruhi kekuatan jamaah dan keteguhannya,  namun justru menambah kekuatan dan kekokohan jalan yang dilalui untuk melakukan perbaikan pada masyarakat dibawah syiar

ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة

“Serulah kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan mauizhah hasanah”. (An-Nahl:125)

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Selama di dalamnya terdapat pemimpin yang bijak dan cerdas, yang mampu mengemban dan menanggung segala kesulitan dan tekanan, dan berdiri dengan tegar dihadapan orang-orang zhalim, dan berjalan bersama kafilah dakwah tanpa terpengaruh oleh kezhaliman dan kejahatan mereka, sehingga sang mursyid mengikrarkan diri dengan lantang “Sungguh, pasti orang-orang zhalim akan mengetahui; sekalipun mereka terus menzhalimi kami dan berlebihan dalam menekan kami, namun, akan terus menambah kekuatan dan keteguhan kami terhadap kebenaran, dan bahkan akan terus bertambah semangat perjuangan dakwah kami –dengan karunia Allah- sehingga menyebar dan menyatukan hati, fikiran dan perasaan kami, dan sesungguhnya hari esok bagi Dzat yang Maha Melihat adalah dekat”.

Dan sebagaimana DR. Al-Kattani ikrarkan: “Bahwa pemerintahan ini tidak melunturkan untuk terus berjalan meniti jalan perbaikan secara damai untuk kami jadikan sebagai jalan kami dan bukan dengan cara menyerang kerusakan dan pelaku pengrusakan yang mencuri makanan pokok negeri ini dan penduduknya”.

Adapun Muhammad Mursi menegaskan: “Bahwa jamaah Al-Ikhwan, sekalipun berhadapan dengan pemerintahan yang keras dan keji, tetap akan terus menunaikan tugasnya menyampaikan risalah dan memerankan perannya dalam melakukan perbaikan untuk mewujudkan kemaslahatan umat dan meninggikan jati diri umat dan mempertahankan hak-haknya, dan bekerja untuk kemakmurannya”.

DR. Subhi Shalih juga menegaskan: “Bahwa Al-Ikhwan tidak akan mundur dari jalannya dan manhajnya sekalipun terus berhadapan dengan berbagai siksaan dan berhadapan dengan rezim yang menampakkan kelemahan dan kegagalannya. Dan dengan rezim ini akan difahami bahwa al-ikhwan tetap eksis dengan prinsipnya dan keteguhannya memegang prinsip, sementara pemerintah zhalim akan sirna dengan kebatilannya dan kebiadabannya dengan pasti”.

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Selama masih ada para pejuang seperti mereka yang sedang terhukum dihadapan pemerintahan yang zhalim, bahwa hati mereka tidak akan pernah lunak dan jiwa mereka tidak akan pernah pudar, namun akan terus dan tetap kuat dan kokoh mengikrarkan diri dihadapan thugat yang telah menjatuhkan hukum atas mereka; “Kami berjanji untuk tetap berpegang teguh dan terus berada dalam dakwah yang bersih ini, demi menuju perbaikan dan kemerdekaan negeri dari kebiadaban dan kerusakan dan terwujud keadilan dan persamaan, serta memberikan kemerdekaan dan menganggap beban yang mendera bangsa Mesir”.

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Selama masih ada para pejuang seperti mereka yang sedang terhukum di luar negeri, dan yang mengikrarkan diri setelah dijatuhkan hukum atas mereka “bahwa mereka semuanya telah siap menjadi tameng dalam melakukan perbaikan yang dikomandani oleh jamaah Al-Ikhwan al-muslimun di Mesir, dan mereka tidak akan pernah mundur dari menyempurkan jalan menuju perbaikan sekalipun jiwanya menjadi korban, dan mensifati pemerintahan militer yang mengambil hak mereka dengan pecundang besar”.

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Selama di dalamnya terdapat seseorang seperti singa jalanan yang memiliki kecerdasan, yang memiliki sikap tegas dihadapan hukuman dan keputusan zhalim dengan berkata lantang: “Bahwa rezim ini, sekiranya terus menahan harta dan bahkan berkembang pada penghilangan ruh-ruh, tidak akan mampu membuat Al-Ikhwan mundur terhadap apa yang mereka imani, dan bahkan akan terus menjadi prajurit sejati untuk negeri tercinta ini untuk melakukan kebangkitan, dan bahkan tidak akan meninggalkan bahtera negeri ini hingga ditenggelamkan oleh para perusak”.

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Selama masih ada wanita yang mulia dari keluarga para rijal yang tertangkap, berhadapan dengan tegar melawan pemerintahan- sekalipun diiringi dengan linangan air mata- dengan ikatan yang kuat, jiwa yang mulia menembus kebaikan dakwah ini, sehingga dari mulutnya keluar kata-kata indah: “Bahwa hal ini belum pernah diperkirakan sebelumnya; bahwa Allah telah memberikan kepadanya kesabaran dan ketsabatan, sehingga Allah menurunkan atas mereke ujian yang mengubah jiwa mereka untuk menjadi murabbiyah dan pendidik anak-anak mereka, menjadi istri yang kokoh dan teguh berkat keteguhan sang suami tercinta”.

Dan dalam ungkapan lain disebutkan: “Bahwa Allah telah memilih para akhwat dan istri-istri rijal yang tertangkap dengan ujian seperti ujian para nabi, sedangkan mereka tetap sabar dan berharap ridha dari Allah”.

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Selama dalam dakwah kami masih ada generasi penerus dan para pemuda pengemban dakwah ini dan juga para pejuang yang berdiri tegak di belakang para qiyadah dalam satu barisan dan dalam satu hati, sebagaimana yang kami lihat dan temukan akan peran dan kontribusi mereka terhadap ikhwan yang masih berada di balik jeruji besi, dan berada di belakang qiyadah dakwah mereka, menjadi tiang sandaran dan penolong dalam satu tubuh yang menakjubkan dan kesatuan yang unik antara qiyadah dan jundi.

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Selama masih ada kesaksian orang lain kepadanya, seperti yang diungkapkan oleh Rafiq Habib ketika mengomentari pemerintahan militer; bahwa jamaah ini adalah “model kelompok politik dan perbaikan satu-satunya yang menjadi harapan masyarakat Mesir, yang mampu selalu hadir dalam berbagai sisi, tempat atau kelompok dari masyarakat, memiliki kekokohan dalam masyarakat dan kekkokohan dalam tanzhim, dan menjadikannya harakah satu-satunya yang berhak menjadi pemimpin atas harakah pembuat undang-undang, dan harakah satu-satunya yang mampu menjadi pemimpin harakah pembuat undang-undang dan dengan keahlian tanzhim meletakkannya pada posisi harakah pembuat undang-undang yang terstruktur”.

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Lembaran-lembaran sejarah telah memberikan pelajaran kepada kami, bahwa yang terjadi saat ini merupakan awal kabar gembira terhadap akhir pemerintah diktator , keji dan zhalim, maka dari itu, ketika bertambah keras kezhaliman terhadap ashabul ukhdud itulah akhir kekejaman raja diktator. Dan ketika bertambah keras kekejaman Fir’aun dan prajuritnya terhadap penyihir yang telah beriman maka itulah akhir dari kezhalimannya. Dan ketika bertambah keras kekejaman Fir’aun abad yang lalu dan menangkap lebih dari 30 ribu orang pada tahun 54 M, maka itulah kehancuran mereka pada tahun 56 M. Dan ketika berulang pada tahun 64 M, maka itulah kekalahan mereka pada tahun 67 M dan akhir dari pemerintahannya. Dan sejarah juga telah mengingatkan kita tentang dimanakah Gladion, Syamsu Badran, Sholah Nasir, dan Hamzah Basyuni? Dan demikianlah sejarah, berlalu dengan para tughat dan orang-orang zhalim hingga menuju akhir yang menghancurkan, namun dakwah tetap eksis dan kekalh dibawah prinsip-prinsip yang mulia dan naungan bangunan yang tinggi.

- Perjuangan dakwah kami tidak akan pernah pupus

Oleh karena ketsiqohan dan keyakinan yang kami miliki bahwa janji Allah pasti akan datang, dan bahwa para rijal yang mulia yang tertangkap tidak akan mampu melemahkan jiwa mereka. Dan bahwasannya akhir dari kezhaliman sudah dekat dengan izin Allah, dan tidak akan berlangsung lama hukuman perjara atas orang-orang yang mulia sehingga mereka dapat melihat kembali cahaya dakwah, ketika kezhaliman telah masuk dalam liang lahat, mendapatkan akhir perjalanan mereka kembali kehadapan Yang Maha Raja dan Maha Pemberi balasan.

Sesungguhnya Allah akan selalu bersama kita

Kami sampaikan dengan penuh kekuatan dan keyakinan kepada seluruh ikhwan yang tercinta dan para petinggi dakwah kami yang berada di balik jeruji besi; janganlah kalian bersedih karena sesungguhnya Allah selalu bersama kita;

Kepada Ustadz Khairat Syatir yang sabar dan ikhlas yang telah dijatuhi hukuman atasnya secara keji dan zhalim selama 7 tahun; janganlah bersedih karena sesungguhnya Allah bersama engkau dan kita semua,

Dan kepada Ustadz Hasan Malik yang sabar dan ikhlas yang telah dijatuhi hukuman atasnya secara keji dan zhalim selama 7 tahun; janganlah bersedih karena sesungguhnya Allah bersama engkau dan kita semua,

Dan kepada para pemimpin kami dan ikhwan-ikhwan kami yang telah dijatuhi hukuman atas mereka secara keji dan zhalim selama 10 tahun dan 5 tahun; janganlah kalian bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kalian dan kita semua.

Dan kepada ikhwan yang kami cintai, yang sabar dan ikhlas ketika dijatuhi hukuman atas mereka dengan keji dan zhalim selama 5 dan 3 tahun; janganlah bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kalian dan kita semua,

Dan kepada ikhwah dan yang kami kasihi dan cintai serta kepada buah hati kami yang dirampas harta-harta mereka, dicerai beraikan keluarga mereka dan didiskriminasi hak-hak mereka hingga sekarang; janganlah bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kalian dan kita semua,

Kepada orang tua kami, saudara-saudara kami, anak-anak kami yang laki-laki dan perempuan dari kelurga yang tertangkap dengan keji dan zhalim; janganlah bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kalian dan kita semua. Dan demi Allah yang tidak ada tuhan selain-Nya; semua itu tidak akan memupus perjuangan kita dan kalian, dan niscaya tidak akan panjang masa di penjara, karena waktu kehancuran para pelaku tindakan kezhaliman telah dekat, dan kalian pasti akan melihat apa yang akan menimpa mereka di dunianya sebelum menjumpainya di alam akhirat kelak, bersama anak-anak mereka dan keluarga mereka.

“Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali”. (As-Syua’ara:227).

Jihad tahapan

Betapa besar kebutuhan dakwah robbaniyah kita saat berada pada kondisi yang mengerikan ini untuk dapat selalu tsabat dalam dakwah yang merupakan bagian dari jihad tahapan. Tsabat yang membuat kami yakin bahwa ujian selalu beriring dengan keimanan.

- Tsabat dalam prinsip dan manhaj tarbawi yang bersih dan jauh dari kepentingan sesaat.

- Tsabat dan tunduk pada qiyadah dan jamaah.

- Tsabat terhadap prinsip-prinsip dan tsawabit harakah kita.

- Tsabat yang terdapat dalam makalah sang muassis “hilangkan perseteruan perasaan dengan pandangan logika dan sinarilah cahaya akal dengan perasaan yang bergelora”.

- Tsabat yang membenarkan kejujuran dan keikhlasan dalam berbuat karena Allah, persiapan yang matang untuk berkorban di jalan-Nya, dan memenuhi janji bai’at kepada-Nya.

- Tsabat yang mengikrarkan diri untuk terus berjalan menuju cita-cita dan tujuan yang diidam-idamkan.

- Tsbat yang mewujudkan kepada kami firman Allah :

مِنْ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً

 “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)”. (Al-Ahzab:23).

- Tsabat yang tidak mendorong diri untuk melakukan reaksi keras, namun dengan strategi yang penuh hikmah dan manhaj yang lurus dalam melakukan perubahan.

- Tsabat yang menyeru kami untuk berpegang teguh pada faraidh (kewajiban-kewajiban) dan nawafil (yang sunnah-sunnah) untuk meraih kemenangan dalam berbagai amal dakwah, dan fokus pada dakwah masyarakat.

- Tsabat yang membuat kami sadar, bahwa kemenangan yang sesungguhnya adalah sabar sesaat, dan bahwasannya kemenangan itu bersama orang yang sabar, dan kelapangan setelah penderitaan, hingga kebenaran tercerabut dari orang-orang yang zhalim.

- Tsabat yang mewajibkan kami menggantikan posisi pemimpin kami yang tertangkap; yang bukan hanya kepada keluarga dan anak-anak mereka saja, namun juga pada dakwah, kewajiban dan tugas-tugas mereka; dengan melipatkan gandakan usaha, mengorbankan apa yang dapat dikerahkan.

- Tsabat yang menjadikan Al-Ikhwan Al-Muslimun sebagaimana yang selalu dikumandangkan; tetap tegar dalam melakukan perbaikan, sekalipun besar harganya dan pengorbanannya, karena, selamanya mereka tidak akan lemah dan merasa bosan dalam mengemban amanah dakwah kepada-Nya.

- Tsabat yang menjadikan mereka melakukan intifadhah baru setelah keluarnya hukum yang keji untuk menghantarkan jalan menuju perbaikan dengan semangat yang tinggi dan tsabat pada berbagai sikap dan berani dalam kebenaran dengan iman yang bersih dan benar.

- Tsabat yang menjadikan mereka berpegang teguh pada keinginan yang kuat dan tidak terbetik sedikitpun rasa lemah dan minder, dan pengorbanan yang besar yang tidak berembel-embel ketamakan dan kebakhilan, memiliki wafa’ (penepatan janji).

- Tsabat yang tidak terdapat di dalamnya rekayasa dan tipu daya.

Penutup

Taujihat dari mursyid Am untuk kesatuan jamaah seluruhnya; Dan kalian wahai para Al-Ikhwan Al-Muslimun, hendaklah kalian memiliki tsabat dalam dakwah, dalam prinsip dan manhaj kalian, dan kalian harus melipat gandakan harakah dan aktivitas kalian, harus memahami karakteristik orang-orang zhalim, bahwa mereka telah menculik ikhwan kita sehingga satu persatu dijatuhi hukuman. Namun demikian, dakwah haruslah tetap eksis hingga terwujud kemenangan untuk Islam –dengan izin Allah-. Dan hendaknya kalian harus terus menerus berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT agar supaya dihilangkan segera kesedihan dan musibah atas umat ini, dan memerdekakan orang-orang yang terzhalimi!!

والله غالب على أمره  ولكن أكثر الناس لا يعلمون

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”. (Yusuf:21).

Sementara itu DR. Jum’ah Amin menyatakan : “Teguhkanlah jiwa kalian dan bertawakkallah kepada Allah, karena dibalik semua ini adalah kondisi yang mengerikan dan lebih keras, perkara yang besar dan masa yang kelak dijatuhi hukuman yang keras terhadap orang-orang fasik, menghukum orang-orang yang zhalim. Karena itu persiapkanlah diri kalian dengan keimanan, dan bersungguh-sungguhlah dalam berpegang teguh dengannya, dan perbanyaklah melakukan perbuatas baik dan bersabarlah pada setiap musibah dan kondisi sulit dalam menuju kenikmatan yang abadi, dan niscaya Allah akan selalu bersama kalian dan tidak menyia-nyiakan perbuatan baik kalian, dan -tentunya pula- kemenangan akan selalu tertulis bagi orang-orang yang beriman”.

sumber: www.ikhwanonline.com


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 18/7/2008 / 15 Rajab 1429 H, dalam rubrik Akhbar Ikhwan, Tsaqafah Islamiyah. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.

« sebelumnya
sesudahnya »