Pemerintah… Antara Peran yang Mandul dan Kejahatan Musuh!

30/10/2009 | 11 Dhul-Qadah 1430 H | 303 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

mahdi akif5Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 23-10-2009

Segala puji hanya milik Allah SWT.. kita bersyukur dan memuji-Nya atas segala nikmat dan ujian, shalawat dan salam atas Rasulullah saw yang mulia, Muhammad saw, beserta keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mendukungnya, selanjutnya…

Bagi siapa yang memperhatikan kondisi dan situasi di Mesir, baik secara umum ataupun politik; akan mendapatkan gambaran yang mengenaskan, tidak ada seorangpun yang menyangka apa yang terjadi terhadap negeri pusat peradaban dan pemilik sejarah negeri kuno nan panjang, akan berbagai sikap yang nyata-nyata melakukan kezhaliman, permusuhan, pemaksaan, penindasan dan imperialisme… negeri ini seakan telah menjadi manusia yang hilang kapabilitasnya dan menjadi tawanan penjajah serta menjadikan  negara sebagai penjara besar bagi rakyatnya sendiri…tidak ada harapan bagi yang dipenjara untuk mendapatkan belas kasih atau secercah harapan.

Dan bagi pemerhati kondisi dan situasi terkini negeri-negeri Arab dan Islam juga memahami bahwa kondisi yang dialami Mesir bukanlah pengecualian; terutama setelah terjadinya kesenjangan dan kerenggangan antara pemerintah dan rakyatnya, sementara rakyat setiap harinya kehilangan hak miliknya, dan kekayaannya yang paling berharga; anak-anak bangsa yang ikhlas dan mulia, oleh karena adanya kejahatan dan kerasnya permusuhan yang dilakukan pemerintah terhadap para pemilik kebenaran dan reformasi dari anak-anak bangsa Arab dan umat Islam.

Sementara apa yang dilakukan pemerintah Mesir terhadap hak Ikhwanul Muslimin juga tidak jauh; berbagai penangkapan dan penindasan yang tidak beralasan, sebagaimana pula yang terjadi di sebagian dunia Islam seperti di Pakistan; dengan alasan kemaslahatan negara –hanya untuk mengakomodir keinginan Amerika- menggunakan kekuatan bersenjatanya -yang seharusnya digunakan untuk melindungi negara dan rakyatnya-, untuk melakukan pembunuhan dan penghancuran rumah-rumah yang berlokasi di Zeiristan dan Lembah Swat.. dan diantara gambaran tersebut ada benang merah yang mengungkap akan kondisi keterbelakangan dan kehinaan yang terjadi pada sikap dan politik (kebijakan) pemerintah yang berkuasa.

Kondisi yang mengenaskan ini telah mengarah pada kediktatoran dan kezhaliman dan mengarah pada situasi dan kondisi yang tidak terbayangkan sebelumnya yaitu lemahnya negara Mesir di tingkat dunia Arab dan Islam, lemah dari melakukan berbagai hubungan dan komunikasi dengan negeri-negeri lainnya, begitu pula dalam interaksi dengan bangsa Arab, Islam dan bangsa-bangsa lainnya, dalam berbagai tingkatan; politik, ekonomi dan peradaban, sehingga mengakibatkan kalahnya umat dalam berkompetisi di kancah peradaban internasional, dan humanisme.

Dan pada selanjutnya bangsa Arab dan umat Islam sangat jauh pemahamannya terhadap permasalahan dunia kontemporer; yang selalu menjadi bahan diskusi, lalu mereka mengambil keputusan yang membuat kita salalu terisolir… siapa diantara kita yang mendengar dan membaca dalam berbagai sarana informasi akan ungkapan “Sikap Arab dan sikap Negara-negara Islam terhadap permasalahan berakibat adanya perubahan kondisi” atau yang sejenisnya?! Tidak ada tentunya; karena tidak ada seorangpun yang memiliki perhatian dengan kita atau bekerja untuk kita dan mendukung sikap kita dan pendapat kita untuk dijadikan perhitungan, terutama untuk strategi pemerintahan kita.

Dan yang tampak lebih pahit dan getir lagi adalah bahwa kehinaan telah menjadi momok bagi bangsa Arab dan umat Islam–terutama pada sebagian pemerintah di negerikita- menjadikan permasalahan beku dan tidak memiliki peran dalam mengambil keputusan terutama dalam kancarh perpolitikan dan keputusan dunia!!

Contohnya adalah:

• Apakah ada dari negara Arab yang menjadi anggota dalam “Dewan keamanan” yang mampu memberikan keputusan pada proses perdamaian di timur tengah?

• Apakah ada seseorang anggota dari bangsa Arab atau muslim yang menjadi dalam kelompok lima negara plus 1 tingkat dunia yang dapat memberikan keputusan tentag senjata nuklir di Iran.

Jawabannya pada dua kondisi tersebut dan yang lainnya tentunya tidak ada.

Bahkan pada kondisi seperti itu kita telah sampai pada titik terampasnya kekayaan Arab dan umat Islam oleh bangsa asing, baik bangsa asing ini melakukannya dengan cara perang atau sebagai teman, atau berusaha dengan kekuatannya menjaga perdamaian diperbatasan kita!

Adapun di Negara Mesir: strategi pemerintah telah mengekang jiwa bangsa, sehingga membuat lemah rasa loyalitas bangsa, rakyat dan agama, dan mengarah pada hilangnya sebagian besar wibawa Mesir dihadapan bangsa Arab dan Islam lainnya, dan berbagai peran politik luar negeri, keamanan nasional di Mesir, dan pada selanjutnya juga melemahkan peran luar negeri dengan bentuk yang memprihatinkan, dan hal ini terus mengakar hingga terhadap berbagai permasalahan yang berhubungan dengan keamanan negeri Mesir itu sendiri, dan yang terjadi di Sudan serta yang terjadi di bumi  Palestina.

Hasil dari itu semua adalah hilangnya kekuatan Mesir sebagai kekuatan Arab dan Islam, umat telah kehilangan benteng utamanya, dengan asumsi bahwa Mesir memiliki sejarah panjang sepanjang masanya, tempat yang strategis, pintu yang selalu terbuka dalam berbagai permasalahan Arab dan Islam dihadpan intervensi asing..

Bahwa stabilitas keamanan nasional dalam makna yang paling sederhana adalah:

1. Melindungi sendi-sendi kehidupan masyarakat yang sesuai dengan undang-undang dan peraturan, dan diimplementasikan oleh lembaga-lembaga resmi yang beragam.

2. Menjaga perbatasan dari berbagai acaman yang tidak ilegal.

3. Menjaga eksistensi Negara dengan berbagai symbol-simbolnya, dan potensi-potensinya secara material dan spiritual.

Berbeda dengan daerah lain; bahwa pemerintahan kita sebagai alternative bekerja memperkokoh front internal yang tanpanya kondisi keamanan dan stabilitas Negara akan terbuka dengan lebar; sementara itu pemerintah terus melakukan penangkapan terhadap anak bangsa yang mulia, membungkam suara lantang para reformis tanpa ada alasan yang jelas kecuali hanya untuk menjaga agenda dan target yang palsu, terutama untuk melindungi kelompok perusak dan pelaku kejahatan yang telah merampas dan mencuri kekayaan alam negeri Arab dan Islam.

Dan jika kita telusuri apa yang terjadi terhadap hak anggota Ikhwanul Muslimin dalam berbagai penangkapan dan perampasan harta dan pendapat, dan apa yang dialami oleh jamaah dari berbagai invasi kepalsuan politik dan diskriminasi informasi, maka akan kita dapatkan jiwa secara gamblang yaitu hilangnya imunitas dan orientasi dari sisi pemerintahan dan tidak adanya keinginan yang kongkret akan adanya perbaikan atau perubahan.

Dan melalui titik tolak kediktatoran pemerintah, dan keinginannya melakukan individualisme kekuasaan tanpa harus ada yang menentang, padahal hal tersebut  bertolak belakang dengan seluruh nawamis al-kaun (undang-undang alam) yang telah diciptakan Allah, dan yang termaktub dalam nash pentingnya musyarakah dan reformasi serta perubahan.

Pemerintah mulai melakukan invasi secara serampangan dan membabi buta terhadap ikhwanul Muslimin; karena mereka berusaha membuka akan berbagai kecurangan dan kerusakan, mengungkap sikap pemerintah terhadap permasalahan Palestina, yang mana – sikap ini- sebagai fase yang krusial dan kelam dalam sejarah cemerlang dan putih anak bangsa dan umat Islam bagi negeri yang mulia ini, sikap hina pemerintah terhadap agresi yang dilakukan zionis atas Jalur Gaza pada bulan desember dan Januari lalu.

Karena itu, dengan menggunakan atas nama kebaikan bangsa dan slogan-slogan palsu lainnya serta diselubungi atas nama rakyat yang mulia ini berupa kepalsuan, kecurangan dan kehinaan, pemerintah Mesir bersekongkol dengan entitas keji, penjajah dan perampas di sepanjang sejarahnya. Kelak ruh-ruh bayi dan orang yang lemah dan renta yang syahid di Jalur Gaza akan melaknat mereka, bahkan dari setiap jiwa yang menjadi korban dan terampas hak-hak mereka, terhalangi hak hidup dan bahkan hak mereka untuk dikubur jasadnya di bumi mereka sendiri.

Dan yang lebih berbahaya lagi adalah bahwa Ikhwanul Muslimin mengungkap persekongkolan pemerintah (rezim) dan konspirasinya dengan zionis Amerika untuk melakukan pengkondisian iklim di Timur tengah pada saat ini dan akan datang.

Dan karena ikhwanul Muslimin berhasil mengungkap itu semua,

Dan karena Ikhwanul Muslimin mengajak untuk melakukan perbuatan baik padahal hal tersebut sangat dibenci oleh rezim (pemerintah) internasional dan antek-anteknya,

Dan karena Ikhwanul Muslimin menyampaikan apa yang mereka lakukan,

Dan karena tangan-tangan Ikhwanul Muslimin bersih dan suci dari berbagai tindak kajahatan…

Maka sangatlah wajar mereka diperangi, dijelek-jelekkan reputasi dan jati diri mereka, tanpa ada alasan yang jelas kecuali karena mereka  berusaha melakukan yang terbaik bagi bangsa dan umat, dan itulah yang tidak diinginkan oleh rezim diktator yang selalu melakukan penyiksaan kepada Ikhwan; karena mereka sadar bahwa ikhwan merupakan harapan umat dalam mengusung kebangkitan dan kesadaran setelah lama berada dalam keterpurukan dan tidur lelap!

Namun Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa mereka akan tetap dan teguh pada kebenaran, dan akan terus berada dalam rel reformasi yang telah dijadikan pilihan dan didengungkan dalam berbagai inisiatif mereka pada tanggal 3 Maret tahun 2004 yang lampau, seperti:

- Menolak berbagai bentuk hegemoni asing, dan menuntut dihentikannya intervensi asing terhadap urusan dalam negeri Mesir, Arab dan Islam.

- Mereka berpendapat bahwa reformasi secara menyeluruh merupakan keniscayaan suatu bangsa, Negara dan umat Islam, dan bangsa merupakan tujuan utama pada inisiatif ini guna mewujudkan reformasi yang bertujuan merealisasikan cita-cita dan harapan bangsa menuju kehidupan yang merdeka dan mulia, dan kebangkitan yang menyeluruh, kemerdekaan, keadilan, persamaan dan syura.

- Reformasi politik sebagai titik tolak untuk melakukan perbaikan pada berbagai bidang kehidupan, seperti yang terjadi di Mesir, Negara-negara Arab dan Islam serta keterpurukan yang hampir menghancurkan kita semua.

- Oleh karena melakukan kepemimpinan terhadap perbaikan ini tidak akan mampu dilakukan oleh pemerintah saja, bahkan oleh kekuatan politik secara sendirian; maka ikhwanul muslimin mengajak seluruh bangsa untuk ikut serta dan bertanggung jawab menanggung beban ini, menyerukan perdamaian bangsa secara menyeluruh yang dapat menghasilkan akan menyatunya seluruh potensi dan kekuatan tidak hanya sekedar melawan berbagai konspirasi yang bertujuan menjawab panggilan bangsa namun juga kebangkita dari keterpurukan dan menyelesaikan berbagai permasalahan.

Dan saya mengajak ikhwan dimana saja mereka berada untuk tetap bersabar dan teguh terhadap kebenaran, sekalipun itu adalah berat dan sulit, mengajak untuk terus memainkan perannya di setiap posisi dan tempat mereka; sehingga dengan itu –niscaya- akan terwujud tujuan kita yang mulia yaitu terwujudnya proyek kebangkitan Islam di negeri kita dan seluruh negeri Islam, sebagai tujuan yang tidak akan terwujudkan kecuali oleh bangsa itu sendiri; karena mereka secara sendirinya mampu melakukan perubahan akan kondisi yang dialami oleh bangsa, setelah terungkap sikap plin plan  pemerintah berkuasa yang telah menyia-nyiakan dan mengabaikan amanah, berskutu dengan musuh yang melawan kemaslahatan bangsa dan umat, tidak untuk asalan lain kecuali mempertahankan kursi pemerintahan itu sendiri.

Dan akhirnya kami tutup dengan mengingatkan kepada seluruh pihak yang berada di jalan kebenaran dengan wasiat Allah guna menyalakan cahaya dan harapan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”. (Ali Imran:200)

Dan firman Allah:

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”. (Yusuf:21)

Dan Allah Akbar, segala puji hanya milik Allah.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 30/10/2009 / 11 Dhul-Qadah 1430 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »