Mutiara Para Sahabat Nabi; Al-Arqom bin Abi Al-Arqom; Sosok Pemilik Rumah Pusat Dakwah Nun Bersahaja dan Dermawan

8/7/2008 | 5 Rajab 1429 H | 1,195 views
Oleh: Abu Ahmad
Kirim Print

Beliau adalah seorang sahabat yang mulia bernama Al-Arqom bin Abi Al-Arqom al-Qurasyi Al-Makhzumi –semoga Allah meridloinya-, julukannya adalah Abu Abdillah, salah seorang pendahulu yang masuk Islam, dalam riwayat disebutkan bahwa beliau merupakan orang ketujuh yang masuk Islam, dan dalam riwayat lain disebutkan orang kesepuluh.

Dan di dalam rumah yang beliau miliki yang terletak di bukit Sofa Nabi saw dan para sahabatnya berkumpul hingga jauh dari intaian dan incaran orang-orang musyrik; mengajarkan Qur’an kepada mereka dan Syari’at-syari’at Islam, dan di dalam rumah tersebut terdapat orang-orang terkemuka dan pendahulu yang memeluk agama Islam

Al-Qrqom hijrah ke Madinah dan Rasulullah saw mempersaudaraknnya dengan Zaid bin Sahl- semoga Allah meridloi keduanya-. Dan beliau juga mengikuti perang Badar, perang Uhud dan seluruh perang lainnya, bahkan tidak pernah absen dalam mengikuti berbagai perang, dan Rasulullah saw memberikan kepadanya sebuah rumah di Madinah.

Diriwayatkan bahwa Al-Arqom pernah melakukan persiapan untuk berperang, dan ingin ikut serta ke baitul maqdis, dan setelah selesai melakukan persiapan dan perbekalan, Nabi saw datang kepadanya dan berpesan kepadanya, maka Rasulullah saw bertanya kepadanya : “Apa yang menyebabkan kamu mau ikut berperang wahai Abu Abdillah, apakah karena keperluan atau ingin berniaga ? maka Al-Arqom menjawab : Wahai Rasulullah, demi bapakku dan ibuku, saya kesana hanya ingin sholat di Baitul Maqdis, maka Rasulullah saw bersabda kepadanya : Sholat di masjidku lebih baik hingga seribu kali dari sholat di tempat lain kecuali dimasjid Haram (Mekkah), maka diapun lalu terduduk dan kemudian kembali ke rumahnya mentaati apa yang disampaikan Nabi saw kepadanya dan melaksanakan segala perintahnya . (Al-Hakim).

Al-Arqom selalu berjihad di jalan Allah, tidak bakhil dengan harta yang dimilikinya, jiwanya dan waktunya hanya digunakan untuk membela Islam dan kaum muslimin hingga datang kepadanya sakit yang membuat kepada kepangkuan Allah SWT.

Saat belaiu merasakan ajalnya telah dekat pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sofyan –semoga Allah meridloinya-, beliau menyampaikan wasiat agar disholatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash –semoga Allah meridloinya-, kemudian saat Al-Arqom meninggal Sa’ad tidak berada di Madinah, maka Marwan bin Al-Hakam yang menjabat sebagai gubernur Madinah ingin menyolatkannya namun ditolak oleh Ubaidillah bin Al-Arqom, hingga Marwan berkata : apakah seorang sahabat Rasul tertahan dengan seseorang yang gaib (tidak ada ditempat) ? namun anaknya tetap menolak bapaknya disholatkan selain oleh Sa’ad bin Abi Waqqash, yang diikuti oleh bani Makhzum, hingga pada akhirnya datanglah Sa’ad dan menyolatinya lalu dimakamkan di Aqiq pada tahun 55 H.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 8/7/2008 / 5 Rajab 1429 H, dalam rubrik Tsaqafah Islamiyah. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.

« sebelumnya
sesudahnya »