Amman – Infopalestina:
Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa mengatakan bahwa bahaya hakiki di kawasan Timteng terletak pada program nuklir Israel. Ia menekankan bahwa tahun ini merupakan kesempatan terakhir bagi perdamaian, dan Arab akan terus menjaga inisiatif di atas meja perundingan.
Moussa mengatakan dalam sebuah diskusi panel tentang “Masa depan perdamaian di Timur Tengah” yang digelar di sela-sela World Economic Forum yang diselenggarakan di Yordania kemarin Minggu (17/5) bahwa tahun ini merupakan kesempatan terakhir bagi perdamaian, dan Arab akan terus menjaga inisiatif di atas meja perundingan.
Menjawab pertanyaan yang menderanya soal alternative yang harus diambil oleh Arab bila perdamaian tidak dicapai, Moussa mengatakan: “Tidak ada alternatif untuk perdamaian kecuali perlawanan.”
Soal nuklir Iran dan bahayanya di kawasan Timteng, Moussa menekankan bahwa mayoritas Arab tidak melihat Iran sebagai ancaman. Ia mempertanyakan, “Mengapa kami terlibat dalam perdebatan dengan isu nuklir Iran dan tidak terlibat perdebatan soal nuklir Israel.??”
Musa berkata bahwa Arab harus memiliki pandangan seimbang dalam masalah ini. Bahaya hakiki soal militer adalah Israel dan bukan Iran. Sebab Timur Tengah tidak membutuhkan program nuklir militer tambahan.
Entitas Zionis Israel memiliki program militer nuklir yang tidak ditegaskan kepada publik. Beberapa studi menunjukkan bahwa mereka memiliki sekitar 200 pucuk nuklir yang mungkin diluncurkan dari laut dan darat sehingga menjadi ancaman bagi negara-negara di kawasan ini, selain itu juga mengancam menyerang fasilitas nuklir Iran melalui serangan preventive. Namun Direktur Badan Energi Atom Internasional, Mohamed El-Baradei mengatakan: “Serangan di Iran adalah tindakan kebodohan.” (bn-bsyr)
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI
israel la’natullah… hapuskan israel dari peta dunia
israel!!!!!!!!
la’natullah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!