
Tidak ada damai tanpa mempedulikan hak-hak bangsa Palestina dan pasukan pejuang
Doha-ikhwanonline.com:
Khalid Misy’al, ketua maktab siyasi HAMAS menegaskan bahwa HAMAS tidak ingin mengambil alih dana rekonstruksi untuk Gaza, dan beliau mengajak pada saat acara perayaan kemenangan “Wan tasharat Gaza – Gaza pun menang” di Doha yang dihadiri oleh seluruh komponen dari bangsa Arab dan umat Islam, para ulama, cendikiawan, dan anggota parlemen Arab dan Islam untuk memberikan dana konstruksi kepada yang berhak di Gaza.
Misy’al menyatakan bahwa HAMAS menolak syarat-syarat yang diajukan Zionis kepada HAMAS untuk berdamai beberapa hari lalu, dan juga sebagai jawaban dari pernyataan Ehud Olmert; yang mana dia berkata: “Tidak akan dibuka perbatasan kecuali harus dikembalikan dulu Shalit”. Misy’al menegaskan akan penolakan HAMAS terhadap berbagai syarat yang diajukan, dan menyatakan bahwa Shalit harus dibayar dengan dibebaskannya saudara-saudara kami yang ditawan di penjara-penjara Zionis.
Dan Misy’al juga menyampaikan pernyataannya kepada George Mithchel, utusan presiden Amerika Barack Obama ke Timur Tengah, beliau berkata: berhematlah kalian terhadap waktu dan usaha kalian, karena pada hakikatnya kalian akan mendapatkan kegagalan pada setiap usaha politik, keamanan dan militer kalian jika tidak mengindahkan akan hak-hak bangsa Palestina dan pasukan pejuang, bahwa apa yang kalian inginkan dan kalian cari berada pada alamat yang keliru; karena alamat yang benar adalah hak-hak bangsa kami dan pasukan pejuang.
Misy’al juga mengarahkan pernyataannya kepada negara-negara kuartet, yang selalu melindungi para pemimpin Zionis dan menteri-menterinya yang suka mengobarkan perang, dengan menunjukkan bahwa pertemuannya dengan para menteri Zionis tidak akan membatalkan hakikat yang sebenarnya bahwa mereka (zionis) adalah pencuri dan parampas suatu negeri, dan menuntut untuk diberikan sangsi dan hukuman atas Simon Perez, presiden Israel, sekalipun dirinya telah mendapatkan hadiah Nobel perdamaian.
Misy’al mengetuk permasalahan perdamaian Palestina; dengan menjelaskan bahwa tidak akan ada perdamaian dengan membawa agenda-agenda keluar, dan mengabaikan hak-hak paten kami; karena tidak ada artinya dan tidak ada keabsahan terhadap berbagai seruan perdamaian di bawah bayang-bayang penangkapan, penutupan lembaga-lembaga nasional dan lokal oleh musuh. Beliau membaca firman Allah:
وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ
“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, Maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At-Taubah:46)
Beliau juga menyampaikan kepada pemerintah otoritas Palestina di Ramallah; jika kalian menginginkan perdamaian marilah hadir bersama kami untuk duduk bersama membicarakan masalah perdamaian sehingga dapat di percaya oleh anak bangsa Palestina dan para pemudanya. Dan beliau membedakan antara pemerintah dengan harakah Fatah, beliau menambahkan: Bahwa kami sepakat dengan harakah Fatah pada hal-hal yang prinsip, Fatah lebih utama dan peluru juga lebih utama.
Beliau juga meminta kepada pemerintah Ramallah untuk menghentikan berbagai aksi koalisi dengan Zionis, dan menegaskan bahwa hal tersebut tidak dapat diterima secara nasional terutama di Tepi Barat dengan bekerja sama dengan musuh, padahal mereka telah membunuh kami dan masih terus berlangsung hingga saat ini pembunuhan di Gaza, dan bahwasanya musuh Zionis bukan manusia biasa, sehingga tidak harus melakukan kerja sama dengannya.
Beliau juga mengetuk permasalahan tentang hak bangsa untuk kembali, dengan mengisyaratkan bahwa tidaklah masuk akal suatu masyarakat yang hidup di bawah bayang-bayang di pengungsian dan bercerai berai di berbagai negara di dunia yang jauh dari permasalahan yang dihadapi; karena itu harus ada referensi secara nasional baik di dalam dan di luar. Menjaga hak bangsa untuk kembali dan memberikan peran sebagai warga Palestina yang berada di luar.
Mesy’aal mengatakan bahwa kekuatan pasukan pejuang Palestina – khususnya dalam kondisi tegar dan menang di Gaza – akan terus bekerja untuk membangun sebuah bangunan yang merupakan acuan nasional, termasuk sebagai kekuatan dan arus rakyat Palestina dan karakter nasional.
Pada akhir pernyataannya beliau mengatakan: Atas nama saudara-saudara kami, sang pahlawan; berjanji dan berikrar untuk tidak menyerah dan minta menyerah, hendaknya kita harus berada dalam pilihan untuk bersama dengan pasukan pejuang, berpegang teguh pada bumi Palestina dan Al-Quds serta hak untuk kembali, dan berjanji bahwa kami akan terus berjuang untuk mengakhiri pengepungan dan kembali membuka perbatasan dan mengembalikan senyuman setiap anak-anak, para pemuda dan orang tua di Jalur Gaza.
Beliau juga menyeru kepada seluruh komponen bangsa Arab dan Islam untuk melanjutkan kerja keras mereka, dan jika pada sebelumnya sloga (syiar) nya adalah seruan untuk menghentikan agresi dan penarikan mundur tentara Zionis dari Gaza, namun pada saat ini slogan (syiar) nya adalah menghentikan blokade, membuka perbatasan dan rekonstruksi, menuju kemerdekaan dan pembebasan al-Quds.
Ia juga meminta kepada para pemimpin umat dan bangsa untuk tidak melakukan normalisasi dengan musuh, dan beliau selalu berkata: “Tidak akan ada normalisasi.. tidak untuk para duta besar dan bangunan perkantoran .. bukan untuk bertemu dengan pembunuh; bahkan justru mengajukan mereka ke mahkamah internasional.”
Dia mengucapkan terima kasih kepada negara Qatar dan Mauritania atas keputusan mereka untuk menangguhkan hubungan dengan Zionis, Misy’al mengajak kepada seluruh bangsa untuk mengadakan konferensi di berbagai daerah, tempat dan setiap negara di bawah judul “Mendukung Perjuagan”
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI
ALLAHU AKBAR….
SASUNGGUHNYA ISLAM ITU DEKAT DENGAN KEMENANGAN
saya pendukung berat gerakan jihad Hamas dan berharab berada dalam kelompok pejuang jihad Islam
dan saja pembenci zionis Yahudi
dengan ini mengutuk serangan zionis Yahudi (israel) di Gaza-Palestine.
saya bersumpah atas kehancuran dan keruntuhan kerajaan yahudi, sesugguhnya saya sangat memusuhi Yahudi laknatullah
maju terus hamas, tetap istiqomah dan bergeraklah “kataballahu la’aghlibanna ana warosuli, innallaha qawiyyun aziiz”
Seharusnya pihak yg mendukung penjajah zionis israel sadar, bahwa permasalahan di Palestina adalah masalah hak bangsa didunia ini yang ingin hidup Merdeka.
Sedangkan pemerintahan yg syah Hamas hanya menuntut zionis israel keluar dari daerah yang mereka jarah, jika ini belum dikembalikan tidak ada perdamaian yang dapat dicapai.
Hanya penghianat Bangsa Palestinalah, demi ambisi kekuasaan untuk menghancurkan Hamas, mereka rela bekerja sama dengan penjajah zionis israel dan membiarkan saudara mereka di Gaza dibunuh oleh kebiadaban zionis israel.
Insya Allah, Allah selalu memberikan kekuatan dan perlindungan terhadap Hamas dan Faksi2 pejuang Mujahidin yang ada di Gaza.