Mesir .. Saatnya bangkit

24/3/2009 | 28 Rabbi al-Awwal 1430 H | 543 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

mesir21Penerjemah:

Abu Ahmad

_______

Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 19-03-2009

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, shalawat dan salam atas nabi Muhammad saw; yang diutus membawa rahmat bagi semesta alam, dan untuk keluarganya dan sahabat-sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya sampai hari pembalasan, Selanjutnya….

Mesir adalah negeri yang pernah diwasiatkan oleh Rasulullah saw kepada sahabat-sahabatnya untuk menjaga hubungan baik dengan penduduknya ..

اللهُ اللهُ فِي الْقِبْطِ…. إِذَا فَتَحْتُمْ مِصْرَ فَاسْتَوْصَوْا بِأَهْلِهَا خَيْرًا

“Allah… Allah… baik-baiklah pada warga Al-Qibt…. Jika kalian menaklukkan negeri Mesir maka berlaku baiklah kepada warganya.”

Sebelum Empat belas abad yang lalu, Allah SWT telah menganugerahkan kepada Arab dan Islam dengan ditaklukkannya negara besar ini, besar secarapotensi yang dimiliki dan besar pula SDI (Sumber Daya Insaninya) serta besar dengan sejarahnya yang mulia sehingga mampu mengembalikan sinar fajar sejarah manusia.

Mesir adalah pusat sejarah dan titik awal bermunculannya berbagai budaya, dan kemudian ikut serta dalam mansetting sejarah manusia; agama, ilmu, politik, ekonomi, dan seni sertaperadaban. Hal tersebut karena sejarah lama yang dimiliki oleh Mesir dari berbagai sumber daya alam dan sumber daya insaninya; sehingga memberikan mesir menjadi poros dan pusat peradaban tingkat dunia; sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah dan diberkahi-Nya.

Bersama para nabi Allah; Nabi Ibrahim, Yaqub, Musa, dan Yusuf ..

َآمَنَ لَهُ لُوطٌ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إلَى رَبِّيْ

“Maka Luth membenarkan (kenabian)nya. dan berkatalah Ibrahim: “Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku)”. (Al-Ankabut:26)

Dan Allah juga berfirman:

وَدَخَلَ الْمَدِيْنَةَ عَلَى حِيْنِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا

“Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah”. (Al-Qashash:15)

Dan Allah juga berfirman:

وَقَالَ الَّذِيْ اشْتَرَاهُ مِنْ مِصْرَ

“Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya”. (Yusuf:21)

Dan Allah berfirman:

ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللهُ آمِنِيْنَ

“Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam Keadaan aman”. (Yusuf:99)

Tampak di hadapan kita apa yang termaktun dalam Al-Qur’an Al-Karim, disitu dijelaskan bahwa Mesir memiliki sejarah yang begitu mengakar, betapa besar anugerah dan limpahan kebaikan yang telah diberikan Allah kepada Mesir berupa membaurnya ajaran Islam dan bahasa Arab di sana, dan di saat yang sama Mesir menjadi tameng untuk melindungi umat, dan menjadi pedang yang tajam yang dapat menghalau berbagai serangan yang ingin menghancurkan dan memusuhinya, dan sejarah telah menjadi saksi akan hal tersebut.

Mesir adalah pintu Gerbang masuknya Islam menuju Afrika dengan kasih sayang, perdamaian, penuh etika dan moral, kemuliaan dan terhormat.

Mesir adalah Garis pertahanan pertama yang pernah dipimpin oleh panglima besar Muslim Saifuddin Qutz untuk menginvasi kerajaan Mongol Jengis Khan yang telah menguasai bagian timur Islam.

Mesir adalah tempat lahirnya tentara Al-Nasser Salah al-Din untuk mengusir pasukan salib dalam invasi mereka yang ketiga dan mengembalikan kota Al-Quds kepangkuan umat Islam.

Mesir adalah poros kekuatan untuk menghadang dan membendung invasi pasukan salib yang ke delapan yang dipimpin oleh Raja Louis IX dari Perancis.

Mesir adalah sejarah Kuno dan modern dalam berbagai perjuangan, kemuliaan dan kehormatan .. Mulai sejak dahulu kala dan masih akan berlangsung dan akan terus berlngsung seperti itu sampai Allah menampakkan yang benar adalah benar dan menghancurkan kebatilan.

Dan bagi Mesir sekarang ini memiliki banyak sekali prasarana dan sarana untuk merehabilitasi kepemimpinan bangsa yang baru.

Mesir memiliki universitas terbesar di dunia Al-Azhar As-Syarif, dan Mesir adalah peradaban pertama yang dikenal manusia dalam hal ilmu pengetahuan. Ilmu observatorium astronomi dalam sejarah manusia adalah di Mesir, ilmu kimia, teknik dan matematika, semua ilmu telah tumbuh di Mesir. Mesir adalah negara para ilmuwan dan orang-orang yang mempunyai pemikiran, sastra dan politik sepanjang sejarah bangsa yang paling mulia, dan terbaik tentaranya;

فعن عمرو بن العاص حدثني عمر بن الخطَّاب رضي الله عنهما أنَّه سمع رسول الله يقول: “إذا فتح الله عليكم مصر بعدي فاتخذوا فيها جُندًا كثيفًا، فذلك الجند خير أجناد الأرض”، قال أبو بكر الصديق رضي الله عنه: “ولم ذاك يا رسول الله؟”، قال صلى الله عليه وسلم: “إنَّهم في رباط إلى يوم القيامة”.

Dari Amru bin Ash berkata bahwa Umar Bin Al-Khattab menyampaikan kepadaku, bahwa belia mendengar nabi saw bersabda: “Jika kalian berhasil menaklukkan Mesir setelahku, maka ambillah darinya tentara yang banyak, karena Mesir memiliki sebaik-baik tentara”. Dan Abu Bakar pun berkata; kenapa bisa demikian wahai Rasul? Nabi saw bersabda: “Karena mereka tetap dalam satu kesatuan hingga hari kiamat”.

Satu Tujuan .. Mesir

Mesir adalah bagian dari umat Islam, namun privilege yang dianugerahkan Allah membuat posisi Mesir sangat strategis di belahan dunia, dan menjadikannya ibu (induk) dari seluruh dunia, dan yang memahami sifat Mesir dari sisi agama, politik dan ekonomi, sosial dan intelektual; dapat memahami kenapa gelombang koloni modern saat ini, yang  pertama kali dituju adalah Mesir; karena mereka meyakini bahwa Arab akan lemah jika Mesir lemah, dan umat akan mundur jika Mesir berada dalam kemunduran.

Karena itulah, Mesir saat ini dikepung oleh kondisi ekonomi dengan menenggelamkannya dalam lilitan hutang, dan secara militer dengan basis-basis militer, secara  keamanan dengan mendukung kediktatoran memerintah, secara sosial dengan menebarkan permissive dan disintegrasi sosial masyarakat, secara keagamaan dengan menyebarkan syubhat, kecurigaan dan hasutan; sebagai pelaksanaan agenda asing dengan tujuan utama memberikan keuntungan pada kekuatan Barat, terutama para penebar kerusakan yang mengekor kepadanya,  melalui perangkat dari “soft power”, seperti invasi informasi dan intelektual, dan operasi westernisasi.

Namun Mesir saat ini terperangkap untuk ikut dalam memblokade diantara dua negara tetangganya… Gaza dan Sudan, dan ssemua ditujukan untuk melakukan tekanan politik yang dapat mengubah kompas keputusan dari Mesir yang jauh dari kepentingan Islam dan Arab, termasuk juga untuk menghapus Mesir dalam merevisi kekuatan umat, dan di sisi lain, Mesir telah melemah, jika dilepaskan darinya dari afiliasi masyarakat aslinya, yang merupakan identitas Mesir yang sebenarnya, baik di negara-negara Arab dan Islam.

Dan dari  sinilah, kita dapat menarik kesimpulan yang sederhana akan fakta sejarah, bahwa kekuatan umat bersumber dari kekuatan Mesir , dan kekuatan Mesir bersumber dari kekuatannya dalam berpegang teguh dengan identitasnya dan afiliasinya, dan dari sini pula, dan bukanlah mengada-ada kami sampaikan bahwa para pelaku pembuat keputusan untuk memperhatikan akan pentingnya komitmen dalam mengambil keputusan yang dapat mewujudkan kemaslahatan dan kepentingan umat, karena hal tersebut merupakan karakter bangsa Mesir , yang tidak hanya dimulai dari daerah Sinai di bagian timur atau dari Aswan di bagian selatan, namun dimulai dari dataran Anatolian dan The Edge of the East, Irak dan Syria, dan dari selatan di hulu sungai Nil di Kenya dan dataran tinggi habsyah (ethiopia).

Dengan demikian, kondisi keamanan nasional Mesir dalam arti luas memberikan pengaruh banyak terhadap berbagai upaya Barat dan kekuasaan koloni, terutama Amerika Serikat dan Entitas Zionist untuk memupus peran Mesir, dan memblokade keputusan-keputusan Mesir dalam batas-batas tertentu saja, dan pada saat keluar keputusan darinya, tidak memberikan harapan darinya kecuali berperan sebagai wakil dari kekuatan ini seperti yang telah terjadi dalam berbagai kasus sejak Mesir menandatangani apa yang disebut kepalsuan dan kedustaan perjanjian damai dengan entitas Zionis.

Sekiranya Mesir tidak ikut keluar memberikan keputusan pada Camp David dan agenda-agenda berikutnya maka entitas Zionis tidak akan mampu bercokol di daerah bagian Lebanon atau di bumi Palestina yang diduduki dan Amerika Serikat pun tidak akan mampu menyerang Irak, dan Sudan pun tidak akan mengalami kondisi seperti saat ini, dan bahkan berbagai kekuatan zhalim lainnya yang kini bermain di berbagai bagian Timur dan selatan dunia Arab tidak akan mampu mempertontonkan kezhaliman dan arogansinya.

Oleh karena itu, jika pemimpin Mesir ingin sungguh-sungguh menjaga keamanan nasional Mesir; maka yang pertama kali dilakukan adalah merubah kompas keputusannya dan kembali pada kekepemimpinan untuk kemaslahatan bangsa dan umat, dan menjadi perisai bangsa, menjadikan bangsa untuk kembali menjadi perisai negeri Mesir, seperti yang telah terjadi di sepanjang sejarahnya.

Kelancangan kolonialisme

Bahwa apa yang terjadi di Mesir dengani memblokade berbagai keputusannya dan melakukan tekanan atasnya, baik melalui ancaman militer langsung, melalui bantuan hutang dan ancaman pengepungan, dan bekerja untuk mendukung rezim wayang di Ethiopia, Sudan dan Afrika Tengah, untuk mengaktifkan kontrol dari penjajahan sumber air ke Mesir .. Adalah bagian dari gambaran hitam suatu proyek koloni integral yang bertujuan untuk menguasai umat secara keseluruhan.

Dalam dunia yang terbalik standarisasinya saat ini, dengan menjadikan pasukan perjuangan sebagai teroris, istisyhad sebagai aksi bunuh diri, pembelaan terhadap negeri yang terjajah sebagai bentuk ancaman keamanan para agresor dan mengancam keberadaan pada perampas (!!).. Kita temukan disini bahwa umat (Mesir) berada dihadapan berbagai rangkaian yang terkait dengan peristiwa dramatis yang membawa kita untuk berpikir dan bekerja guna memperbaiki situasi sebelum masuk dalam sejarah bangsa.

Konferensi London yang diadakan hari Jumat yang lalu termasuk dari rangkaian ini dan bukan yang terakhir kalinya.. Konferensi yang diselenggarakan oleh sembilan utusan dari negara-negara Barat, yang bertujuan mengeluarkan konsensus menghentikan aliran senjata ke Gaza yaitu senjata  yang digunakan oleh warga Palestina untuk mempertahankan tanah air mereka, tanah suci mereka dan hak mereka untuk hidup bebas dan bermartabat berhadapan dengan musuh dan penjajah yang kejam, namun  tidak pernah sampai ke tingkat keputusan untuk membendung senjata dari musuh Zionis yang keji dan terlarang secara internasional. Tampak standar ganda yang dipertontonkan oleh mereka sekali lagi ..

Konferensi dihadiri oleh para pemimpin durjana dan jahat di dunia, tidak ada satu kata pun yang keluar dalam bentuk kecaman terhadap kejahatan perang yang dilakukan oleh Zionis yang menggunakan alat teror dan perusak di Jalur Gaza di hadapan mata dan telinga dunia, sementara mereka mencari cara untuk mengenakan sanksi lebih besar berupa blokade pada anak-anak dan orang tua Palestina yang kelaparan dan sakit.

Satu rangkaian

Bahwa apa yang terjadi di Palestina dan Mesir adalah satu rangkaian dari episode koloni yang ditargetkan pada umat, dan menggunakan alat –ironi sekali – beberapa pemerintah dan pemimpin kita, dan dari sini sangat jelas bahwa perang untuk meraih kemerdekaan dan kebebasan dari perbudakan dan kediktatoran harus menggunakan berbagai macam sarana dan alat yang beragam dan merupakan wajud dari perang pembebasan untuk melawan kekuatan global yang arrogance.

Karena mereka membaca sejarah dengan baik, mereka sadar bahwa mereka akan terancam oleh kekuatan yang masih memiliki komitmen kepada agama, nilai-nilai dan perlawanan terhadap penjajahan dari satu sisi, dan pada sisi yang lain respon damai terhadap Pemerintah dan rezim yang terlena dalam melakukan despotisme dan kerusakan..

Dan jamaah Ikhwanul Muslimin  sebagai poros jamaah akhlaq dan keimanan, menjadi pionir yang membawa proyek kebangkitan peradaban yang bersandarkan pada nilai-nilai, prinsip-prinsip dan manhaj-manhaj yang berasal dari Islam yang agung terhadap bentuk pertahanan akan hak-hak dan identitas umat, kebebasan dan martabatnya. Satu hari pun tidak pernah ketinggalan dari perang, sebagaimana tidak ada hari pun yang tidak pernah alpa untuk menghadirkan pengorbanan yang sangat mulia dan berharga.

Bahwa yang dihadirkan oleh pasukan perlawanan Palestina dan Lebanon dalam jihadnya melawan musuh Zionis, dan apa yang dihadirkan oleh Ikhwanul Muslimin serta kekuatan nasional lainnya dari berbagai usaha dalam berbagai peperangan untuk melakukan upaya reformasi adalah bertujuan untuk kebebasan bangsa dan kemerdekaan, dan agenda Ikhwanul Muslimin sejak awal pendeklarasiannya oleh Imam Al-Hassan Al-Banna – semoga Allah merahmatinya – dan sampai saat ini mengatakan bahwa upaya pengucilan jamaah Ikhwanul Muslimin dari pengaruhnya di Mesir sama halnya menghilangkan pengaruh Mesir terhadap negara-negara Arab dan negara-negara Islam lainnya.

Oleh karena itu, ketika dakwah menjadi target dan menjadi sasaran, dan mencoba mengganggu mobilitas internal untuk bangkit bersama bangsa dan memperbaiki kompas keputusannya, maka akan terjadi – dan akan terus terjadi- prioritas dari target kolonialisme dan kediktatorannya.

Namun, pada akhirnya kita akan terus berjalan dan berlalu sekalipun kesulitan masihterus menghadang, dan hambatan dan kendala masihterus mengiringi, tapi keyakinan kita adalah sebuah firman Allah SWT:

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُم مَّن قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)”. (Al-Ahzab:23)

Segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat dan salam semoga tercurah atas nabi kita Muhammad saw.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 24/3/2009 / 28 Rabbi al-Awwal 1430 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »