
Penterjemah:
Abu Ahmad
_______
Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun, 14-08-2008
Bismillah was sholatu wassalam ala Rasulillah saw dan orang-orang yang mendukungnya..
Allah SWT berfirman:
وَبِالْحَقِّ أَنزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ
“Dan Kami turunkan (Al Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan (membawa) kebenaran”. (Al-Isra:105)
Dan Allah juga berfirman:
فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلالُ
“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan”. (Yunus:32)
Allah telah mengutus para Rasul-Nya dengan jelas, dan menurunkan kitab-kitab-Nya dengan sebenar-benarnya supaya manusia dapat melaksanakan dengan adil dan bijaksana. Dan agama yang agung ini merupakan risalah samawiyah terakhir; untuk melestarikan kalimat Allah dengan sebenar-benarnya hingga hari kiamat, menyampaikan risalah Allah, dan berjihad di jalan kebenaran, berkorban di jalan tersebut untuk mencapai tujuan dengan harta dan jiwa, dan mereka tidak gentar terhadap orang-orang yang menentang dan orang-orang yang menghina mereka.
Dan dalam menghadapi kebenaran yang terpancar dan mendapat dukungan dari Allah; para pembawa kebatilan tidak memiliki jalan dan logika lain kecuali dengan cara keji, zhalim dan permusuhan, mereka berdiri tegak dengan kekuatan materi mereka untuk melawan pembawa kebenaran… syiar mereka adalah syiar yang dibawa oleh Fir’aun dalam berbagai masa, abad dan zaman:
مَا أُرِيكُمْ إِلاَّ مَا أَرَى
“Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik “. (Ghafir:29)
Dan firman Allah:
وَلأصَلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوعِ النَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَى
“Dan Sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan Sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya”. (Thoha:71)
Dan pada hari ini; kita hidup pada abad ke 15 Hijriyah dan abad ke 20 Masehi; kita dapat menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri bagaimana kekuatan materi yang dipergunakan oleh para pembawa kekejian dan kezhaliman; tidak memiliki hujjah (dalil) dan bukti yang nyata, tidak berdasarkan keadilan dan keihsanan, terutama semenjak Amerika mengobarkan perang dunia kedua pada tahun 1945 dengan menjatuhkan dua bom atom atas Hiroshima dan Nagasakhi di Jepang, sehingga membantai sepuluh ribuan nyawa yang tidak berdosa, tanpa membedakan antara pasukan perang dan rakyat biasa, dan menghancurkan segala sesuatu yang ada di muka bumi tersebut; seperti tanaman, tumbuh-tumbuhan, manusia, hewan, tempat tinggal dan tempat industri dan bahkan bekasnya pun hingga sekarang masih ada… menjadikan kekuatan materia saat ini merupakan syiar peradaban materi yang zhalim; banyak melakukan kerusakan dan kezhaliman terhadap jiwa-jiwa manusia, menghancurkan nyawa mereka dan merusak nilai-nilai akhlak mereka.
Adapun pihak gereja; Kristen dan Yahudi, tidak mampu bersikap dihadapan gelombang yang keras ini, guna menghentikan peradaban materi yang zhalim; maka dari itu, kita sebagai umat Islam harus memiliki kemampuan; khususnya para pengemban dakwah dari Al-Ikhwan Al-Muslimun dan para duat Al-Islam yang berada di berbagai tempat, untuk memproklamirkan kekuatan kebenaran yang hakiki dalam menghadapi kekuatan materi yang jauh dari akhlak mulia dan nilai-nilai luhur serta jauh dari agama dan akidah yang murni.
Bahwa proyek melakukan kebangkitan yang berasaskan prinsip-prinsip Islam bertujuan untuk membangun umat Islam ini sendiri; sehingga -umat ini- mampu melakukan peran kemanusiaannya, dan mengemban cahaya hidayah kepada anak-anak manusia seluruhnya; dan untuk untuk menghancurkan peradaban materi yang tidak memberikan kebersihan jiwa, ketentraman hati dan kedamaian nurani dan bahkan tidak mampu mendekatkan diri mereka pada jalan kebahagiaan dan ketenangan di dunia, namun -justru- menjauhkan mereka dari mengenal Allah, sehingga merekapun diharamkan mendapatkan kenikmatan iman yang dapat memberikan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Dan Al-Ikhwan Al-Muslimun sejak awal berdirinya, telah memproklamirkan akan misi dakhwanya; bahwa mereka membuka tangan lebar-lebar kepada orang-orang yang memiliki jiwa keikhlasan di negeri mereka dan di seluruh dunia untuk mewujudkan kebahagiaan manusia seperti yang difirmankan Allah:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujurat:13)
Dan Al-ikhwan juga telah membuat konsepnya yang sesuai dengan ajaran Allah SWT; bahwa pertama kali yang harus dilakukan adalah melihat jiwa sendiri lebih dahulu dan berusaha melakukan perubahan darinya
إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’d:11)
Karena sesungguhnya Allah tidak akan melepas perlindungan dan hidayah-Nya kecuali oleh adanya penyimpangan yang dilakukan oleh manusia dan jauhnya mereka dari hidayah iman
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri”. (Al-Anfal:53)
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (An-Nahl:112)
Al-Ikhwan Al-Muslimun muncul untuk menyerukan ke-syumuliyah-an (universalitas) Islam, menegakkan kebenaran dan keadilan di berbagai tempat, menghiasi diri dengan nilai-nilai luhur –akhlak Islam- dan keimanan mulai dari tingkat individu, masyarakat hingga daulah (negara), menyebarkan nilai-nilai yang baik dan memerangi berbagai bentuk keburukan dan kejahatan, menegaskan akan indepensi hakim, persatuan umat serta kemuliaan kehendaknya… mereka menyeru itu semua karena Allah dengan penuh hikmah dan mauizhah hasanah, mendebat dan mengajak masyarakat ber dialog dengan cara yang terbaik, dakwah yang dilakukan secara fitrah yang suci dan lurus, sehingga dapat diterima oleh akal yang suci dan bersih; karena itulah ideologi mereka tersebar luas, dakwah mereka terus berkembang dan bahkan memiliki peran dalam kemerdekaan negara, meningkatkan energy dan membangkitkan ruh, dan berbuah menjadi proyek bangkitkan yang tampak dihadapan mata. Lalu apa sikap orang-orang yang berseberangan dengan mereka?!
Mereka menghadapi berbagai seruan kebenaran, kekuatan dan kebebasan dengan berbagai jenis kekejaman dan permusuhan, dan tidak ada cara lain yang mereka lakukan kecuali kezhaliman dan kekuatan yang jauh dari kebenaran; dengan cara melakukan pengusiran, penangkapan, penjara, pembunuhan, merampas harta, menutup industry dan tempat kerja mereka serta menghancurkan dan mencerai beraikan rumah tangga mereka yang awalnya tenang; namun demikian mereka tetap bersabar dan teguh menanggung beban itu semua di jalan Allah terhadap berbagai musibah dan penderitaan yang menimpa mereka; baik siksaan dan lain-lainnya. Syiar mereka adalah firman Allah:
وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَا آذَيْتُمُونَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلْ الْمُتَوَكِّلُونَ
“Dan Kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri”. (Ibrahim:12)
Namun cobaan dan kerugian yang diderita bukan hanya terhadap diri mereka sendiri; baik jiwa dan harta yang dimiliki oleh para Al-Ikhwan saja, namun cobaan dan kerugian juga menimpa umat Islam dan bahkan seluruh umat di dunia ini; karena menghalangi umat melakukan proyek kebangkitan Islam berarti menghalangi umat dalam melakukan kebangkitan diatas pondasi-pondasi Islam yang agung dan mulia.
Namun usaha tersebut tetap mendapatkan kegagalan sejak dua abad yang lalu; yang berusaha melakukan penghancuran oleh proyek Barat di bawah panji modernisasi dan penafian akidah umat dan sejarah kebangkitan nun agung, sehingga mengalir di balik fatamorgana taklid buta tanpa melihat pada perselisihan yang klise antara jalan sejarah kebangkitan di barat dan pertikaian antara barat pada satu sisi, dan antara ekploitasi perpecahan dan kerajaan pada sisi yang lain, dan permusuhan yang laten antara kekufuran gereja katholik dan kemajuan ilmu pengetahuan. Dan itu semua tidak pernah terjadi dalam sejarah umat kita, bahkan sesungguhnya agama kita selalu memotivasi ilmu dan pengetahuan dan tidak pernah menjadikan manusia memiliki kesucian atau yang disebut dengan kahnut (orang suci).
Dan umat Islam pada saat ini telah mencapai pada kepuasan bahwa dirinya tidak memiliki jalan lain kecuali melakukan kebangkitan yang berasaskan Islam, sehingga umat Islam secara serempak dan mayoritas menoleh pada syiar dakwah kita “Al-Islam Huwa Al-Hallu” (Islam adalah solusi), sebagai semangat peradaban dan syiar kebangkitan yang diidam-idamkan; untuk memposisikan umat dalam barisan bangsa-bangsa di dunia yang maju dan modern; saling tolong menolong dalam menegakkan dan mendirikan negara yang aman dan damai dan bergotong royong di jalan keadilan, kebenaran dan pengetahuan… Karena itu apa jawaban yang di dapat?!
Sungguh kejahatan, kekejian, kekejaman dan permusuhan terus melebarkan sayapnya untuk menanamkan fitnah, kedengkian, permasalahan dan pertikaian pada berbagai sisi umat Islam, kita menyakiska bagaimana kekuatan keji dari musuh umat ini; baik di Iraq, Afghanistan, Somalia dan Palestina. Dan menjadikannya sebagai alat penghancur dan pencerai berai setiap negeri! Dan bagaimana kekuatan yang jahat menjadi alat para penguasa sebagian negeri kita untuk membungkam suara oposisi dan melarang bangsa melakukan perubahan secara bebas akan kehendaknya! Semua itu merupakan jalan untuk menghalangi proyek kebangkitan yang telah dipilih umat, dan menyerahkan pilihan tersebut kepada dukungan para duat pembawa kebenaran, kekuatan, keadilan dan kebebasan.
Namun kita tetap memiliki ketsiqohan yang penuh akan dukungan Allah Yang Maha Hak, Maha Kuat dan Maha Kokoh terhadap juru dakwah dan pembawa risalah-Nya kepada manusia, dan selama hati-hati kami terus memiliki hubungan yang erat kepada Allah sebagai satu-satunya sumber kekuatan di dunia ini; maka kita akan tetap teguh terhadap dakwah ini, dan memahami bahwa kemenangan pada akhirnya adalah untuk kebenaran yang di dukung dari Allah SWT.
Wahai Al-Ikhwan Al-Muslimun…
Berimanlah kalian kepada Allah Yang Maha Hak, dan berbanggalah dengan pengetahuan-Nya, perbaharuilah hubungan kalian dengannya, bersabarlah, kuatkanlah kesabaran kalian dan eratkanlah hubungan kalian kepada Allah, serta tunggulah bahwa kemenangan Allah terhadap umat ini akan terjadi walau bagaimanapun kondisinya, dan janganlan kalian terpedaya dengan kekuatan materi yang jauh dari kebenaran tersebut; karena semuanya pasti akan sirna
لا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلادِ . مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ
“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak[260] di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya”. (Ali Imran: 196-197)
Dan salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah saw, beserta keluarga dan sahabat semua. Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam.
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI
Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.