Kiat Sukses Berinteraksi Dengan Al-Qur’an (8); Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Wirid Harian

5/8/2008 | 2 Shaban 1429 H | 1,174 views
Oleh: Abu Ahmad
Kirim Print
al-quran3.jpg

Dalam pembahasan ini kami akan menghadirkan kepada para pembaca dan pecinta Al-Qur’an dan bersuka ria dapat berinteraksi dengannya setiap hari, beberapa nasehat akan urgensi menjadikan Al-Quran sebagai bagian dari wirid harian dan amalan wajib yang tidak boleh dilanggar walau hanya sehari sekalipun, walaupun kesibukan yang banyak dan kewajiban yang bertumpuk ada dihadapannya.

Paling tidak ada 3 wirid harian Qur’ani yang mesti kita jalankan, agar kita mendapatkan julukan sebagai ahlul Qur’an dan ingin mendapatkan karomah (kemuliaan) Al-Qur’an serta kelak mendapatkan syafaat pada hari kiamat. sebagaimana yang disabdakan oleh nabi saw:

اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَجِيءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, niscaya dia (Al-Qur’an) akan datang pada hari kiamat -nanti- memberikan syafaat kepada orang yang membacanya”. (Muslim)

Wirid Pertama : Wirid Dalam Membaca

Membca Al-Quran hendaknya –dengan adab-adab yang telah kami sebutkan sebelumnya- jangan mengurangi wirid tersebut kurang dri satu juz Al-Quran, sehingga bisa mengkhatamkan Al-Quran setiap bulan satu kali, -sebagai batasan terendah yang ditetapkan oleh Rasulullah saw kepada pembaca Al-Quran-.

Wirid Kedua : Wirid Menghafal

Yaitu berusaha menghafal Al-Quran setiap hari satu ayat atau dua atau tiga ayat, lalu mengulangi hafalannya dan memperbaikinya setiap hari, sehingga waktu yang berjalan beberapa tahun dapat menghafal Al-Quran secara keseluruhan dengan baik dan benar…

Wirid Ketiga : Wirid Tadabbur

Yaitu dengan melakukan langkah-langkah yang terprogram; dengan menerapkan program ini setiap hari satu ayat, dua , atau tiga ayat atau boleh lebih dari itu. Berusaha untuk hidup dengannya atas dirinya dan anggota tubuhnya. Dan dengan demikian, waktu-waktunya akan selalu dilewati dengan mentadabburkan Al-Qur’an, dalam beberapa tahun lamanya akan mampu mengkhatamkannya, khususnya dalam mentadabburkan Al-Quran, berinteraksi dengannya, menafsirkannya, memahaminya dan menguasainya.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 5/8/2008 / 2 Shaban 1429 H, dalam rubrik Tsaqafah Islamiyah. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.

« sebelumnya
sesudahnya »