Kerugian Dunia Akibat Memerangi Proyek Kebangkitan Islam

2/9/2008 | 1 Ramadhan 1429 H | 1,115 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

Penterjemah:

Abu Ahmad

__________

Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimun, 21-08-2008

Bismillah wal hamdulillah, was sholatu wassalam ala Rasulillah, wa man waalahu.. selanjutnya…

Pertanyaan yang telah kami lontarkan sebelumnya masih terus terngiang di hadapan kita: kerugian apa yang diderita dunia akibat memerangi dan menghambat kemajuan peradaban Islam yang moderat dan lurus, dan yang banyak para duat Islam loyal kepadanya serta sudah merasuk dalam jiwa mereka termasuk Al-Ikhwan Al-Muslimun?

Bahwa Islam sejak awal kebangkitannya telah menghadirkan wawasan peradaban yang sempurna dan integral dan terfokus pada penumbuhan akidah yang bersih serta membangkitkan iman yang tak akan pernah luntur di tengah umat Islam walau bagaimanapun kondisinya, membersihkan jiwa dan mendidiknya, dan mengembalikan eksistensi Islam sehingga menjadi rujukan utama bagi umat, bangsa dan para pemimpin. Mendirikan masyarakat yang bersih dan lurus, merdeka dan memiliki persamaan derajat. Menjaga dan memelihara hak-hak umat; seperti menghormati kehendak bangsa dalam menentukan pilihan pemimpinnya dan anggota parlemennya, indepensi hukum (hakim) dan lembaga-lembaga syariat, membuat strategi yang terarah, melakukan manajemen yang modern, dan ditambah dengan perhatian terhadap bidang keilmuan, riset ilmiyah dan pengembangan tekhnologi, serta persatuan umat dan integralitas antara unsur-unsur  kekuatan yang ada di dalamnya sebagai unsur mendasar dalam kebangkitan setiap umat. Sebagaimana Islam juga mencakup proyek dakwah terhadap system internasional demi tegaknya kemerdekaan, keadilan dan terjaminnya hak asasi manusia (HAM) yang telah diakui dan ditetapkan dalam wahyu Allah sehingga terwujud keamanan, ketentraman  dan kedamaianan di tengah umat dan bangsa.

Adapun penjajahan Barat Amerika –dan zionis juga bagian darinya –  sejak awal selalu bersikap memusuhi peradaban Islam, sebagai bahagaian akan kemuduran jiwanya dan hilangnya nilai-nilai yang ada dalam jiwa mereka, tidak ada kata dialog dan keterbukaan terhadap orang lain, dan ditambah adanya latar belakang sejarah akan permusuhan laten mereka terhadap umat Islam, sehingga membentang pada peperangan salib; yang hanya mengekor pada ungkapan dan bahasa pemimpinnya, dari satu orang hingga yang lainnya.

Melawan Proyek Penjajahan Barat

Belum hilang dalam ingatan para kader harakah Islam dan juga umat Islam secara umum, bahwa penghinaan dan kedzaliman yang dihadapi dan dialami umat menjadi salah satu sebab mereka melakukan perlawanan terhadap proyek penjajahan Barat yang keji. Dan ditambah rezim penguasa negara-negara Arab dan Islam yang selalu menekan umat Islam yang memiliki komitmen dengan agamanya, dan berusaha melakukan penyimpangan dan pengkaburan bentuk mereka. Padahal proyek dan kerja mereka adalah merupakan bagian dari ketaatan dan ketundukan pemimpin dan penguasa Arab kepada pemimpin dan penguasa Barat dan sekutunya… dan mereka hanyalah merupakan perwakilan dari pemimpin Barat yang bekerja untuk kemaslahatan Barat sementara rakyat dan bangsanya diacuhkan dan diperlakukan dengan menggunakan tangan besi dan api!!

Dan kami juga tidak akan pernah lupa terhadap keputusan hukum tentang penangkapan anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun, mencabut legalitas jamaahnya, dan membunuh mursyid ‘amnya yang pertama; Imam Hasan Al-Banna. Hal tersebut merupakan keputusan keji dan konspirasi yang dilakukan oleh para pemimpin negara-negara Barat –Inggris, Perancis dan Amerika- pada saat pertemuan yang mereka adakan di desa Fayed Masoir pada tanggal 10 Nopember 1948. Dan kami juga tidak akan pernah lupa bahwa tekanan dan siksaan terhadap umat Islam adalah merupakan kepanjangan tangan dari zionis yang keji. Dan mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh pemimpin dan penguasa adalah bagian dari politik mereka untuk melemahkan kekuatan Islam dan mewujudkan eksistensinya yang jauh dari pertikanan Arab dan Zionis, walaupun -pada hakikatnya- hal tersebut tidak pernah menadapatkan hasil yang gemilang; baik sejak awal dilakukan perdamaian hingga sekarang, seperti yang disebutkan dalam Koran zionis Yediot Ahronot pada edisi tanggal 11-3-1978; bahwa mereka harus melanjutkan usaha dan perjuangan, walaupun harus meminta bantuan teman-teman yang menggunakan kekuatan dan kekerasan guna memupus dan mematikan bangkitnya ruh Islam di daerah yang kita kuasai”.. adapun pukulan terhadap Al-Ikhwan Al-Muslimun di Mesir menjadi awal dan sebagai muqaddimah dari keinginan terwujudnya kemajuan gerakan zionis dan penjajahan internasional, seperti yang terjadi pada dua tahun yang berbeda; 1956 dan tahun 1967, dan sebagai langkah awal akan adanya kekuatan musuh dan zionis serta menjadikannya sebagai bagian dari system politik dan sosial di daerah kami.

Sungguh tampak dengan jelas bahwa keberhasilan proyek Barat dan penjajahan zionis bergantung pada adanya blockade peradaban Islam dan melakukan tekanan terhadapnya, setelah sebelumnya mereka berusaha melakukan penghapusan terhadapnya.. dan mereka membuktikan bahwa perlawanan modern pada dunia arab dan islam saat ini merupakan perlawanan terhadap Islam, atau merupakan perlawanan terhadap peradaban islam yang dijadikan oleh umat Islam sebagai penuntun dan sumber kekuatannya, dan mereka melihat itu semua yang terjadi di Palestina, Lebanon, Iraq, Afghanistan, Sudan dan yang lainnya.

Peran Dunia Internasional Terhadap Peradaban Islam

Bahwa peradaban Islam yang lurus tidak hanya menghadirkan bahtera penyelamatan terhadap bangsa dan umat yang sedang menderita dan menghadapi kerasnya penjajahan Barat, namun selalu memberikan harapan dalam usaha mewujudkan keadilan dan kemerdekaan terhadap seluruh elemen yang tertindas di dunia saat ini, sementara itu penghantaman yang keji terhadap proyek peradaban Islam dan usaha melakukan pengkaburan dengan jargon kelompok ektrimis dan teroris merupakan kejahatan dalam tubuh setiap insan atau umat yang tertindas yang berasal dari kekuatan jahat dan angkuh internasional, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para penjajah barat untuk melestarikan dan mendapatkan keuntungan secara zhalim yang terwujud pada kezhaliman hak-hak umat di muka bumi ini, menghisap darahnya, merampas harta kekayaannya dan melestarikan keterbelakangan atasnya.

Proyek peradaban Islam pada hakikatnya tidak memusuhi bangsa-bangsa Barat, dan tidak memungkiri akan jasanya terhadap kemajuan peradaban dan berbagai disiplin ilmu di dunia saat ini, namun yang di musuhi dan berusaha dilawan oleh Islam adalah nilai-nilai kezhaliman dan opportunitas yang telah ditebarkan oleh rezim penjajah barat, yang mengarah pada kekuasaan dimiliki oleh 20% orang kaya di Barat atas 80 % dari seluruh income dunia, disamping itu, jika dijumlah dari seluruh penduduk bumi hanya berkisar 5% saja!! Sebagaimana juga dunia hanya dikuasai oleh 5 negara besar – yang memiliki hak veto terhadap berbagai keputusan lembaga-lembaga internasional di PBB yang tergabung di dalamnya sebagian besar negara yang ada di dunia ini-, untuk memutuskan di dalamnya keputusan politik yang hanya berpihak kepada mereka saja!! Dan juga mengarah pada penyulutan api perang antar berbagai bangsa untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan senjata terhadap perusahaan-perusahaan besar di Barat yang tidak menghargai darah orang-orang yang tertindas!! Serta mengarah pada blockade ilmu dan tekhnologi atas negara ketiga sehingga melestarikan keterbelakangan dan kemunduran secara terus menerus dan memiliki ketergantungan secara kontinyu terhadap negara maju, dan juga untuk melestarikan keterpautan akal yang terbelakang dari negara berkembang kepada negara-negara Barat, lalu mengobarkan berbagai tipu daya materi dan kehidupan yang glamour sehingga dapat menghalangi umat yang memiliki keahlian untuk melakukan pilihan demi kemajuan negaranya, dan bahkan hingga pada tingkat memberikan ancaman terhadap siapa saja yang melanggar akan aturan tersebut, seperti yang dialami oleh DR. Yahya Al-Musyid dan Samirah Musa, begitupun dari apa yang mereka lakukan terhadap Iraq dengan melakukan penghancuran berbagai universitas dan membunuh para ahli dan ulama yang terkenal.

Legalisasi Pengkebirian Politik

Bahwa kezhaliman yang dilakukan oleh Barat terhadap proyek peradaban Islam yang moderat telah mengarah pada pengkebirian politik negeri-negeri Islam, karena -dalam hal ini- Barat selalu menyebarkan jargon yang selalu mereka dengungkan yaitu demokrasi dan kebebasan, -padahal pada sisi lain mereka menafikannya-, dan bahkan mereka mendukukung pemimpin dan penguasa diktator yang menerapkan kekerasan di negeri-negeri Arab dan Islam, selama mereka mau mengikuti dan mentaati agenda yang telah mereka buat dan mereka rencanakan, terutama dalam menghadang gerakan dan kebangkitan Islam di berbagai belahan dunia. Begitupun mereka melegalkan akan gaya hidup Barat yang hedonis atas negeri-negeri Arab dan Islam … sementara itu bangsa dan umat Islam yang harus membayar dan menerima hasil ini dalam bentuk pengkebirian kebebasan, harga diri, masa depan dan eksistensinya, sementara hati dan perasaan penjajah Barat telah tertidur lelap, kerena itu kepentingan mereka tidak lain kecuali melestarikan perwakilannya di negeri-negeri Arab dan Islam dan menekan mereka untuk melaksanakan dan mentaati program-program yang mereka buat… mereka sadar jika umat Islam dibiarkan untuk menentukan pilihan manhaj hidupnya sendiri, maka akan memilih Islam dan proyek peradaban Islam; dan apa yang dipilih oleh bangsa Palestina –ketika diberikan kebebasan menentukan pilihan- hanyalah sebagai contoh kecil akan kekhawatiran mereka…dan sebagaimana yang saat ini kita alami akan pengorbanan bangsa dan umat islam di Pakistan, yang telah memberikan hasil gemilang terhadap kediktatoran jendral Musyarraf dengan melakukan banyak pembantaiana terhadap bangsanya sendiri hanya untuk memenuhi keingian keji Amerika dan Barat…semoga semua ini menjadi pelajaran bagi kita, terutama para pemimpin kita dan juga kesadaran bahwa kenikmatan yang paling besar adalah hidup bersama umat secara damai dan tentram bukan bersama yang lainnya.

Kerusakan Akhlak

Sejak awal pendirian harakah Al-Ikhwan Al-Muslimun, imam Hasan Al-Banna menetapkan beberapa misi dan tujuannya; diantaranya adalah pembinaan individu muslim sehingga meemiliki akhlak yang kuat dan mulia”. Dan di Pakistan; Syaikh Abul A’ala Al-Maududi yang menulis “Al-usus al-akhlaqiyah lil harakah al-islamiyah (pokok-pokok utama bagi gerakan dakwah Islam). Dan pada perjalanan harakah Islam telah banyak menghadirkan contoh-contoh tauladan dari para generasinya; baik laki-laki, wanita, anak-anak yang tidak ditemukan oleh para penentangnya akan akhlak dan prilaku yang menyimpang, sehingga menjadi dasar utama dalam pembinaan akhlak yang kuat terhadap masyarakat Islam dan menghadirkan sosok manusia yang unik.

Dan pada saat menghadapi pertentangan terhadap proyek kebangkitan Islam, mereka tidak mampu menghadirkan persoalan dan strategi yang bergabung didalamnya umat Islam sehingga menyimpang dari agama dan peradaban mereka, dan kita tidak menadapat dari mereka dan bahkan perwakilan mereka di negeri kami kecuali mengalihkan manusia pada rujukan Islam dan proyek mereka yang keji dengan mengobarkan nafsu syahwat yang zhalim dan merusak akhlak mereka yang suci, dengan berusaha mengeluarkan harta yang banyak, menggunakan sarana komunikasi dan informasi; seperti parabola dan media elektronik dan Koran-koran serta majalah-majalah, sebagaimana mereka juga menggunakan propaganda yang beracun; melalui propaganda seks, mengobarkan syahwat, menistakan akhlak dan membunuh dhamir (perasaan); semua itu berada dalam satu tujuan dan kerja terprogram, berdiri dibelakngnya ambisi untuk dapat menghancurkan akhlak umat Islam dan dapat mengekalkan kursi kekuasaannya, dan wasilahnya adalah mengalihkan akidah umat dari akhlak-akhlak mulia dan membela orang-orang yang zhalim, tujuan mereka tidak lain kecuali merusak akhlak umat, mengahancurkan akidah dan melemahkan sikap mereka sehingga tidak bisa membedakan antara musuh dan pendukung.

Harakah Islam Bertujuan menyatukan Seluruh Umat Manusia

Peradaban Islam selalu menyeru pada kesatuan kekuatan umat dan keadilan terhadap berbagai unsur-unsurnya dari umat Islam dan yang lainnya; mereka -umat non Islam- akan mendapatkan apa yang kita dapatkan dan atas mereka (berupa hukuman) apa yang ditimpakan atas kami, begitupun menuju pada pengokohan kesatuan umat Islam dalam berbagai jenis dan mazhab keagamaan, karena seluruhnya adalah beriman kepada satu Tuhan, satu kitab dan mengarah dalam shalat mereka pada satu kiblat, dan juga berhadapan dengan bahaya laten musuh terhadap akidah dan gerak langkah mereka.

Namun musuh-musuh kita memandang bahwa hal yang demikian merupakan bahaya besar yang akan menimpa mereka, sehingga mereka membuat rekayasa menyebarkan fitnah secara internal dan perang, menanamkan permusuhan diantara kaum muslimin dan yang lainnya sesama warga, mereka berusaha memecah belah antara kaum Sunni dan Syiah, mengobarkan fitnah di tengah-tengah mereka, dan saling curiga di antara mereka, bahkan mereka juga memecah belah antara para pengikut mazhab Islam yang satu seperti yang terjadi di Sunah; baik di bagian barat, pusat dan Timurnya, dan apa yang terjadi di Darfour menjadi contoh yang konkret, dan seperti juga yang terjadi di Iraq antara pengikut Sunni Arab dan Kurdi juga demikian.

Wahai Umat Islam

Pada hakikatnya kami menyerukan kepada kalian semua untuk menoleh pada proyek peradaban yang Islam yang moderat, kembali kepada karakternya yang konfrehensip; yaitu waspada dan berhati-hati terhadap perpecahan dan firnah orang lain, serta ancaman bahaya yang meliputi diri kalian, dan tidak ada yang dapat melindungi kalian kecuali Tuhan kalian, dan tidak ada yang dapat menyatukan kalian kecuali agama Islam kemudian setelah itu kalian akan selalu diiringi oleh kemenangan Allah yang begitu dekat dengan kalian

إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Jika kalian menolong Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kaki-kali kalian”. (Muhammad:7)

Akhirnya; Salawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga dan sahabat semuanya.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 2/9/2008 / 1 Ramadhan 1429 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

1 Message

thanks yawh bt informasinya??????????????????????????????????

 

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »