Jalan Untuk Menghentikan Darah Umat Islam

4/6/2009 | 10 Jumada al-Thanni 1430 H | 1,057 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

darah-umat-islam1Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 21-05-2009 Penerjemah: Abu Ahmad _________ Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarganya dan sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari pembalasan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَطَبَ النَّاسَ يَوْمَ النَّحْرِ فَقَالَ: “يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَيُّ يَوْمٍ هَذَا؟”. قَالُوا: يَوْمٌ حَرَامٌ. قَالَ: “فَأَيُّ بَلَدٍ هَذَا؟”.. قَالُوا بَلَدٌ حَرَامٌ. قَالَ “فَأَيُّ شَهْرٍ هَذَا؟”.. قَالُوا شَهْرٌ حَرَامٌ. قَالَ: “فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا”.. فَأَعَادَهَا مِرَارًا، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: “اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ”.. قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَوَصِيَّتُهُ إِلَى أُمَّتِهِ.. “فَلْيُبْلِغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ، لاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ”

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw menyampaikan khutbah di hadapan manusia pada hari nahar (hari raya Qurban): beliau bersabda: wahai sekalian manusia, Tahukah kamu semua hari apakah ini? Tahukah kamu semua tempat apakah ini? Inilah tempat yang suci. Inilah hari Nahar, hari korban yang suci. Tahukah kamu semua bulan apakah ini? Inilah bulan suci. Beliau bersabda: Ketahuilah, bahwa darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian adalah suci, sesuci hari kalian saat ini, di tempat yang suci ini dan di bulan yang suci ini… maka beliau mengulangnya beberapa kali, kemudian beliau mengangkat kepadanya dan berkata: “Adakah aku telah menyampaikan kepadamu semua? “Adakah aku telah menyampaikan kepadamu semua? Ibnu Abbas ra berkata: demi jiwaku yang berada di genggaman-Nya, sesungguhnya yang demikian adalah wasiat kepada umatnya…Hendaklah berita ini kamu sampaikan kepada orang-orang yang tidak hadir ditempat ini, dan janganlah kalian kembali setelah ku pada kekufuran, saling memukul sebagian kalian punggung yang lainnya”. (Bukhari)

Wahai umat Islam yang berada di seluruh tempat

Demikianlah wasiat Rasulullah saw kepada umatnya yang berada di seluruh tempat dan di sepanjang zaman untuk selalu kembali kepada Allahsetelah melaksanakan hajat hidup di dunia:

Ini merupakan wasiat yang agung, nasihat yang gamblang, ungkapan yang jelas, dan pelajaran yang mulia dari nabi yang mulia, disampaikan kepada umatnya dan memerintahkan kepada mereka untuk disampaikan kepada orang setelahnya; sehingga tetap menjadi harta karun yang terus terwarisi untuk umat Islam, yang dapat menyelamatkan mereka dari malapetaka besar, dan menghindarkan mereka dari ancaman kehancuran yang dahsyat, serta melindungi mereka dari berbagai fitnah yang dapat membingungkan.

Bagaimana tidak bingung wahai umat Islam, sementara kalian terus menyaksikan darah yang terus mengalir dan tumpah oleh ulah tangan umat Islam itu sendiri, sehingga membuat jiwa tersentak sementara kehancuran dan pengrusakan terus terjadi yang di alami oleh umat Islam akibat perang antar sesama mereka..

Dengan melihat secara utuh akan kondisi bangsa Arab dan dunia Islam menjadi bukti yang kongkret akan pemandangan yang mengenaskan dan menyedihkan yang membuat hati miris karenanya, peristiwa mengerikan yang terjadi, darah yang deras mengalir, kehancuran besar yang terus merajalela, masa depan yang gelap menghantui, dan adanya agenda yang sia-sia dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan akhlaq.. jika kondisi ini terus terjadi. Contohnya adalah:

@ Pakistan: seperti adanya operasi militer di lembah Swat yang menumpahkan darah umat Islam dari tentara dan warga sipil umat Islam.

@ Somalia: seperti perang yang berkecamuk antara pemerintah dan kelompok Islam , sedangkan yang terbunuh dari kedua belah pihak adalah umat Islam, didalamnya ada anak-anak, orang tua dan wanita.

@ Afghanistan: Sejak beberapa tahun lamanya negara ini dalam konflik dan perang terus bergelora hingga kini antara pasukan perlawanan dan tentara dari satu sisi dan melawan penjajah sekutu Nato dari sisi lain.. sementara umat Islam lah yang menjadi korban dari perang tersebut.

@ Iraq: Begitu banyak darah yang tumpah di bumi tersebut, nyawa-nyawa yang seakan tidak ada harganya bergelimpangan di jalan-jalan, rumah-rumah dan bangunan-bangunan yang hancur, seluruhnya adalah darah dan nyawa adalah milik umat Islam, sedangkan rumah yang hancur pemiliknya adalah umat Islam sebagaimana yang rugi pun adalah umat Islam.

@ Sudan: Suku-suku yang beragam dan tercerai berai, namun Islam mampu menyatukan mereka, namun perang enggan meninggalkan mereka begitu saja, seiring dengan waktu nyawa dan darah dari umat Islam terus mengalir, akibat kezhaliman sebagian dari mereka dan umat Islam yang menjadi korbannya.

@ Lebanon: Adanya api fitnah yang telah menyatu disana, mereka terus melakukan makar pada siang dan malam hari, guna meletupkan api perang yang tiada henti..

@ Palestina: Mereka terus menumpahkan minyak di atas api, meletakkan berbagai penghalang dan penghambat; sehingga tidak ada dari warga negeri tersebut memahami istilah ini kecuali perang.

Bahwa musuh-musuh kita telah berhasil membunuh dan menghilangkan nyawa-nyawa kita, merampas kekayaan alam kita, menghancurkan rumah-rumah kita, mencerai beraikan persatuan kita, karena itu cukuplah bagi kita memberikan mereka peluang dan saatnya menghadapi konspirasi dan rencana busuk mereka.

Pada hakikat mendorong terjadinya perang antara umat Islam tidaklah diperbolehkan, baik untuk mencari keuntungan materi, atau karena fanatisme buta terhadap suku atau fanatik terhadap mazhab fiqih dan lain sebagainya.

Wahai umat Islam….

Bahwa musuh-musuh Islam selalu memata-matai kita, dan mereka berusaha mengembalikan kita pada kekufuran dan kemaksiatan dengan meletupkan api perang di antara kita, terjerumus pada apa yang dilarang oleh Rasulullah saw kepada kita:

لاَ تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ

“Dan janganlah kalian kembali setelah ku pada kekufuran, saling memukul sebagian kalian punggung yang lainnya”

Dan marilah kita ingat pesan nabi saw:

مَنْ حَمِلَ عَلَيْنَا السِّلاَحَ فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa yang membawa senjata di tengah-tengah kita maka bukan bagian dari kami”

Dan ketahuilah bahwa Islam adalah target dari itu semua, dan hal tersebut tentunya tidak akan terjadi jika imunitas dalam tubuh jamaah dan bangsa tidak lemah, tidak jauh dari aqidah dan syariat agama yang agung, yang karenanya mereka dapat saling berkasih sayang, saling mengasihi dan berempati seperti satu tubuh, sebagaimana menjadikan mereka bangunan yang kokoh, yang satu sama lainnya saling menguatkan, dan pada sisi lain mampu memberikan kekuatan untuk menangkis dan melawan.. namun jauhnya umat dari agama mengiringi berbagai cobaan dan bencana serta musibah, baik yang terjadi di tingkat sistem dan pemerintahan, dan menjadi tonggak berbagai tindakan politik kezhaliman dan pembinasaan, mengkebiri kebebasan dan menebarkan kerusakan dan kehancuran.

Ketahuilah wahai umat Islam, bahwa musuh-musuh kita sangat marah jika kita bersatu, sangat gusar jika kuat saling berangkulan dan saling cinta, dan sangat cemas jika kita saling bekerja sama dan bergotong royong, dan mereka terus berusaha memicu peperangan di tengah kita, mengobarkan permusuhan dan pertengkaran.

Dan sejarah mengembalikan kondisi dan ingatan ini, dan apa yang kita saksikan saat ini bukanlah hal lain kecuali merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi pada masa awal Islam.

Pada suatu hari, seorang Yahudi tua bernama Syas bin Qais melihat sekelompok pemuda Aus dan Kharaj sedang berbincang-bincang dengan akrab dan mesra. Tiba-tiba timbullah rasa dengki dan bencinya, lalu ia memerintahkan seorang pemuda Yahudi supaya menyusup masuk ke tengah-tengah pemuda Islam dan berusaha untuk mengingatkan Perang Bi’ats, bagaimana Kabilah Aus bisa mengalahkan Kharaj. ternyata Pemuda Islam itu mudah terpancing, mereka ikut mengingat kejayaan dan kebanggaan masa itu. suasana mulai memanas, dua pemuda dari kedua kelompok tersebut Aus bin Fizhi dari Kabilah Aus dan Jabbar bin Shakr dari Khazraj, mulai bertengkar mulut saling mengancam akan mengobarkan peperangan lagi.

Peristiwa ini terdengar oleh Rasulullah, lalu beliau berseru “Wahai kaum muslimin! Apakah kalian tidak segan-segan menyerukan kembali ke Zaman Jahiliyah, sedang aku masih ada di tengah-tengah kalian, sesudah ALLAH menganugerahkan Islam kepada kalian dan memutuskan hubungan dengan jahiliah. ALLAH Ta’ala telah mempertautkan hati kalian, tetapi kalian hendak kembali kafir seperti sediakala? ALLAH, ALLAH” Akhirnya orang-orang Ashar dari Aus dan Khazraj itu sadar dan menyesali kebodohan mereka. mereka menangis dan berpelukan, saling bermaaf-maafan satu sama lain. Maka turunlah ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ. وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آَيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, Padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka Sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (Ali Imran:100-101)

Apakah kita menyadari akan hal ini? marilah kita melepaskan diri dari berbagai dakwaan yang terjadi pada masa jahiliyah, yang bisa mendorong kita menumpahkan darah sebagian dengan yang lainnya?

Sering kita mendengar firman Allah dan sabda Rasul-Nya sehingga kita mampu mematikan berbagai tipu daya anak-anak keturuan Syas bin Qais pada zaman ini yang mana mereka selalu berusaha ingin melakukan kerusakan di muka bumi, meniupkan api perang di mana saja mereka berada dan singgah?

Jalan Menuju Keselamatan

Wahai umat Islam para pejuang…

Demi Allah, saya tidak mendapatkan untuk kalian, untuk kita semua jalan keselamatan dan kebersihan kecuali dengan kembali secara jujur yang terdapat dalam kitab Allah yang kekal, dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw, dan tentunya saya sangat yakin bahwa jalan menuju keselamatan terdapat pada beberapa hakikat berikut:

1. Berpegang teguh pada tali agama Allah dan bertawakal kepada-Nya:

وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

” Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka Sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”.

2. Umat Islam adalah umat yang satu:

وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu[1006], dan aku adalah Tuhanmu, Maka bertaqwalah kepada-Ku”. (Al-Mu’minun:52)

3. Ukhuwah Islamiyah adalah merupakan ikatan suci:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُون

“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”. (Al-Hujurat:10)

Dan dengan ukhuwah ini mampu menyatukan kita dan menghalangi kita dari perpecahan di antara kita:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”. (Ali Imran:103)

4. Sucinya darah, harta dan kehormatan umat Islam

كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُه

“Setiap muslim pada muslim lainnya haram darahnya, hartanya dan kehormatannya”.

المسلمُ من سلم المسلمون من لسانه ويده، والمؤمنُ مَنْ أَمِنه الناسُ على دمائهم وأموالهم

“Seorang muslim adalah yang mampu menjaga umat Islam lainnya dari lisannya dan tangannya. Dan orang yang beriman adalah yang memberikan manusia keamanan dan ketenteraman dari darah dan harta mereka”.

Wahai para pejuang…

Kalian dalam tubuh “Ikhwanul Muslimin” merupakan teladan; karena begitu banyak di tengah kalian berbagai serangan yang beruntun; baik pembunuhan, penyiksaan dan penjara, namun kalian tidak mengangkat senjata dihadapan mereka dari umat Islam, orang yang telah menyiksa kalian, tidak terprovokasi untuk memerangi mereka, kalian tidak mengangkat senjata kecuali kepada pihak penjajah yang telah melakukan perampasan, dan kalian menganggap mereka sebagai dai umat Islam lainnya, memiliki darah, kehormatan dan harta yang suci dan garis merah yang tidak boleh dilanggar, dan penghormatan atas garis merah tersebut dari para pejuang perlawanan Islam di bumi Palestina merupakan sebaik-baik saksi.

5. Wajib bagi umat Islam melakukan intervensi untuk melakukan perbaikan antara para pejuang

Sesuai dengan firman Allah:

وإنْ طائفتانِ مِنَ المؤمنينَ اقْتَتَلُوا فأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فإنْ بَغَتْ إحْدَاهُمَا على الأُخرَى فقَاتِلُوا التي تَبْغِي حتَّى تَفِيءَ إلَى أمْرِ اللهِ فإنْ فَاءتْ فَأَصْلِحُوا بيْنهمَا بالعدْلِ وأَقْسِطُوا إنَّ اللهَ يُحِبُّ المُقسطينَ

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar Perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau Dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang Berlaku adil”. (Al-Hujurat:9)

Dan sesuai dengan konteks ayat diatas, umat Islam berkewajiban meletakkan garis pembatas terhadap pembantaian yang mengerikan tersebut yang memang tidak diajarkan oleh Islam, bebas dari sisi kemanusiaan dan telah digariskan pada setiap makhluknya.

6. Menghadirkan umat Islam yang saling bertikai diantara mereka untuk saling bersatu di hadapan Allah, dan pertanggungjawaban mereka terhadap setiap tetes darah yang tumpah, dan setiap nyawa yang melayang dan terbunuh tanpa dosa, dan jangan mengira bahwa mereka akan terbebas dari hisab Allah atau selamat dari siksa dan  hukuman.

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيما

“Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (An-Nisa:93)

7. Hendaknya kita berhenti dari saling mencela, memaki dan berbagai tindakan dan perilaku yang dapat mengobarkan kemarahan dan melahirkan permusuhan dan kebencian.

Dari Abdullah bin Mas’ud berkata: bahwa Rasulullah saw bersabda:

سِبَابُ المسلم فُسُوق وقتاله كُفر

“Mencela orang Islam adalah fasik dan membunuhnya adalah kekufuran”.

8. Memberikan kepada setiap muslim dan seluruh manusia kebebasan dan perannya dalam memberikan nasihat dan kebaikan sesuai dengna kemampuan dan puncak kemampuan mereka yang dimiliki.

Karena hal tersebut merupakan bab nasihat yang menjadi suatu kewajiban.

عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: “الدِّينُ النَّصِيحَةُ” قُلْنَا لِمَنْ؟ قَالَ: “لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ”.

Dari Tamim Ad-Dari bahwa nabi saw bersabda: Agama itu adalah nasihat, kami berkata: “untuk siapa? Beliau bersabda: untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemimpin umat Islam dan masyarakat secara umum”. (Muslim)

Peringatan dan seruan

Belumkah datang bagi dunia Islam kesadaran dan perhatian dari apa yang terjadi saat ini. Sehingga tidak jatuh pada hawa nafsu yang kerdil yang dapat mengubur di dalamnya? Tidakkah mereka mampu bangkit untuk melihat dari apa yang dilakukan dan dikerjakan oleh Zionis di Palestina secara umum dan Gaza secara khusus, sehingga mampu mengerahkan segala potensi untuk membela pasukan perlawanan dan memerangi musuh yang sebenarnya untuk umat Islam dan Bangsa Arab.

Belumkah datang bagi dunia barat untuk menghentikan konspirasi dan tipu dayanya serta intervensinya pada berbagai urusan kita? Lebih baik baginya untuk hengkang sebelum dicampakkan dan diusir, dan hendaklah menjadikan sejarah sebagai pelajaran, karena tidaklah di dapat oleh penjajah pada suatu negeri kecuali dia akan terusir secara terhina dan tertunduk:

وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ

“Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali”. (As-Syuara:227)

Kami mengingatkan bangsa Arab dan umat Islam, pemerintah dan bangsa, khususnya para ulama, ilmuwan dan pemimpin suatu bangsa… Untuk bangkit memberikan peranan mereka sesuai dengan kewajibannya, saling bergotong royong dan saling membantu di antara mereka dengan penuh kesungguhan, kesadaran dan keikhlasan.. Guna menyelamatkan umat dari kehancuran dan kebinasaan.

Sebagaimana kami menyeru kepada lembaga-lembaga dan yayasan-yayasan Islam, khususnya Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk bangkit memberikan dan menunjukkan perannya dalam melakukan perbaikan dan perdamaian di antara mereka, tidak mengabaikan berbagai usaha dan tenaga dalam menghentikan darah umat Islam.

Dan juga peranan persatuan ulama se dunia dan majma fiqih yang memiliki peranan yang sangat besar; karena mereka dapat melakukan komunikasi dengan para petinggi partai dan kelompok yang sedang bertikai, untuk menghentikan perpecahan melalui pendekatan dengan berbagai sudut pandang, memberikan kepuasan kepada seluruh komponen bahwa perang ini tidak akan memberikan kenikmatan dan ketentraman kepada mereka kecuali kepada musuh belaka, dan tidak akan merugikan musuh kecuali umat Islam, dan patut diingat oleh mereka untuk tetap berada di tengah umat Islam yang mulia dan menyatukan mereka untuk menghadapi tipu daya musuh dan konspirasi mereka.

Jika kita melakukan itu semua dan berusaha untuk mencapai tujuan dengan sungguh-sungguh yang diiringi dengan keikhlasan niat, maka Allah pasti akan bersama kita dan tidak akan disia-siakan segala perbuatan kita, sementara akan sia-sialah segala makar dan konspirasi musuh, dan pasti mereka akan mendapatkan ancaman Allah sesuai dengan janji dan takdir-Nya.

وَتِلْكَ الْقُرَى أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَوْعِدًا

“Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zhalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka”. (Al-Kahfi:59)

Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 4/6/2009 / 10 Jumada al-Thanni 1430 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »