Jalan menuju kemerdekaan Al-Quds dan Palestina

22/5/2009 | 28 Jumada al-Ula 1430 H | 696 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

Kota Al-Quds sedang meminta pertolongan kepada umat Islam untuk menyelamatkannya dari proyek Yahudisasi

Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 14-05-2009

Penerjemah:

Abu Ahmad

________

Dengan menyebut nama Allah, dan segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang bersamanya…

Allah SWT berfirman:

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمْ الْوَارِثِينَ

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)”. (Al-Qashash:5)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلا تُوَلُّوهُمْ الأَدْبَارَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, Maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)”. (Al-Anfal:15)

Di tengah kondisi yang diselimuti kesedihan dan kenestapaan serta kekhawatiran tentang masa depan qadhiyah Palestina ini, dan di tengah berbagai usaha perdamaian hingga mencapai lebih dari 300 perundingan, yang memberikan isyarat dan peringatan bahwa ada satu perkara yang hanya tampak di malam hari akan kondisi warga Palestina dan Arab serta umat Islam akan perkara yang nyata, yang menegaskan akan adanya pertentangan terhadap musuh sang perampas dan penjajah terhadap berbagai tuntutannya di Palestina dan Al-Quds!! Mengalah dari berbagai tsawabit yang qath’i akan hak-hak warga Palestina. Dan di tengah adanya asap penolakan pemerintah rasisme dalam menyelesaikan dua negara, yang menggambarkan satu perkara di dalamnya, seakan musuh jika memberikan sikap mengalah maka akan begitu menyakitkan terutama menerima solusi dua negara, dan seakan dunia telah banyak memberikan tekanan yang besar terhadap Liberman dan Netanyahu untuk menerima apa yang mereka tolak sebelumnya.

Begitupun di tengah kemelut dan blokade yang ketat terhadap gerakan perlawanan, dan konspirasi internasional untuk melucuti senjata mereka di Gaza dan Lebanon, setelah sebelumnya merela telah berhasil melucuti senjata di Tepi Barat; karena itu warga Arab dan Umat Islam, dalam kondisi seperti ini membutuhkan sikap yang tegas untuk menentukan arah yang jelas demi mewujudkan misi dan agenda besar; yaitu Kemerdekaan Al-Quds dan Palestina, mengembalikan masjid Al-Aqsha, dan mendirikan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka dengan ibu kota Al-Quds yang suci.

Pertama yang harus kita lakukan adalah: Membangkitkan kembali nasionalisme Islam, dan mengembalikan berbagai pengalaman yang telah diraih akan keteguhan dan sikap perlawanan, pengalaman akan berbagai keberhasilan yang telah ditoreh dengan tinta dalam perjalanan sejarah; seperti keberhasilan Salahudin Al-Ayyubi, Sultan Qalawun, Dzahir Baybas dalam mengembalikan apa yang telah dirampas oleh pasukan Salibis selama 200 tahun, menjajah bumi Palestina dan pantai laut Meditarian, berhasil menghancurkan kerajaan Franks yang telah melakukan invasi penjajahan yang sangat luas pada abad-abad pertengahan melalui proses yang baik dengan sistem yang bersih yaitu mencakup:

1. Menghidupkan ghirah umat dan menebarkan ruh jihad dan tadhiyah.

2. Memperbaiki metode pemerintahan dengan peran serta para ulama dan umat, serta menghidupkan syura.

3. Membangun kembali persatuan umat, khususnya di Mesir, Syam dan Iraq.

4. Membangun kembali pasukan yang kuat dan kokoh.

5. Menghadapi berbagai ketabelece dan protokoler kelima dari para peragu dan membantah berbagai syubhat mereka.

Yang kedua dari apa yang harus dilakukan adalah menghentikan serangkaian konsesi dan menyerah terhadap berbagai persyaratan musuh, penghancuran yang berturut-turut yang mengakibatkan terjadinya perluasan proyek berupa pemukiman rasisme, dan berusaha untuk menghancurkan dominasi dan kontrol atas semua negara Arab dan umat Islam.

yang ketiga adalah mendukung steadfastness (ketegaran) bangsa Palestina dan menjaga persatuan bangsa dan nasionalisme; mencakup penyatuan warga Palestina yang terjajah sejak tahun 1948, Al-Quds dan Tepi Barat serta Gaza, begitu pula yang beradea berbagai kamp pengungsi, di Eropa dan Amerika, dan bersikeras mendapatkan hak kembali bagi semua warga Palestina untuk kembali ke negerinya, rumahnya dan tanah airnya.

Keempat: membangun kembali kesadaran pada warga Arab dan umat Islam akan urgensi dan pentingnya qadhiyah Palestina, dan hal tersebut bukan hanya harapan orang Yahudi telah mengalami penyembelihan dan holocaust Nazi dan mimpi-mimpi untuk  memiliki tanah air, namun ia merupakan konsep pemukiman dan kolonialisme, tujuannya adalah untuk memotong jalan persatuan Arab dan Islam dan melemahkan kekuatan bangsa Arab dalam membangun kembali kebangkitan umat yang komprehensif serta menghabiskan tenaganya dalam berbagai konflik yang berkepanjangan; yaitu melalui pemberdayaan rezim otoriter dan kediktatoran yang korup, yang bekerja untuk mempertahankan tiga misi; underdevelopment, korupsi dan kesewenang-wenangan sehingga mampu menghancurkan imunitas bangsa dan memblokade berbagai usaha kebangkitan dan keluar dari terowongan yang gelap.

Kelima: mengembalikan keinginan bangsa Arab dan umat Islam, dan membangun masyarakat yang kuat dan mampu mengembalikan kesadaran, dan mampu meracik demokrasi dengan pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial, dan bekerja untuk meningkatkan eksistensi negara yang independen, bahu membahu dalam bekerja untuk persatuan Arab dan terus berusaha secara berksinambungan dalam menghidupkan eksistensi internasional untuk umat Islam.

Hal tersebut tidak akan mampu direalisasikan kecuali dengan melakukan perbaikan jiwa, membangkitkan kembali nilai keimanan yang benar, tawakal kepada Allah, melakukan penyiapan yang penuh terhadap semua unsur kekuatan seperti pengetahuan, perencanaan, pengelolaan dan pengembangan secara komprehesitas, disertai dengan usaha untuk melakukan jihad, tadhiyah (pengorbanan) dan kesabaran, dan menghindar dari berbagai hal yang dapat memicu perpecahan dan perselisihan di tengah umat, meruntuhkan azimah serta menanamkan keputusasaan di tengah umat manusia.

Keenam : berusaha untuk mendapatkan opini umum internasional untuk kepentingan qadhiyah Palestina, yaitu melalui berbagai leaflet yang menjelaskan akan berbagai dimensi qadhiyah berbagai bangsa di dunia, dan bekerja sama dengan seluruh organisasi masyarakat sipil (LSM) di seluruh negara, untuk membangun sebuah dasar informasi yang mampu memenuhi informasi publik counter.

Bersamaan dengan itu, melakukan tekanan dengan berbagai sarana yang sah terhadap pemerintah Eropa, Amerika dan lembaga-lembaga internasional; untuk berhenti memberikan dukungan terhadap musuh Zionist, dan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan selama berabad-abad dengan dunia Islam, serta untuk mengakhiri era kolonial yang masih menjadi jurang pemisah pada hubungan Amerika dan Eropa dengan dunia Islam.

Dan membangun sebuah teori dialog Islam dengan Barat berdasarkan saling menghormati, berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai bersama pada semua agama, dan bekerja untuk merealisasikan tujuan dan kepentingan umum, memecahkan masalah melalui dialog’ bukan dengan kekerasan dan peperangan.

Dan perseteruan yang diiringi dengan penjajahan barat telah berlangsung ratusan tahun, dan Barat telah berhasil – sesuai dengan konsep dan rencana yang disiapkan dengan detail – dalam menanam pemukiman Israel di jantung Arab dan umat Islam .. Di mana? Di Tanah Suci! di Tanah Rabat (persatuan), dan di Baitul Maqdis dan di Jantung Baitul Maqdis.

Kolonialisme telah berhasil dalam mengakhiri khilafah Islam dan menghapus Kesultanan al-Othman sebagai simbol akhir kesatuan Islam, kemudian berhasil dalam memecah belah bumi Arab hingga menjadi 22 negara atau negara-negara kecil. Berhasil menumbuhkan perpecahan dan konflik di antara mereka sehingga terjadi saling perang saudara di daerah perbatasan dan karena kekayaan alam, sementara itu peran Liga Arab telah mati akibat konflik tersebut!.

Bahkan para musuh juga telah berhasil menanamkan benih-benih perpecahan di Palestina itu sendiri, dan menjadikan sebagiannya berjuang memerangi pasukan perlawanan dan melucuti senjata mereka; hanya untuk mendapat simpati dan rasa senang musuh, untuk memperkecil tekanan mereka, berusaha berada dibalik perundingan dan negosiasi yang samar, dan karena takut terhadap dirinya menjadi target pembunuhan dan pembantaian, seperti halnya yang terjadi terhadap Arafat, semoga Allah merahmatinya.

Namun -dari sisi lain- musuh tidak berhasil dan tidak akan berhasil dalam mengakhiri nyala dan gelora api perlawanan yang kokoh dan tidak akan mampu menipu bangsa Palestina yang masih terus berpegang teguh dengan tsawabit negaranya dan hak-haknya yang legal; terutama hak untuk kembali. Mereka tidak akan berhasil dalam menipu masyarakat Arab dan umat Islam, yang masih menolak untuk taat kepada normalisasi dan memilih melakukan perlawanan untuk mengakhiri pendudukan dan penjajahan .

- Saat ini kita memiliki tugas berat dan beban berat untuk membangunkan kesadaran umat, dan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan mengembalikan kehendaknya.

– saat ini kita mempunyai kewajiban yang besar untuk mendukung steadfastness (keteguhan) bangsa Palestina, khususnya dalam berbagai gerakan perlawanan.

- Kita harus menyadari bahwa konflik ini talah berlangsung begitu panjang, dan kemerdekaan Palestina, Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa akan terwujud insya Allah, melalui tahapan-tahapan yang kongkret.

– kita harus menyadari bahwa perjuangan dengan musuh adalah perjuangan pada semua fronts dan di semua bidang dan lini, tidak hanya untuk peperangan di sini atau di sana, dan tidak hanya terbatas di medan perang saja, namun  di lapangan perang melawan musuh merupakan puncak terakhir untuk menyelesaikan konflik.

– Kita harus mempersenjatai diri dengan harapan dan cita-cita, dan mewariskan kepada generasi demi generasi kesadaran akan dimensi konflik yang terus berkepanjangan ini di sepanjang masa; sehingga mampu mengumpulkan berbagai pengalaman untuk mencapai puncak kemenangan Insya Allah.

Allah SWT berfirman:

وَيَقُولُونَ مَتَى هُوَ قُلْ عَسَى أَنْ يَكُونَ قَرِيبًا

“Mereka berkata kepadamu: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”. (Al-Isra:51)

Dan Allah berada di balik tujuan ini dan Dialah yang memberikan petunjuk ke jalan yang lurus

Allah Maha Besar dan hanya untuk Allah segala pujian.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 22/5/2009 / 28 Jumada al-Ula 1430 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

3 Komentar

tolong di balas ya email nya julia tunggu ok . .

 

dakwah nya terlalu panjang jadi susah untuk mempelajari nya dan memahami nya,,

 

semoga allah mengembalikan al-quds ketangan kaum muslimin… Ya allah kibarkanlah bendera islam di atas masjidil aqsa,

 

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »