Israel Adakan Perubahan Besar-Besaran Sejarah dan Agama Islam di Al-Quds

23/4/2009 | 28 Rabbi al-Thanni 1430 H | 1,048 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

masjid-aqshaMahmud Abu Atho

Yayasan Al-Aqsha untuk Waqaf dan peninggalan dalam laporannya tanggal 11 Maret kemarin mengungkapkan tentang operasi yahudisasi Israel dan perubahan besar-besaran terhadap wajah sejarah Al-Quds oleh sebuah lembaga Israel dalam sejumlah mega proyek pembangunan. Semisal pengembangan ataupun renovasi yang pada hakekatnya adalah proyek yahudisasi dan menghancurkan peninggalan agama islam dan Arab di Al-quds.

Dalam laporan lembaga Al-Aqsha ini mengatakan, lembaga Zionis kali ini merealisasikan mega proyeknya untuk mengubah dan menipu wajah sejarah agama dan kota Al-Quds di distrik Kota Lama. Perubahan ini mencakup pagar kota lama, gerbang distrik dan tempat-tempat yang berada di sekelilingnya dan menempel dengan areal Masjid Al-Aqsha. Mereka juga mengubah areal suci di dalam pagar. Seperti mengubah sifat alamiah Al-Quds yang bernuansa agama Islam. Mereka mengubah tempat-tempat itu menjadi areal wisata dan tempat hiburan yang bertentangan dengan tabiat keagamaan di Al-Quds. Mereka mengadakan tempat joget-joget dan mendorong orang-orang untuk membuka kafe minuman hingga larut malam. Sementara untuk kegiatan keagamaan yahudi dipusatkan di dinding Al-Buraq atau tembok ratapan.

Sementara itu, Yayasan Al-Aqsha untuk waqaf dan peninggalan mengisyaratkan, lembaga Israel sudah mengalokasikan proyek ini untuk beberapa tahun ke depan dan diikuti oleh beberapa perusahaan Israel dan organisasi di kota Al-Quds. Seperti, Yerusalem Development Authority dan Israel Antiquities Authority. Sementara dana yang digelontorkan untuk pembangunan proyek ini berjumlah, 600 juta shekel atau senilai 150 juta dolar AS.

Proyek ini bertujuan mengubah secara keseluruhan monumen dan sejarah di Al-Quds, seperti kebudayaan Arab dan peradaban Islam dengan proyek yang samar dan mencurigakan. Mereka menamakan proyek ini dengan nama restorasi dan perbaikan tembok Kota Lama. Mereka baru saja merampungkan perbaikan pagar Kikar “Pengampunan–Nenek moyang tentara Israel”. Mereka juga baru menyelesaikan proyek serupa di timur laut di sudut bersejarah tembok Al-Quds dan mengganti ubin untuk gerbang Sahirah yang tidak relevan dengan sejarah Al-Quds. Pada saat yang sama mereka juga membulldozer sejumlah wilayah di sepanjang tembok bagian utara. Mereka mengadakan perubahan besar-besaran di areal dekat pagar barat memanjang hingga ke selatan daya Kota Lama.

Sebulan sebelumnya, mereka telah merampungkan perubahan di gerbang Nabi Daud yang diresmikan dengan mengadakan acara khusus dan dihadiri sejumlah petinggi militer Israel yang menjajah Palestina tahun 1948.  Lembaga Israel sendiri kemarin mengumumkan bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan di gerbang Kholil (Hebron) dan Gerbang Sahirah. Mereka juga akan mengubah rute perjalanan dan sejumlah pintu di Kota Lama.

Sementara itu, lembaga Israel ini telah berhasil mengubah sejumlah lapangan yang berada di sekitar Kota Lama menjadi taman-taman umum yang ditanami pepohonan dan rumput yang menghijau. Bahkan mereka mengatakan akan mengubah secara total wilayah sekitar kota lama menjadi taman-taman umum.

Dengan ini mereka telah menguasai sejumlah bangunan, tanah pertanian Arab dan Islam di distrik Kota Lama, lalu mengubahnya secara besar-besaran untuk tujuan yahudisasi. Seperti terjadi di wilayah Haroh Syarif dan sebelah barat Magaribah. Juga tanah pertanian di ujung jalan al-Wad. Mereka juga telah merancang perubahan besar-besaran di wilayah pertanian dan toko-toko di sepanjang jalan Al-Wad, wilayah paling penting di Kota Lama.

Dalam rencananya mereka akan membangun jaringan penerangan di sejumlah tempat yang dideklarasikan mempunyai kaitan dengan keagamaan masyarakat Yahudi, terutama di daerah Nabi Daud dan Tembok Ratapan. Rencana ini akan direalisasikan dalam waktu dekat ini.

Perubahan tempat-tempat bersejarah di Al-Quds bersamaan dengan perubahan sejumlah nama bagi jalan-jalan atau tempat-tempat khusus dari nama Arab atau Islam ke nama Yahudi. Seperti terjadi di pintu gerbang Silwan sebelah selatan Masjid Al-Aqsha. Mereka menamakan “Maaleh David” untuk jalan Wadi Halwah dan Jay Hainom untuk jalan Wadi Rababah. Lembaga Israel ini kemudian menyatakan, pihaknya akan mengubah semua jalan di distrik Kota Lama. Belum diketahui apakah mereka juga mau mengubah sejumlah nama tempat atau tidak ?.

Dalam rancangan yang berbahaya untuk mengubah wajah alami dan keagamaan Kota Lama, terakhir mereka mengadakan pesta hiburan semalam suntuk diiringi nyanyian dan musik. Mereka mengatakan acara-acara seperti ini akan menarik pengunjung dan akan membuat sejumlah toko pada buka hingga larut malam. Termasuk kafe-kafe minuman keras. Lembaga menyebutkan, pihaknya akan membuat acara serupa dan lebih ramai lagi dalam waktu dekat ini. Jelas, semua acara ini bertentangan dengan tabiat keagamaan Al-Quds. Tujuanya untuk meminamlisir eksistensi Arab dan Islam di Al-Quds, siang ataupun malam.

Dalam laporan terakhirnya, Lembaga Al-Aqsha untuk Waqaf dan Peninggalan menyertakan sejumlah gambar dan dokumen yang menjelaskan tentang perubahan dan penipuan dalam rangka yahudisasi Al-Quds. Pada saat yang sama, ia menyerukan bagi para budayawan Arab dan Islam untuk segera menyelamatkan Al-Quds. Disamping memelihara dan melindungi setatus kearaban Al-Quds. Ia mengatakan, tidak masuk akal proyek yahudisasi Al-Quds termasuk penodaanya terhadap Masjid Al-Aqsha terus berjalan, sementara kita tidak berupaya untuk memelihara atau melindungi Al-Aqsha dan Al-Quds. Ketika kami menghadirkan penemuan dan laporan yang diserta dokumen dan bukti-bukti ini kepada bangsa Arab dan Islam serta bangsa Palestina, maka kami meminta kalian semua bertanggung jawab atas al-Quds dan al-Aqsha di tingkat resmi maupun kerakyatan. Al-Quds hari ini menjadi target yahudisasi. Apakah kita akan terus menunggu hingga al-Quds dan Al-Aqsha hilang ?. (asy)


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 23/4/2009 / 28 Rabbi al-Thanni 1430 H, dalam rubrik Tsaqafah Islamiyah. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

5 Komentar

Collapse Icon tuan andy kusuma wijaya 23 Jul 2009 pukul 14:28

di punggumgmu berdiri sebuah masjid yang di singgahi oleh rasululoh sebelum naik menuju langit ke tujuh sebelum bertemu dengan sang pencipta langit dan bumi beserta isinya itu. namun kini kekokohan masjid itu telah terancam oleh tangan tangan manusia durjana .saudara2 seiman yang tinggal di sana mereka bantai dengan bengis dan kejam mereka bangga melakukan itu menyiksa anak2 merampas kehormatan saudari muslimah ku yang suci d sana . sementara kalian sibuk dengan semangat perjuangan kalian mempertahankan hak2Alloh,kalian sibuk dengan luka ,mortir,senapan ,duka lara kalian.para pemuda kalian sibuk belajar menembak maafkan kami bukanya kami ta mau membantu yuk menegakan agama Allah d sana tapi kami sedang sibuk .pejabat kami sibuk dengan korupsinya pemuda kami sibuk dengan asmaranya aparatur kami sibuk dengan tunjangan mrreka yang kurang ,ulama kami sibuk dengan perbedaan2 mereka .seperti shlat subuh pakai kunut atau tidak atau tentang azan jumat 1 atau dua kali dan lain2 jadi palestina maafkan kami

 

udah saatnya kita umat islam bangkit…
tegakkan kembali sistem khilafah…
…kalianlah umat yang terbaik….yang dipercaya untuk menjadi kholifah di bumi…

mari terus berjuang dengan memulai pada diri kita masing-masing….kembali dan pelajari al-quran dan sunnah dengan baik…

 

Wahhh…,, panas dada gw baca berita keq gini. yg pasti gw ga mau klo Masjid Al Aqsa dn Al Sakhra di rebut oleh bangsa Israil. Dan mungkin Allah SWT, sedang menguji ke imanan kita. Allahu Akbar, Kiamat kan saja Dunia ya Allah.

 

save palestine…..

SALAM JIHAD

(Comments wont nest below this level)
 
 

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »