Islam Dalam Pandangan Orientalis

6/7/2009 | 14 Rajab 1430 H | 514 views
Oleh: Abu Ahmad
Kirim Print

domain_of_islamIslam adalah agama yang mulia; Mulia karena diturunkan dan bersumber oleh Zat yang Maha mulia yaitu Allah SWT,  dibawa oleh para insan yang mulia; para anbiya (para nabi) dan Rasul, serta disempurnakan syariatnya oleh khairul basyariyah (sosok yang mulia) nabi Muhammad saw; sehingga orang yang mengikuti nabi saw dan menganut agamanya akan mendapatkan kemuliaan dan keridhaan dalam hidupnya di dunia dan di akhirat kelak.

Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (Ali Imran:110)

Dalam hadits nabi saw juga disebutkan:

أَخْبَرَنَا أَبُو سَعِيدٍ : عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ شُبَانَةَ الشَّاهِدُ بِهَمَذَانَ أَخْبَرَنَا أَبُو جَعْفَرُ مُحَمَّدِ بْنِ مَحْمُوَيْهِ النَّسَوِىُّ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ السَّرَّاجُ حَدَّثَنَا شَبَابُ بْنُ خَيَّاطٍ الْعُصْفُرِىُّ حَدَّثَنَا حَشْرَجُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَشْرَجٍ حَدَّثَنِى أَبِى عَنْ جَدِّى عَنْ عَائِذِ بْنِ عَمْرٍو : أَنَّهُ جَاءَ يَوْمَ الْفَتْحِ مَعَ أَبِى سُفْيَانَ بْنِ حَرْبٍ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حَوْلَهُ أَصْحَابُهُ فَقَالُوا هَذَا أَبُو سُفْيَانَ وَعَائِذُ بْنُ عَمْرٍو فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« هَذَا عَائِذُ بْنُ عَمْرٍو وَأَبُو سُفْيَانَ الإِسْلاَمُ أَعَزُّ مِنْ ذَلِكَ الإِسْلاَمُ يَعْلُو وَلاَ يُعْلَى »

“Diceritakan kepada kami Abu Sa’id; dari Abdurrahman bin Muhammad bin Syubanah yang menyaksikan peristiwa Hamadzan, diceritakan kepada kami Abu Ja’far Muhammad bin Mahmuwaih An-Nasawi, diceritakan kepada kami Abul Abbas As-siraj, diceritakan kepada kami Syabab bin Khayyath Al-Usfuri, diceritakan kepada kami Hasyraj bin Abdullah bin Hasyraj, diceritakan kepada saya oleh bapak saya dari kakek saya dari A’idz bin Amru; Bahwa beliah datang pada hari penaklukan (kota Mekah) bersama Abu Sufyan bin Harb dan Rasulullah saw berada disekitarnya dan sahabatnya, mereka berkata: Inilah Abu Sufyan dan Aidz bin Amru. Maka Rasulullah saw bersabda: “Inilah Aidz bin Amru dan Abu Sufyan, dan Islam lebih dari itu semua, karena Islam sangat mulia dan tidak ada yang mengunggulinya”. (Sunan Baihaqi, Bab dzikru ba’dhu man shara musliman, Juz 6, hal. 205)

Apa pendapat Orientalis tentang Islam??

Seorang Filosof Bernard Show berkata : sesungguhnya aku menyimpan segala penghargaan terhadap agama Muhammad karena kevitalannya yang menakjubkan. Ia adalah satu-satunya agama yang mempunyai kekuatan hebat kerena seseuai dengan jalan hidup yang senantiasa berubah-ubah, dan dapat diterapkan di semua masa. Aku sungguh telah mempelajari kehidupan lelaki yang sangat mengagumkan itu. Seharusnya ia diberi gelar “PENYELAMAT MANUSIA” , yang sama sekali tidak bertentangan dengan Isa Almasih. Saya yakin kalau orang seperti ia diberi taufik dalam memecahkan semua kesulitan, yang dapat membawa dunia ini kepada kebahagiaan, tentram dan damai yang sangat didambakan umat manusia dewasa ini. Sungguh saya mempunyai ramalan bahwa di masa datang orang Eropa akan menerima ajaran Muhammad ini dan sekarang hal itu sudah mulai terjadi.

Sungguh Allah Maha Benar akan firmannya:

فَذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ . كَذَلِكَ حَقَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُون

“Maka (Zat yang demikian) Itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka Bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? Demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, karena Sesungguhnya mereka tidak beriman”. (Yunus:32-33)


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 6/7/2009 / 14 Rajab 1430 H, dalam rubrik Tsaqafah Islamiyah. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »