Daftar - Masuk log









Jika anda mendengar adzan segeralah lakukan shalat walau bagaimanapun kesibukan anda. Bacalah Al-Qur'an, lakukanlah pengkajian, dengarlah pengajian dan berdzikirlah. Jangan sia-siakan waktu anda untuk persoalan yang tidak berguna. Berusahalah membiasakan berbicara dengan bahasa Arab standard karena bahasa Arab standard merupakan salah satu syi'ar Islam. Jangan memperbanyak perdebatan dalam semua urusan walau bagaimanapun keadaannya, sebab pertengkaran tidak akan mendatangkan perbaikan. Jangan banyak tertawa, karena orang yang selalu berhubungan dengan Allah bersifat tenang dan serius. Jangan banyak bergurau, sebab ummat yang berjihad hanya mengenal keseriusan. Jangan bersuara keras melebihi yang diperlukan pendengar karena hal itu selain menyakitkan juga ternmasuk perbuatan bodoh. Jangan mengumpat seseorang, jangan merendahkan lembaga-lembaga Islam dan jangan berbicara kecuali dalam kebaikan. Berkenalanlah dengan saudara dan teman-teman yang Anda jumpai meskipun Anda tidak diminta memperkenalkan diri sebab dasar dakwah kita adalah kasih sayang dan persaudaran. Kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang Anda miliki, maka bantulah orang lain supaya memanfaatkan waktunya. Kalau Anda berurusan persingkatlah pelaksanaannya. (Hasan Al-Banna)
Arsip Tsawabit wal Mutaghayyirat

Apakah Taqsim (Pembagian) Persoalan Agama ke Dalam Ushul dan Furu’ Merupakan Bid’ah?

Minggu, 14 Januari 2007 | 23 Dhul-Hijjah 1427 H

Di antara berbagai persoalan yang muncul akhir-akhir ini dan membingungkan ummat, sebagian ikhwah, adalah klaim yang disampaikan oleh sebagian orang yang terlalu bersemangat mempelajari agama bahwa pembagian persoalan-persoalan agama menjadi masalah-masalah yang termasuk ushul (dasar) dan furu’ (cabang) adalah bid’ah yang tidak dikenal oleh generasi Salaful Ummah (radhiyaLLAAHu ‘anhum ajma’iin)..
Saya menyaksikan sendiri sebagian orang yang [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Mukhtarat Min Risalah Mu’tamar Khamis, Hubungan Antara Pimpinan Dan Bawahan

Selasa, 2 Januari 2007 | 12 Dhul-Hijjah 1427 H

كُنَّا نُوَجِّهُ الدَّعْوَةَ وَ نَعْمَلُ عَلَى انْتِشَارِهَا أَمَّا الآنَ فَقَدْ صَارَتِ الدَّعْوَةُ تُسْبِقُنَا إِلَى الْبِلاَدِ وَ الْقُرَى وَ تَضْطَرُّنَا إِلَى مُلاَحَقَتِهَا وَ أَدَاءِ حُقُوْقِهَا مَهْمَا كَانَ فِيْ ذَلِكَ مِنْ عَنَتٍ وَ مِنْ إِرْهَاقٍ وَ الْمُهِمُّ أَنَّ الصِّلَةَ بَيْنَ هَذِهِ الْهَيْئَاتِ كُلِّهَا لَيْسَ مُجَرَّدُ التَّشَابُهِ فِي الاِسْمِ أَوِ الْوِحْدَةِ فِي الْمَقْصَدِ الْعَامِ كُلاًّ بَلْ إِنَّهَا أَقْوَى [...]

Kirim ke teman | Print | 2 komentar »