Arsip Tazkiyyah An-Nufus
Kesabaran Sang Murabbi (Bag Ke-3)
Selasa, 1 Juli 2008 | 27 Jumada al-Thanni 1429 HImam Al-Qurthubi: ALLAAH SWT memerintahkan kepada Nabi SAW agar tidak amat bersedih atas ketidakmauan mereka menerima keimanan, karena beliau SAW tidak diberi kekuasaan untuk memberi hidayah atas manusia. Lebih jauh beliau berkata: Ayat ini khithab (konteks pembicaraan) nya kepada Nabi SAW, namun hukumnya berlaku pula bagi semua umatnya, karena hati orang beriman itu akan merasa sempit melihat kekafiran dan aniaya yang dilakukan para musuh Islam.
Kesabaran Sang Murabbi (Bag Ke-2)
Selasa, 24 Juni 2008 | 19 Jumada al-Thanni 1429 HBerkata Imam Abu Ja’far: Ini merupakan peringatan dari ALLAAH SWT bagi nabi-NYA sekaligus juga penghibur bagi beliau SAW, maka bersabarlah atas pengingkaran mereka dan apa-apa yang tidak kamu sukai sampai datangnya nashruLLAAH, karena kesabaran demikian pula yang telah dilakukan oleh para hamba pinilih sebelummu, dan tidak ada perubahan dalam sunnah ALLAAH tersebut. Imam Ibnu Katsir menambahkan: Maka bersabarlah kamu sebagaimana sabarnya Ulul ‘Azmi minar Rusul (Rasul-rasul yang memiliki tekad yang amat teguh).
Kesabaran Sang Murabbi (Bag Ke-1)
Senin, 23 Juni 2008 | 18 Jumada al-Thanni 1429 HBerkata Imam Abu Ja’far: ALLAAH SWT berfirman kepada Nabi-NYA SAW, bahwa sungguh Kami mengetahui bahwa perkataan dan tuduhan orang-orang Musyrik itu amat menyedihkan hatimu (yaitu pendustaan mereka, serta tuduhan mereka bahwa Nabi SAW penipu). Kadang-kadang mereka menyebut Nabi SAW ‘Sang Penyair’, kadang menyebutnya ‘Sang Spiritualis’, sebagiannya menyebut ‘Kurang Waras’, padahal dalam hati mereka mengakui kebenaran ucapan beliau SAW itu.
Pelajaran dari Hijrah Nabi SAW Dalam Ishlahul-Fardi Wa Harakah-Dakwah (Bagian Ke-2, Tamat)
Kamis, 24 Januari 2008 | 15 Muharram 1429 HHijrah Ma’nawi
Pengertian hijrah yang kedua dan yang lebih urgen adalah hijrah dari sisi mental dan jiwa, berdasarkan hadits: wal muhajir man hajara ma nahaLLAAHu ‘anhu (orang yang hijrah itu ialah orang yang hijrah dari apa yang dilarang ALLAAH SWT)[1]. Yaitu dengan meninggalkan semua perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. Untuk dapat melakukan semua ini dibutuhkan [...]
Pelajaran dari Hijrah Nabi SAW Dalam Ishlahul-Fardi Wa Harakah-Dakwah [1] (Bagian Ke-1)
Sabtu, 19 Januari 2008 | 10 Muharram 1429 HHijrah secara makna bahasa berasal dari kata hajara yang berarti pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain[2], pindah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain[3], atau meninggalkan sesuatu[4].
Para ulama kemudian menyatakan bahwa dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW memiliki dua makna yang harus diaplikasikan dalam kehidupan kita, yaitu hijrah makani (hijrah dalam konteks fisik) dan [...]
Aku Berada di Atas Janji-Mu Semampuku
Selasa, 30 Oktober 2007 | 19 Shawwal 1428 HTelah berlalu bulan Ramadhan… puasa dan qiyamnya, ruku’ dan sujudnya, tarawih dan tahajudnya, telah berlalu 10 hari rahmat, 10 hari maghfirah dan 10 hari terbebas dari api neraka, telah pergi hari-hari dan malam-malamnya merupakan waktu-waktu yang berharga dan saat-saat yang paling dicintai, di dalamnya terdapat ibadah yang tiada henti, tilawah dengan tartil, shalat-shalat dengan khusyu’, dzikir yang selalu diperbaharui, istighfar di waktu sahur, sujud pada waktu malam dan siang hari, air mata para taibin, rintihan orang yang mohon ampun dan tangisan orang yang berdzikir.
At-Tawadhu’ [1]
Selasa, 21 Agustus 2007 | 8 Shaban 1428 HTawadhu’ yaitu sikap merendahkan dan menghinakan diri kepada yang berhak yaitu ALLAH yang Maha Suci lagi Maha Tinggi, juga kepada orang-orang yang ALLAH SWT perintahkan kita untuk bersikap tawadhu’ pada mereka seperti kepada para Nabi SAW, para Imam dan qiyadah, para hakim, para ulama, dan orangtua. Adapun bersikap tawadhu’ pada semua makhluq maka hukum asalnya bahwa perbuatan tersebut terpuji jika diniatkan untuk mencari ridha ALLAH SWT.
Zuhud
Minggu, 5 Agustus 2007 | 21 Rajab 1428 HKetahuilah bahwa cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, sedangkan zuhud terhadap dunia merupakan maqom yang mulia. Dan yang dimaksud dengan zuhud adalah memalingkan diri dari sesuatu yang disukai demi untuk sesuatu yang lebih baik. Telah ma’ruf bahwa yang dimaksud zuhud adalah meninggalkan dunia, barangsiapa yang meninggalkan segala sesuatu selain ALLAH maka disebut zahid yang sempurna.
Ta’liful Qulub
Minggu, 3 Juni 2007 | 18 Jumada al-Ula 1428 HHanya dengan kasih mengasihi karena Allah hati akan bertemu, hanya dengan membangun jalan ketaatan hati akan menyatu, hanya dengan meniti di jalan dakwah ia akan berpadu dan hanya dengan berjanji menegakkan kalimat Allah dalam panji-panji jihad fi sabilillah ia akan saling erat bersatu.
Mentaati Orang Tua
Kamis, 30 Nopember 2006 | 8 Dhul-Qadah 1427 Hوَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنْ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ . وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
(لقمان : 14-15)
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat [...]











