Daftar - Masuk log









Jika anda mendengar adzan segeralah lakukan shalat walau bagaimanapun kesibukan anda. Bacalah Al-Qur'an, lakukanlah pengkajian, dengarlah pengajian dan berdzikirlah. Jangan sia-siakan waktu anda untuk persoalan yang tidak berguna. Berusahalah membiasakan berbicara dengan bahasa Arab standard karena bahasa Arab standard merupakan salah satu syi'ar Islam. Jangan memperbanyak perdebatan dalam semua urusan walau bagaimanapun keadaannya, sebab pertengkaran tidak akan mendatangkan perbaikan. Jangan banyak tertawa, karena orang yang selalu berhubungan dengan Allah bersifat tenang dan serius. Jangan banyak bergurau, sebab ummat yang berjihad hanya mengenal keseriusan. Jangan bersuara keras melebihi yang diperlukan pendengar karena hal itu selain menyakitkan juga ternmasuk perbuatan bodoh. Jangan mengumpat seseorang, jangan merendahkan lembaga-lembaga Islam dan jangan berbicara kecuali dalam kebaikan. Berkenalanlah dengan saudara dan teman-teman yang Anda jumpai meskipun Anda tidak diminta memperkenalkan diri sebab dasar dakwah kita adalah kasih sayang dan persaudaran. Kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang Anda miliki, maka bantulah orang lain supaya memanfaatkan waktunya. Kalau Anda berurusan persingkatlah pelaksanaannya. (Hasan Al-Banna)
Arsip Raddusy Syubuhat

Halaman Berikutnya »

Umat Islam Bukan Umat yang Terbelakang

Rabu, 20 Agustus 2008 | 17 Shaban 1429 H

Dalam kehidupan umat saat ini, terutama kalangan Barat dan orang-orang yang berfikiran kebarat-baratan; kebanyakan dari mereka memandang bahwa Islam dan kaum muslimin memiliki penilaian yang hampir merata walaupun memiliki keragaman dalam memberikan solusi dan cara menanggulanginya, perangkat yang digunakan dan tujuan yang ingin diraih; yaitu  bahwa umat Islam yang selalu menyeru untuk kembali kepada Aqidah yang lurus dan bersih, dan [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Islam Adalah Agama Samhah

Rabu, 9 April 2008 | 2 Rabbi al-Thanni 1429 H

 
Akhir-akhir ini kita menyaksikan bagaimana orang-orang kafir; di Barat ataupun di Timur giat membuat image negative tentang Islam, menyebarkan propaganda dan isu yang menjadikan umat manusia di jagad alam yang sedikit tahu tentang Islam berprasangka buruk terhadap Islam, terlebih lagi yang belum tahu maka akan lebih banyak negative thinkingnya terhadap Islam, sehingga mereka menjaga jarak [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Apakah Jilbab Bagi Muslimah Tidak Wajib?

Selasa, 1 Januari 2008 | 22 Dhul-Hijjah 1428 H

Apakah Berjilbab Termasuk Masalah Ijtihadi Dalam Syari’ah Islam Sehingga Kedudukannya Menjadi Relatif?
Di akhir zaman ini banyak orang yang berani berfatwa dengan menabrak kesepakatan para ulama, keluar dari kaidah belajar ilmu fiqh yang disepakati, mencari pendapat-pendapat yang syadz (nyleneh), yang bagi orang yang benar-benar mempelajari fiqh tidak tertutup lobang-lobang kelemahan mereka, semua ini mereka lakukan hanya [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Dalil-Dalil Ulama Salafus-Shalih yang Membolehkan Nyanyian dan Musik (Bagian IV)

Rabu, 17 Oktober 2007 | 6 Shawwal 1428 H

Hujjah Keempat: Hadits Ma’azif
Hadits yang paling terkenal dan yang sering dikemukakan untuk mendukung pendapat para Ulama yang mengharamkan musik adalah hadits ini, mari sekarang kita bahas secara rinci, lafzh-nya adalah sebagai berikut:
ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر و الحرير و الخمر و المعازف
Ada iqamatul-hujjah kami berkaitan dengan hadits ini adalah: pertama bahwa ia merupakan hadits [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Apakah Berdemonstrasi Bid’ah?

Selasa, 16 Oktober 2007 | 5 Shawwal 1428 H

Segala puji bagi ALLAAH yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa agama yang hanif dan toleran (hanifiyyah wa samhah) untuk menghilangkan segala keberatan (al-aghlal) dan ekstrimitas (al-ghuluww) dari ajaran agama sebelumnya dan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta..
Semoga shalawat serta salam tercurah pada Imam para Da’i, pembawa panji risalah, yang karena rahmat ALLAAH beliau bersifat [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Dalil-Dalil Ulama Salafus-Shalih yang Membolehkan Nyanyian dan Musik (Bagian III)

Jumat, 5 Oktober 2007 | 24 Ramadhan 1428 H

Ikhwah wa akhwat fiddiin a’azzakumuLLAAH, ada beberapa dalil lain dari Al-Qur’an yang sering dikemukakan oleh mereka yang mengharamkan musik, ana sampaikan di bawah ini berikut bantahannya berdasarkan referensi para ulama Salafus Shalih.

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Dalil-Dalil Ulama Salafus-Shalih yang Membolehkan Nyanyian dan Musik (Bagian II)

Jumat, 28 September 2007 | 16 Ramadhan 1428 H

Lafzh Al-Laghwu terdapat banyak dalam Al-Qur’an, dan tafsir yang paling tepat adalah menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an (tafsirul Qur’an bil Qur’an), maka untuk membuktikan kurang tepatnya menafsirkan lafzh al-laghwu dalam ayat di atas dengan makna musik, mari kita simak makna al-laghwu di berbagai ayat yang lainnya menurut tafsir ulama Salafus Shalih,

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Dalil-Dalil Ulama Salafus-Shalih yang Membolehkan Nyanyian dan Musik (Bagian I)

Rabu, 26 September 2007 | 14 Ramadhan 1428 H

Assalamu ‘alaykum… Ikhwah wa akhwat fiLLAAH a’azzakumuLLAAH, sebagai salah satu contoh dari pembahasan kita yang lalu tentang berbagai perbedaan pendapat dalam masalah furu’iyyah-fiqhiyyah yang masing-masing memiliki kekuatan hujjah serta dalil yang shahih, akan ana bahas di sini contoh yang berkaitan dengan masalah nyanyian dan musik. Di berbagai website dan millist diposting fatwa-fatwa yang ulama mengharamkan nyanyian dan musik, dan ini menurut ana -demi ALLAAH- adalah baik, karena para pemusik akhir-akhir ini sudah banyak yang terjerumus kepada perilaku ghuluww (berlebihan) yang memang diharamkan, bahkan ada pula yang sudah terjatuh kepada syirik karena bait-bait syairnya sudah menyentuh esensi tauhid kepada ALLAAH Yang maha Tinggi lagi Maha Esa..

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Pendapat Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim Bin Taimiyah (661 – 728 H) Tentang Parlemen

Rabu, 19 September 2007 | 7 Ramadhan 1428 H

SYAIKHUL ISLAM rahimahullah ditanya tentang seorang yang menjabat suatu jabatan, yang bertugas memutuskan banyak perkara, dan dia harus membayar beban tugas seperti yang biasa terjadi, dan dia memiliki kesempatan untuk menumbangkan semua bentuk kezoliman, bersungguh-sungguh melakukannya sesuai dengan kemampuannya, dia mengetahui jika hal itu ditinggalkannya dan memberikan pada yang lain, lalu dijabat orang lain, maka kezoliman akan merajalela, bahkan bertambah, sementara dia mampu untuk meminimalisir dan meringankan hal tersebut, sehingga sebagiannya sudah mampu diatasi, sementara sebagiannya adalah sektor keuangan yang tidak mungkin digugurkannya, dalam hal ini ia dituntut untuk mengganti bagian yang tidak bisa diatasinya itu, sementara ia lemah dan tidak mampu, tidak mungkin ia lakukan.

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Al-Ma’tsurat Dha’if? (Bagian II)

Kamis, 16 Agustus 2007 | 3 Shaban 1428 H

Permasalahan kedua yang ingin ana bahas berkaitan dengan tema wirid Al-Ma’tsurat adalah berkaitan dengan kayfiyyat (tatacara) membacanya, karena banyak orang yang mempertanyakan mengapa sebagian ikhwah ada yang membacanya sendiri-sendiri (dan ini disepakati kesunnahannya), namun adapula yang membacanya secara berjama’ah (bersama-sama) bukankah cara yang kedua ini termasuk bid’ah?

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Halaman Berikutnya »