Daftar - Masuk log









Jika anda mendengar adzan segeralah lakukan shalat walau bagaimanapun kesibukan anda. Bacalah Al-Qur'an, lakukanlah pengkajian, dengarlah pengajian dan berdzikirlah. Jangan sia-siakan waktu anda untuk persoalan yang tidak berguna. Berusahalah membiasakan berbicara dengan bahasa Arab standard karena bahasa Arab standard merupakan salah satu syi'ar Islam. Jangan memperbanyak perdebatan dalam semua urusan walau bagaimanapun keadaannya, sebab pertengkaran tidak akan mendatangkan perbaikan. Jangan banyak tertawa, karena orang yang selalu berhubungan dengan Allah bersifat tenang dan serius. Jangan banyak bergurau, sebab ummat yang berjihad hanya mengenal keseriusan. Jangan bersuara keras melebihi yang diperlukan pendengar karena hal itu selain menyakitkan juga ternmasuk perbuatan bodoh. Jangan mengumpat seseorang, jangan merendahkan lembaga-lembaga Islam dan jangan berbicara kecuali dalam kebaikan. Berkenalanlah dengan saudara dan teman-teman yang Anda jumpai meskipun Anda tidak diminta memperkenalkan diri sebab dasar dakwah kita adalah kasih sayang dan persaudaran. Kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang Anda miliki, maka bantulah orang lain supaya memanfaatkan waktunya. Kalau Anda berurusan persingkatlah pelaksanaannya. (Hasan Al-Banna)
Arsip Manhaj Haraki

Halaman Berikutnya »

Kiat Sukses Berinteraksi Dengan Al-Qur’an (9); Berinteraksi dan Mentadabburkan Al-Qur’an Secara Aplikatif (4)

Selasa, 19 Agustus 2008 | 15 Shaban 1429 H

 
4. Memahami Tujuan Pokok Al-Qur’an
Selain memandang Al-Qur’an secara universal, Mempehatikan Misi Da’wah Pergerakan Al-Qur’an dan  Menghindari diri dari Penguluran Waktu dan Memperpanjang Permasalahan yang Terdapat dalam Al-Qur’an, hendaknya bagi sesorang yang membaca Al-Qur’an menolehkan perhatiannya terhadap tujuan asasi Al-Qur’an, karena kejelian dan keabsahan pandangan –sebagaimana yang telah kami jelaskan dalam kiat  yang pertama- akan mendorongnya [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Sentuhan-sentuhan Tarbiyah: Metode dan karakteristik Dakwah Islam

Rabu, 23 Juli 2008 | 20 Rajab 1429 H

Penterjemah:
Abu Ahmad
_______
Metode da’wah Islam haruslah bersumber dari Al-Quran dan sejarah para anbiya (para nabi). Bagi yang menerima da’wah dan siap mengemban amanah untuk menyampaikan risalah, maka pertama yang dituntut darinya adalah mau menerima ajaran Islam secara kaffah, dan mensibghah dirinya dan segala urusan kehidupannya dengan Islam, menampakkan prilaku dengan tingkah laku islami sebagai tanda keikhlasan dan [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Sentuhan-sentuhan Tarbiyah: Hakikat Dakwah Islam

Selasa, 15 Juli 2008 | 12 Rajab 1429 H

Penterjemah:
Abu Ahmad
________
Bahwa diantara hakikat dakwah Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya adalah dalam rangka mewujudkan kesejahtaraan umat baik di dunia dan di akhirat, dengan bermanhajkan Islam, berpedoman pada Al-Qur’an dan sunnah. Dan tentunya, selain mewujudkan itu, bahwa hakikat dakwah juga ingin memberikan kontribusi perbaikan; terutama pada tiga pokok penting, yaitu:
1. Menyeru kepada [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Madza Ya’ni Intima’i Lil Ikhwan? (Apa Komitmen Saya Terhadap Al-Ikhwan?)

Jumat, 11 Juli 2008 | 8 Rajab 1429 H

Penterjemah:
Abu Ahmad
________
Komitmen terhadap Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah komitmen kepada Islam seperti yang difahami oleh Al-Ikhwan Al-Muslimun, dan hal itu bukan karena fanatik, atau cenderung kepada salah satu partai, atau merendahkan orang lain yang tidak satu fikrah dengannya, namun komitmen kepada Islam dalam lingkup ke universalannya, ke umumannya, ke sempurnaannya serta keintegralannya dan berikut karena keimanan terhadap undang-undang kehidupan.
Jika dikatakan [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Sentuhan-sentuhan Tarbiyah: Sejenak Bersama Nabi Musa AS

Kamis, 10 Juli 2008 | 7 Rajab 1429 H

Allah SWT berfirman :
وَمَا أَعْجَلَكَ عَنْ قَوْمِكَ يَا مُوسَى .  قَالَ هُمْ أُولَاءِ عَلَى أَثَرِي وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى. قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنْ بَعْدِكَ وَأَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ 
“Mengapa kamu datang lebih cepat dari kaummu, hai Musa ?” Berkata Musa : “Itulah mereka sedang menyusuli aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)”. Allah berfirman [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Adakah Istirahat dari Berjihad? (Bag III, Habis)

Kamis, 19 Juni 2008 | 14 Jumada al-Thanni 1429 H

Seandainya Kemenangan itu Mudah dan Cepat Didapat, Niscaya Semua Orang Akan Mau Ikut Berjihad
لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Berkata Imam Abu Ja’far: Berfirman ALLAAH SWT kepada Nabi SAW - saat sebagian sahabat beliau ada yang minta izin untuk [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Serial Fiqh Kemenangan dan Kejayaan Dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabawiyah (5): Berpartisipasi Dalam Pemerintahan

Rabu, 4 Juni 2008 | 29 Jumada al-Ula 1429 H

Penterjemah:
Abu Ahmad 
PENDAHULUAN
Sesungguhnya kepemimpinan ahlu tauhid dan iman terhadap berbagai jabatan pemerintahan di tengah negara yang tidak beriman merupakan bagian dari tamkin (kejayaan), dan Al-Quran telah menunjukkan contoh tersebut dalam kisah nabi Yusuf as, Allah berfirman : “Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan”. (Yusuf : 55)
Nabi Yusuf menyampaikan [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Adakah Istirahat dari Berjihad? (Bag II)

Sabtu, 31 Mei 2008 | 26 Jumada al-Ula 1429 H

Berkata Imam Abu Ja’far: Ini adalah pernyataan ALLAAH SWT kepada para sahabat Rasul SAW, bahwa IA lah yang bertanggung jawab menolong Nabi SAW dari musuh-musuh agama-NYA dan memenangkannya baik mereka membantu ataupun tidak, serta peringatan-NYA bahwa IA berkuasa menolong Nabi-NYA saat dalam jumlah sedikit (2 orang) dikepung musuh sedemikian banyak, maka apatah lagi saat kaum muslimin sudah banyak..?!

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Adakah Istirahat dari Berjihad?

Senin, 12 Mei 2008 | 7 Jumada al-Ula 1429 H

“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan ALLAAH, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Sentuhan-sentuhan Tarbiyah: Kiat Merangkul Mad’u

Kamis, 17 April 2008 | 10 Rabbi al-Thanni 1429 H

Allah SWT berfirman:
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Katakanlah : “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang  yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang  yang musyrik”. (QS. 12 : 108)
Wahyu Ilahi diatas merupakan taujih Rabbani yang [...]

Kirim ke teman | Print | Beri komentar »

Halaman Berikutnya »