Haniyah: Kami Telah Berhasil Meraih Kemenangan Strategi dan History

19/1/2009 | 21 Muharram 1430 H | 880 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print
Perjuangan kami tidak akan berhenti sampai disini, hingga kami mendapatkan kemerdekaan, mendirikan negara Palestina, dibukanya perbatasan, dihentikannya blokade dan kembalinya warga dari pengungsian"

Perjuangan kami tidak akan berhenti sampai di sini, hingga kami mendapatkan kemerdekaan, mendirikan negara Palestina, dibukanya perbatasan, dihentikannya blokade dan kembalinya warga dari pengungsian"

Ikhwanonline.com:

Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah menegaskan, “Sesungguhnya kami berada di ujung kemenangan history, strategi dan Rabbani Ilahi, dan kemenangan ini bukan hanya miliki satu brigade, satu partai atau satu distrik, namun ini merupakan kemenangan seluruh warga; yang di dalamnya berpartisipasi seluruh bangsa Palestina, kemenangan umat yang telah mewujudkan simpati dan empatinya sepanjang agresi, dan kemenangan kemanusiaan yang ikut di dalamnya manusia yang cinta kemerdekaan di muka bumi ini.”

Dalam pidatonya yang disampaikan pada sore hari (waktu setempat) beliau juga menyampaikan bahwa kemenangan ini merupakan awal menuju kemenangan yang sebenarnya dan lebih besar, sehingga dengannya akan mampu memberikan kepada orang-orang yang memiliki keteguhan dalam menjaga hak-hak bangsa Palestina dan meraih kemerdekaanyan secara utuh atas tanahnya, mendirikan negara Palestina beribukota Al-Quds, membebaskan warga yang dipernjara dari penjara-penjara Zionis dan mengembalikan para pengungsi ke negeri yang mereka tinggalkan sebelumnya.

Beliau juga menegaskan bahwa penjajah telah gagal dalam mewujudkan impiannya, sementara pasukan pejuang telah berhasil mencapai kemenangan dan menjaga kehormatannya dengan bentuk yang belum pernah diperkirakan.

Haniyah berjanji akan segera memberikan bantuan kepada setiap keluarga Palestina yang menderita akibat agresi, berusaha untuk membangun kembali bangunan-bangunan dan rumah-rumah yang telah hancur akibat serangan brutal, sambil meminta kepada negara-negara Arab dan Islam serta lembaga-lembaga internasional untuk bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi saat ini.

Beliau mengisyaratkan bahwa kemenangan ini menuntut adanya dialog internal dan rekonsiliasi nasional untuk mencari solusi akan lembar-lembar perbedaan internal, dan juga menegaskan akan pentingnya penarikan mundur pasukan Zionis dari Gaza secara menyeluruh, dibukanya perbatasan, dihentikannya blokade, dan jangan sampai terulang kembali pendritaan bangsa Palestina –yang telah memberikan pengorbanan begitu besar- kepada kondisi seperti blokade yang keji tersebut.

Haniyah juga meminta untuk dikirim tim pencari fakta internasional untuk memeriksa kejahatan perang Zionis, dan mengajukan pemimpin perangnya ke Mahkamah Pidana internasional.

Dan beliau juga mengajak kepada seluruh media untuk memberitakan kegagalan agresi militer dan keberhasilan pasukan pejuang dalam meraih kemenangan, perjuangan para dokter dan tim medis; Arab dan non-Arab, palang merah, gerakan kebangsaan, lembaga-lembaga sosial dan lembaga hak asasi manusia.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 19/1/2009 / 21 Muharram 1430 H, dalam rubrik Akhbar Ikhwan. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »