Haniyah: Bangsa Palestina Tidak Akan Tunduk Pada Berbagai Agresi

9/12/2008 | 10 Dhul-Hijjah 1429 H | 640 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

Perdana Menteri Ismail Haniyah, kembali mengajak Presiden Otoritas Palestina untuk menyatukan barisan, dan meminta kepadanya untuk membuka perlintasan guna meringankan beban yang diderita oleh warga Palestina di Jalur Gaza yang hingga saat ini masih ter blokade, beliau menegaskan bahwa blokade dan agresi tidak akan berhasil dalam menundukkan warga Palestina sedikit pun.

Dalam keterangan pers yang disampaikan pada hari senin kemarin Haniyah menyatakan: “Bahwa Pemerintah dan Hamas tertarik untuk melakukan rekonsiliasi dan dialog berdasarkan tidak ada pemenang dan tidak ada yang kalah serta tanpa syarat,” dan menekankan perlunya Ramallah menanggapi seruan-seruan pelepasan tahanan politik.

Perdana Menteri juga meminta kepada negara-negara Arab untuk memutuskan pengepungan di Jalur Gaza dan segera melakukan intervensi untuk mengakhiri situasi kemanusiaan yang kritis yang dialami oleh satu setengah juta warga Palestina di Gaza, dan menegaskan bahwa penderitaan dan kondisi sulit ini memerlukan tindakan kongkret dari pihak Mesir untuk membuka jalur perbatasan di Rafah sebagai pintu gerbang Mesir-Palestina.

Ia juga menegaskan bahwa blokade dan tindakan agresi ini tidak akan berhasil menundukkan warga Palestina dan pemerintahannya, selama tetap berpegang teguh kepada hak-hak dan prinsip-prinsip.
meminta Mesir untuk membuka jalur perlintasan di Rafah sehingga memberikan kebebasan bagi warga Palestina untuk bergerak ke seluruh dunia, dan pada waktu yang sama beliau juga meminta kepada Persatuan Arab untuk berusaha menghentikan blokade di Gaza.

Ahmad Bahar menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mencoba menghentikan blokade di Gaza, terutama kapal yang datang melalui jalur laut, dan beliau memberikan peringatan kepada Zionis akan rencananya yang berusaha mengubah bendera-bendera dan tanda-tanda Palestina di Al-Quds, serta meminta kepada dunia Arab untuk segera melakukan tindakan penyelamatan terhadap kota Qudus.

Ahmad Bahar juga mengutuk tindakan konspirasi besar inkonstitusional yang dilakukan oleh “Pemerintah” di Ramallah terhadap calon jamaah haji menuju Baitullah al-haram, sewaktu menguasai jalur Gaza, dan meminta pemerintah otoritas untuk melepas semua tahanan politik dan mengembalikan mereka kepada keluarganya masing-masing, serta berhenti menghalangi para pemuda dan anak-anak Tepi Barat melakukan perlawanan.

Beliau juga menyatakan solidaritas kepada warga Gaza yang terkepung dan para penduduk kota Khalil Rahman yang sedang mengalami situasi terburuk oleh karena tindakan teror penjajah Zionis.

sumber: ikhwanonline.com


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 9/12/2008 / 10 Dhul-Hijjah 1429 H, dalam rubrik Akhbar Ikhwan. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »