Gaza-Infopalestina:
Gerakan Perlawananan Islam HAMAS mengingatkan, sikap penguasa Ramallah yang selaras dengan perdana menteri Israel Netanyah untuk mengakui Negara Yahudi Zionis adalah tuntutan Zionis yang sangat berbahaya. Segala bentuk dukungan atau payung hukum terhadap Zionis merupakan pukulan keras terhadap hak-hak legal serta prinsif-prinsif Palestina.
Pernyataan ini diungkapkan Fauzi Barhum dalam pernyataan persnya yang dilansir pusat infromasi al-Bayan Sabtu (18/4). Ia mengatakan, ajakan untuk mengakui legalitas Entitas Zionis radikal teroris harus disikapi dengan langkah-langkah Palestina, Arab maupun Islam dengan menghantikan semua bentuk perundingan, normalisasi dan koordinasi dengan pihak musuh Zionis.
Ia menegaskan ajakan ini menegaskan bahwa penjajah menginginkan legalitas atas negaranya yang rasialis dan radikal. Kami melihat tuntutan ini sangat berbahaya dan bahwa tuntutan ini dari pihak Zionis sebagai penegasan atas kesepakatanya pada KTT Annapolis.
“Yang paling kami takutkan juga, ungkap Barhum bahwa tuntutan ini terkait dengan kesepakatan-kesepakatan rahasia antara Abu Mazen (Mahmud Abbas) dengan pihak Zionis dengan imbalan sejumlah dana serta kebijakan politik yang telah dipersiapkan Amerika dan Zionis. Tuntutan ini sangat berbahaya, juga karena berkaitan dengan proyek Zionis tentang hak-hak Palestina serta hak otoritas di wilayahnya”. (asy)
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI