HAMAS: Masyarakat Zionis Lebih Banyak Memilih Partai Ektrim

11/2/2009 | 14 Safar 1430 H | 285 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

Para pemilih Zionis sedang memberikan suaranya

Para pemilih Zionis sedang memberikan suaranya

Gaza-ikhwanonline.com

 

 

Gerakan Perlawanan Islam HAMAS menegaskan bahwa dari hasil pemilu Zionis putaran pertama menunjukkan bahwa pilihan masyarakat Zionis lebih mengarah pada partai yang ekstrim (garis keras) dan yang lebih banyak mengobarkan teror dan perang melawan bangsa Palestina.

Fauzi Barhum, juru bicara Gerakan Perlawanan Islam HAMAS berkata dalam jumpa persnya: bahwa dari hasil pemilu yang digelar oleh Zionis menunjukkan menangnya partai “Kadima”, “Likud” dan Partai “Yesrail betna”; yang secara terang-terangan menampakkan tiga tokoh Zionis penebar aksi teror, yang menuntut untuk segera melakukan perubahan kondisi Arab  untuk menghadapi tantangan berat terhadap bangsa Palestina dan lokasi tertentu”.

Beliau menambahkan: “Saat ini kita berhadapan dengan tiga tokoh teror Zionis; Livni yang menginginkan diteruskannya perang atas bangsa Palestina,  Netaniyahu yang mempropagandakan tidak adanya kerja sama dengan warga Palestina dan tidak akan mematuhi berbagai kesepakatan dengan warga Palestina, dan Liberman yang ingin menghancurkan bendungan dan menghancurkan Mesir, melemparkan bangsa Palestina ke laut dan membunuh mereka serta mengusir mereka”.

Barhum melihat bahwa yang lebih berbahaya adalah bahwa adanya perkembangan dramatis dalam  urusan politik internal dan eksternal, bahwa entitas Zionis telah berubah menjadi partai-partai Zionis yang ekstrim, yang pada mulanya kecil menjadi sebuah lembaga dan ideologi”.

Permasalahannya, ada kemungkinan memberikan pengaruh pada hasil pemilu ini dalam kesepakatan damai dengan Palestina, dengan cara tukar menukar dan menghentikan blokade; juru bicara HAMAS menyatakan; bahwa ketika kami berbicara tentang perkembangan dramatis menganggap sebagai sesuatu yang berbahaya dan menuntut adanya usaha keras pemerintah Mesir, terutama pada permasalahan seorang tawanan tentara Israel “Gilad Shalit”, hingga pada permasalahan dibukanya blokade serta daerah-daerah lainnya.

Barhum menegaskan bahwa setiap pemerintah yang ingin melakukan perdamaian harus membayarnya dengan harga mahal; menghentikan blokade, menghentikan agresi, membuka seluruh perbatasan terutama perbatasan Rafah, seperti halnya Shalith yang memiliki harga mahal. Bahwa sikap kami adalah tetap dan jelas, sementara yang sering berubah adalah dari pihak Zionis, yang berarti menegaskan bahwa politik Zionis memang sering terjadi perubahan”.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 11/2/2009 / 14 Safar 1430 H, dalam rubrik Akhbar Ikhwan. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

1 Message

Dengan melihat hasil pemilu negara penjajah zionis israel, bahwa siapapun yang menjadi pemenangnya adalah pemimpin yang menebarkan teror kepada bangsa Arab, khususnya Palestina. Seharusnya pempimpin2 Negara Arab sadar sudah saatnya untuk bersatu padu menghadapi terorist sejati yaitu zionis israel dan as.
Sudah saatnya Pemimpin bangsa Arab bangun dari tidurnya, bahwa kekuatan tentara israel tidak bearti apa2, untuk menghadapi para pejuang Hamas dan faksi2 Mujahidin di Gaza yang sudah diblokade selama 1,5 tahun saja tidak mampu, apalagi jika Hamas dan Faksi2 mujahidin tidak diblokade oleh Abbas dan Hosni Mubarak mungkin mereka sudah hancur lebur.

 

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »