Hamas Adakan Pemilihan Internal

5/5/2009 | 11 Jumada al-Ula 1430 H | 295 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

hamasDamascus-Infopalestina :

Sumber pejabat teras di Harakah Muqawamah Islamiyah (Gerakan Perlawanan Islam) HAMAS menyebutkan, pihaknya sukses mengadakan pemilihan internal dan kembali menetapkan Kholid Misy’al sebagai ketua Maktab Siyasi (biro politik) HAMAS untuk yang ke empat kalinya sejak 1996.

Dalam keterangan persnya yang dilansir infopalestina Ahad (3/5)  menyebutkan, walau dalam kondisi keamanan yang sulit, bersamaan dengan semangat untuk memlilih calon-calon pemimpin di masa yang akan datang bagi gerakan HAMAS, maka pihaknya telah berhasil merealisasikan pemilihan internal untuk mengatur syura dan kepemimpinan pada gerakan.

Disebutkan, bahwa Kholid Misy’al kembali terpilih menjabat sebagai  Ketua Maktab Siyasi HAMAS, dan beliau dibantu oleh  DR. Mahmud Zehar, DR. Kholil Hayyah, Ir, Nzara Awadh. Sementara anggota Maktab siyasinya masing-masing Musa Abu MArzuq, Sami Abu Zuhri, Imad Ilmi, Muhammad Nazal, Ezat Rasyiq dan Muhammad Nasher.

Adapun anggota Maktab Siyasi HAMAS dari Gaza belum ditetapkan, mengingat situasi di sana sedang memanas.

Musa: Selesainya Pemilihan Hamas Cermin Kerukunan Gerakan dan Estafeta Kepemimpinan

Sementara itu, pada sisi lainnya Pemimpin Harakah Muqawamah Islamiyah HAMAS menegaskan keberhasilan proses pemilu internal HAMAS diiringi dengan serangkaian dialog dari sejumlah tempat dimana terdapat HarakahHAMAS.

Tindakan ini dilakukan untuk mencerminkan sistem kelembagaan disamping untuk menunjukkan konsistensi, kesatuan intrernal dan sirkulasi kepemimpinan.

Dalam pernyataan khususnya kepada pusat infopalestina Senin (4/5) Musa mengatakan, pemilihan secara musyawarah dilakukan secara periodik dalam kerangka kepemimpinan gerakan ini. Hal ini adalah masalah institusi demokrasi yang berdasarakan Syura yang sudah menjadi tradisi yang mengakar dalam menggambarkan konsistensi gerakan yang selalu memegang musyawarah dalam setiap penyaringan kepemimpinanya.

Beliau menegaskan bahwa proses ini muncul dalam kerangka kelembagaan yang selalu mempertahankan kesatuan gerakan dalam menuju proses penilaian dan evaluasi yang komprehensif dan berkelanjutan. Ia menambahkan dalam pemilihan umum baru-baru ini yaitu yang terkait dengan kelengkapan proses ini antara komponen Harakah dan efektivitas perwakilan serta keseimbangan. Agar semua keputusan merupakan refleksi realitas yang ada.

Sebagaimana beliau juga menjelaskan, perkembangan gerakan politik dan kelembagaan dengan sendirinya mencerminkan keberhasilan pemilihan dengan cara seperti ini. Dengan masuknya HAMAS dalam proses pemilu Palestina dan hengkangnya Zionis dari Jalur Gaza serta berubahnya status Gaza menjadi semi merdeka, telah memainkan peranan penting dalam deklarasi anggota biro politik Gaza. Dan mudah-mudahan perbedaan kondisi di Tepi Barat mengungkap tentang sektor dan berbagai ketentuan Tepi Barat yang mendorong terciptanya proses demokratisasi.

Sementara itu, terkait keberhasilan harakah HAMAS dalam pemilu yang berlangsung tenang di saat sejumlah gerakan mengalami kegagalan, seperti gerakan Fatah, adalah karena HAMAS mempunyai tradisi yang kuat dalam proses demokrasi dan musyawarah internal.

Keadaan ini bukanlah perkara baru di HAMAS tetapi sudah menjadi kebiasaan yang terus berlangsung secara damai. Setiap kali mengalami perubahan maka dimasukan hal yang baru. Ia mengisyaratkan banyak diantara elemen Palestina termasuk gerakan Fatah yang telah menderita penyakit yang kronis. Hingga perbedaan dan perselisihan, konflik kepentingan dan hak-hak tanpa kompatibilitas posisi yang harmonis, ungkapnya.

Hamas dan Perlawanan Akan Tetap Ada

Disisi lainnya, Salah seorang Pemimpin Harakah HAMAS, DR. Ismael Ridhwan menyatakan, tahap sekarang melalui pase sulit, butuh keteguhan dan persiapan perlawanan. Dia menyerukan Brigade Al-Qossam untuk melakukan persiapan dalam menghadapi pase berikutnya.

Himbauan ini diungkapkan DR. Ridhwan dalam pidatonya di Universitas Al-Aqsha Gaza Senin (4/5) dalam rangka pemberian penghargaan kepada para syuhada di kalangan mahasiswa, sekolah tinggi. Ia menyerukan bangsa Arab dan Ummat Islam untuk mendukung perlawanan dalam mengusir penjajah Zionis dari seluruh wilayah Palestina.

Ridhwan menambahkan, Olmert dan Livni berjanji untuk menyingkirkan HAMAS dan menumbangkan pemerintahanya. Akan tetapi hingga keduanya lengser, HAMAS tetap eksis. Demikian juga dengan penjahat perang Netanyahu yang berjanji akan menggempur Gaza kembali dan menghabisi Harakah HAMAS. Akan tetapi kita katakan, ungkap Ridhwan, “Diapun akan lengser dan HAMAS dan gerakan perlawanan lainya akan tetap eksis, dengan izin Allah.

Sebelumnya kelompok Islam di universitas Al-Aqsha mengadakan acara penganugrahan kehormatan bagi para syuhada dan para pemimpinnya saat ini. Acara ini diramaikan pementasan nasyid kelompok Seni Fawaris disusul dengan pembagian santunan bagi keluarga para syuhada. (asy)


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 5/5/2009 / 11 Jumada al-Ula 1430 H, dalam rubrik Akhbar Ikhwan. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

1 Message

AL AQSHO ADALAH MILIK MUSLIMIN ALLAHHU AKBAR….

 

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »