Gaza .. Dan Satu Tahun Agresi

11/1/2010 | 24 Muharram 1431 H | 292 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

logo ikhwan-bulatRisalah dari Muhammad Mahdi Akef – Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 31-12-2009

Penerjemah:

Abi ANAS

________

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, nabi Al-ummi, Muhammad saw beserta keluarga dan sahabatnya yang baik dan bersih. selanjutnya ..

Telah berlalu satu tahun sejak agresi biadab Zionis di Gaza yang teguh dan mujahid, maka berhak bagi kita, dan orang-orang yang merdeka di dunia untuk mengirimkan kepada mereka ucapan selamat dan kekaguman serta kebanggaan.

Ucapan selamat akan keteguhan dan ketabahan yang melegendaris dalam menghadapi mesin perang Zionis, pengorbanan yang begitu fenomenal dan sangat berharga, keimanan yang mendalam, kesabaran nan indah, sekalipun konvoi para syuhada dan yang terluka berlimpah ruah, namun inilah kota Gaza, setelah satu tahun dalam perang yang kaji namun tetap menampakkan kepala tenggak, dada membusung, yang memiliki warga pejuang; laki-laki, perempuan, pemuda dan anak-anak yang kokoh dan kuat.. Merekalah yang memiliki makna keberanian dan nilai-nilai keberanian, pengorbanan dan kesabaran, sebagaimana yang mereka tampakkan dihadapan dunia akan makna martabat, kebanggaan dan kemuliaan yang hakiki, meskipun berada dalam ancaman pembunuhan, pengepungan dan kelaparan.

Ucapan selamat untuk setiap tetes darah yang tercurah dan mengalir di atas tanah Gaza, selamat kepada masyarakatnya, para syuhadanya, anak-anaknya dan para pemudanya, jalan-jalan dan lingkungannya, masjid-masjid dan menaranya, bangunan yang hancur di “Beit Lahiya,” di “Jabaliya” dan di “Al-Zaytoun ” serta di “Shojaeya” Selamat kepada Anda wahai Palestina, seluruh warga Palestina,  dari laut hingga ke sungai, dari Rafah hingga  ke Jenin, dan dari Negev hingga ke Galilea.

Sungguh Hamas telah membayar nyawanya atas kemenangan mereka dalam pemilu yang bebas dan demokrasi sejati, yang disaksikan oleh seluruh dunia, dan mengambil alih kekuasaan secara nyata, sehingga duniapun berbalik baik timur ataupun barat dan bahkan membalikkan punggung mereka, bagaimanakah mereka mampu mengambil alih kekuasaan dari mereka yang telah menginjak-injak martabat tanah airnya dan tunduk kepada penjajah dan perampas?! Bagaimana hal itu terjadi – sebuah gerakan Islam yang gigih melakukan perlawanan – rela untuk mendapatkan kepuasan rezim otoriter yang menjadi penyebab kenistaan dihadapan rakyatnya yang tertindas dan dihadapan opini publik dunia?! Mereka melontarkan deskripsi yang merongrong sejarah dan jihad, seperti “Kerajaan obskurantisme” dan “Gazastan”, dan kemudian terjadilah perang yang keji dan menghancurkan.

Bahwa perang yang terjadi di Gaza merupakan ujian yang sebenarnya untuk masyarakat internasional yang memiliki standar ganda; dan yang membual tentang kebebasan dan hak asasi manusia. Bahwa perang yang terjadi – menurut Amnesty International Report – telah menjatuhkan lebih dari 1440 syahid dan 5.380 terluka, di samping kehancuran 14 ribu rumah, dan 68 perusahaan pemerintah, dan 31 kantor dan organisasi non-pemerintah, 53 kantor cabang milik PBB dan 60 institusi kesehatan, termasuk 15 gedung rumah sakit, dan hancurnya 29 mobil ambulans, dan syahidnya 16 staf medis, di samping itu ada kehancuran prasarana; 50% dari sistem air, dan 55% dari jaringan listrik, 3.900 industri berhenti dari operasi setelah diserang dan dihancurkan. Namun demikian tidak membuat Gaza bertekuk lutut tapi tetap tegar berdiri hingga akhir, sekalipun pengepungan (blockade) dan embargo untuk meruntuhkan dan memaksa berlutut dan menyerah terus dilakukan namun tidak menyurutkan jiwa mereka untuk tetap melawan dan tidak mengalah.

Walaupun telah dikeluarkan keputusan dan rekomendasi untuk menghentikan pengepungan dan blockade terhadap Gaza dari organisasi terbesar di dunia, dimulai dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), OKI (Organisasi Konferensi Islam) dan Liga Arab, dan juga laporan dari Pengadilan Kriminal Internasional dari seorang hakim, “Goldstone”, yang mengutuk agresi dan menyerukan untuk menghukum pelaku Zionis dan menjatuhkan sangsi berat atas mereka, namun tiada hasil, seakan hanya teriakan pada sebuah lembah atau angin diatas debu.

Blokade global dan Arab terus berlangsung atas warga Arab Palestina di Gaza, dan usaha untuk mengangkat blockade hanya terbatas pada sejumlah organisasi masyarakat sipil Arab dan Eropa, seperti konvoi “nadi kehidupan”, yang diselenggarakan oleh “George Galloway” deputi di British House of Commons, yang coba dihalang-halangi dan diblokir agar tidak bisa mencapai kota Gaza, sebagaimana mereka juga berusaha mencegah semua upaya untuk mengangkat blokade; baik melalui laut ataupun darat, dan  “Israel ” terus melakukan ancaman terhadap kapal dan menembakinya seperti yang terjadi terhadap kapal “spirit kemanusiaan” yang datang dari Siprus ke Gaza.

Jika blokade, “Israel” yang dikenal dengan ambisinya yang tamak,maka setiap orang akan merasa heran terhadap tindakan pemerintah Mesir yang melipatgandakan pengepungan dan blockade terhadap orang-orang di Gaza; dengan membangun dinding isolasi di perbatasan bersama musuh Zionis, dengan dalih untuk mempertahankan keamanan nasional Mesir.

Pada saat dunia merayakan runtuhnya dinding pemisah, seperti “Tembok Berlin “, Pemerintah Mesir justru membangun dinding yang tinggi, seolah-olah Palestina membutuhkan tambahan dinding ke dinding lain yang disebut dengan dinding” Sharon “sehingga melengkapi blockade atas bangsa di Palestina diantara dua dinding, padahal Mesir dan pemerintahannya diharapkan dapat memberikan alternative untuk ” menghancurkan blokade ” menuju “penghancuran Gaza, “begitu pula sebagai alternative dari “peluru yang ditembakkan, ” yang diluncurkan oleh Israel terhadap ” Cast Steel ” sebagai perbatasan dengan Gaza.

Berbicara tentang keamanan nasional Mesir dalam kondisi seperti ini adalah pembicaraan yang absurd dan tidak memiliki hubungan dengan realita; karena Gaza sebelum dijajah pada tahun 1967 berada di bawah pengelolaan dan kekuasaan otoritas dan pemerintahan Mesir, karena itu yang lebih utama dan layak dilakukan oleh pemerintah Mesir adalah memberikan tanggung jawab sejarah, tanggung jawab nasional, kewajiban agama dan moral bagi keamanan Gaza dan kesejahteraannya, khususnya, karena  Gaza bukan merupakan  ancaman sedikitpun bagi Mesir, contoh seperti pada puncak serangan yang dilakukan oleh Zionis, yang seharusnya ribuan orang akan berada diperbatasan Mesir untuk meloloskan dari kematian, seperti yang terjadi pada beragai negara di dunia yang berkecamuk perang, namun hal tersebut tidak terjadi, sementara polisi hanya berdiri menjaga di perbatasan dan menjaga keamanannya, namun tidak ada konvoi manusia yang ingin lari dari kematian atau menghindar dari serangan martir Zionis. Jadi kepada siapa dan kenapa Mesir harus takut?!

Bahwa warga Gaza tidak mungkin menjadi sebuah ancaman keamanan Mesir; karena keamanan Mesir dan rakyanya adalah harapan strategis mereka dan sebagai sandaran utama bagi ribuan syuhada yang berusaha memberikan kemenangan dalam perjuangan mereka, dan orang-orang Gaza tidak ingin hidup dalam terowongan yang mereka gali akibat paksaan embargo, bahkan mereka mengharapkan kemenangan yang sistematis dan alami seperti yang diterapkan oleh undang-undang dan hukum Mesir, dan seperti yang terjadi di setiap perbatasan lainnya.

Bahwa Palestina ketika menyerbu perbatasan Rafah akibat adanya intifadhah kelaparan sebelum satu setengah tahun yang lalu sama tidak mengambil sepotong roti sedikitpun dengan cara yang kasar dan keras, walaupun mereka dalam keadaan lapar, namun mereka bertindak dengan cara yang beradab tidak bertindak seperti anak-anak dan warga  “Los Angeles” yang melakukan penjarahan pada saat melakukan pemberontakan terhadap polisi AS.

Gaza dianggap sebagai tembok penghalang bagi Mesir, padahal ia merupakan tulang punggung Mesir pada sisi keamanan dan menjadi pelindung dari serangan musuh Zionis, karena itu kepada orang-orang yang selalu melantunkan nyanyian keamanan nasional hendaklah berhenti dari pembicaraan ini; karena itu merupakan lelucon yang tidak ada artinya, dan Pemerintah Mesir hendaknya meninjau kembali sikapnya; karena apa yang terjadi dapat memotong urat nadi lainnya dalam berkomunikasi antara Mesir dan rakyat Palestina, dan melahirkan perasaan kebencian sehingga terus meluas pada generasi yang akan datang.

Bahwa berdiri bersama Gaza dan membelanya serta mencabut pemberlakuan embargo dan pengepungan merupakan kewajiban, sebagaimana meninggalkan dan menghindar darinya akan menjadi ancaman bagi keamanan Mesir tu sendiri.

Bahwa musuh-musuh kita tidak akan kenal kata persahabatan, dan mereka tidak memiliki ikatan perjanjian dan perlindungan, namun masalah mereka adalah waktu, Kemarin target yang mereka hancurkan adalah Palestina, Irak dan Afghanistan, dan besok bisa jadi target mereka adalah Mesir.

Bukankah “Lieberman’s” menteri luar negeri Israel, mengancam akan menghancurkan “High Dam” dan menenggelamkan Mesir melalui perairan Sungai Nil?! Bukankah “Aourin pinion” meminta kepada direktur kantor “Pigeon” untuk kembali melakukan pendudukan atas Sinai dan membagi Mesir menjadi tiga Negara kecil-kecil?! Bukankah “David Kris,” Deputi Menteri Pertahanan telah mengatakan: Perjanjian Mesir dengan Israel hanyalah sementara?! Siapakah yang telah menyerang kita dalam dua perang berturut-turut pada tahun 1956 dan 1967? Bukankah “Israel”?!

Karena itu kita harus segera bergerak untuk mendukung saudara-saudara kita di Palestina .. Untuk mendukung diri kita sendiri dan menjaga keamanan nasional kita yang sedang terancam oleh Zionis.

Kami berharap kepada dunia, bangsa Arab dan umat Islam untuk menghembuskan nafas pembelaan dan dukungan terhadap Gaza dan berusaha menghancurkan blockade atasnya; guna melaksanakan perintah Allah yang berfirman:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

“Dan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka dengan yang lainnya adalah penolong”. (At-Taubah: 71).

وَإِنْ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمْ النَّصْرُ إِلاَّ عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ

“(akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada Perjanjian antara kamu dengan mereka. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. (Al-Anfal:72)

Nabi juga bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzhaliminya, merendahkannya dan menghinanya”. (Muslim)

Sebagaimana dalan hadits lain Nabi saw juga bersabda:

مَنْ أُذِلَّ عِنْدَهُ مُؤْمِنٌ فَلَمْ يَنْصُرْهُ وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَنْصُرَهُ أَذَلَّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa disinya ada seorang mukmin dihinakan dan dia tidak menolongnya padahal mampu melakukannya maka kelak Allah akan menghinakannya dihadapan seluruh manusia pada hari kiamat” (Musnad Imam Ahmad)

Bersamaan dengan semua yang dapat kita lakukan untuk mendukung saudara kita di Gaza dan Palestina, maka harus dengan penuh keyakinan dan sadar bahwa kemenangan pasti datang dan tidak ada keraguan di dalamnya, dan bahwasanya akhir dari semua ini hanya untuk orang-orang bertaqwa, sementara kepalsuan dan kebatilan pasti akan hancur dan berlalu, dan kita sadar bahwa rasa sakit dan musibah yang telah menimpa kaum muslimin adalah (prematur) yang mendahului (kelahiran), atau gelap gulita sebelum terbit fajar, sementara itu lemahnya kepercayaan ini atau hilang darinya merupakan bukti kelemahan iman ..

إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الكَافِرُونَ

“Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahamat Allah kecuali orang-orang yang kafir” (Yusuf:87).

Dan perasaan tsiqah ini – wahai saudara-saudaraku tercinta – adalah bekal bagi para mujahidin di segala lini dan bidang, dan ketika menimpa perasaan putus asa, frustrasi dan lemah dalam berkehendak dan wawasan sehingga tidak mampu melihat kecuali hanya pendahuluan yang tidak berujung dan mengangkat bendera.

إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

“Kita pasti akan ditangkap (dikalahkan)” (As-Syu’ara:61);

namun syiar orang-orang yang memiliki ketsiqahan adalah:

كَلاَّ إِنَّ مَعِي رَبِّي سَيَهْدِينِ

“Sekali-kali tidak, karena Allah bersama saya yang akan memberikan petunjuk jalan kepadaku”. (As-Syu’ara:62)

لا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا

“ Jangan bersedih hati karena Allah selalu bersama kita”. (At-Taubah: 40).

Jika sebagian lainnya takut pada konspirasi dan rencana busuk musuh namun mereka (para mujhidin dan kita semua tentunya) tetap tenang dan yakin akan firman Allah:

وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“dan mereka merencanakan makar dan Allah juga nembuat makar dan Allah sebaik-baik perencana maker” (Al-Anfal:30)

Jika mereka ditakut-takuti dengan senjata musuh dan peralatan bersenjata mereka yang lengkap dan canggih, maka mereka mempersenjatai diri dengan firman Allah:

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَكِنَّ اللهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللهَ رَمَى

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar (Anfal: 17)

Dan jika mereka ditakut-takuti dengan larangan melakukan rekonstruksi, makanan dan obat-obatan serta diskriminasi dan pemiskinan; maka mereka memohon dan meminta pertolongan kepada Allah:

وَللهِ خَزَائِنُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لا يَفْقَهُونَ

“Kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami”. (Al-Munafiqun:7)

Saya sampaikan seruan ini kepada seluruh umat Islam:

Bahwa permasalahan Palestina adalah permasalahan aqidah, jati diri dan akhlak, karena itu hendaknya kalian harus tulus dalam berdoa pada waktu sahur, karena waktu sahur tidak akan tersia-sia, dan tinggalkanlah berbagai angan-angan kosong, dan isilah dengan kesungguhan, kesadaran akan masalah ini, lalu menyebarkannnya semampunya, serta meningkatkan hubungan baik dengan Allah, dan tsiqah yang penuh akan kemenangan dan dukungan Allah SWT.

Dan seruan saya kepada semua pemerintah dan pejabat tinggi negara:

Sampai kapan persaingan dan perang ini terus terjadi, pengabaian dan hilangnya identitas dan tujuan hilang akan berakhir?! padahal kalian akan bertanggung jawab dihadapan Allah kelak, bersungguh-sungguhlah menggapai ridha Allah, dan perbaikilah hubungan kalian dengan rakyat kalian, satukanlah bendera kalian dan waspadalah terhadap musuh Allah dan musuh kalian.

Seruan saya kepada saudara kami di Gaza

Bersabarlah kalian, kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah dalam ikatan dan keteguhan, ketahuilah bahwa kemenangan selalu bersama orang-orang yang sabar, dan waktu selalu berputar,

وَتِلْكَ الأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

“Dan demikianlah hari-hari yang Kami pergilirkan ditengah umat manusia” (Ali Imran: 140),

Niscaya dinding itu akan runtuh dan musuh akan dikalahkan, sementara kebenaran akan naik dan tampil, adapun kebatilan kelak akan hancur lebur dan sirna..

فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ

” Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, Maka ia tetap di bumi. (Ar-Ra’ad:17)

Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah dan salawat dan salam ditujukan kepada nabi Muhammad dan keluarganya serta para sahabat semuanya.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 11/1/2010 / 24 Muharram 1431 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »