Brussels – Infopalestina:
Europa Compigen Anti Blokade Gaza mengumumkan bahwa “konvoi harapan” untuk bantuan kemanusiaan yang bertolak dari pelabuhan Genoa Italia awal bulan ini yang akan memberikan kontribusi dengan berbagai aktivitas solidaritas terhadap Palestina dari berbagai penjuru benua Eropa akan tiba di perlintasan perbatasan Rafah, Jalur Gaza, sore kemarin Sabtu.
Organisasi Solidaritas ini menyatakan dalam dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dari Brussel kemarin Sabtu (23/5) yang salinannya diterima oleh Infopalestina mengatakan bahwa konvoi bantuan yang diberi nama The Hope “harapan” itu dari Eropa yang terdiri dari 40 truk, satu mobil ambulan, puluhan kaum solidaritas dan anggota parlemen Eropa telah bergerak dari pelabuhan Port Said di Mesir pada pukul 12 siang kemarin Sabtu menuju perlintasan Rafah perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir, setelah menyelesaikan prosedur yang diperlukan.
Konvoi bantuan “The Hope” Eropa ini tiba di pelabuhan tersebut pada Jumat sore setelah selama sepekan berada di pantai Iskandariah dimana pemerintan Mesir menolak mengizinkan konvoi itu bongkar muat di pelabuhan Iskandariah dan mensyaratkan bongkar muat di pelabuhan Port Said.
Para relawan di konvoi “The Hope” ini pada Senin (18/5) lalu bertolak dari ibukota Mesir Kairo menuju pelabuhan Port Said yang direncanakan akan bergerak dari sana menuju perlintasan perbatasan Rafah kemudian ke Jalur Gaza sehingga bisa tiba di Gaza pada 13 atau 14 Mei ini. Namun ternyata ada kendala.
Fernando Rossi, anggota Senat Italia dan ketua konvoi “The Hope” menegaskan bahwa 12 anggota parlemen Eropa dari Italia, Yunani, Swiss, Irlandia dan Inggris, di samping 160 peserta yang berasal dari Eropa kini sedang berada di Port Said untuk berkontribusi memberikan bantuan medis ke Gaza, terutama bagi mereka yang memerlukan penanganan khusus. Ia menegaskan bahwa konvoi yang terdiri dari 40 truk sarat perlatan mesis, peralatan teknis medis modern khusus untuk mereka yang kehilangan penglihatan, 12 ambulan modern yang dilengkapi dengan peralatan medis yang disediakan oleh personal atau kontribusi organisasi non-pemerintah Eropa.
Shaat: Kunjungan 200 Relawan Amerika Tuntut Pembukaan Rafah
Pada sisi lain; Hamdi Sha’at ketua Komisi Pemerintah Anti Blokade dan Penyambutan Delegasi mengungkap bahwa akan ada kunjungan delegasi yang terdiri dari 200 warga Amerika Serikat di samping puluhan grup dari Eropa bulan depan untuk melakukan aksi besar meminta kepada Mesir agar membuka perlintasan Rafah.
Shaath mengatakan dalam sebuah pernyataan eksklusif kepada Infopalestina Minggu kemarin (24/5) bahwa ada mobilitas dalam menggelar aksi solidaritas Gaza dan menentang blokade. Ia mengisyaratkan bahwa yang mobilisasi paling mencuat setelah konvoi “the hope” dari Eropa adalah persiapkan masuknya 200 relawan dari Amerika Serikat bulan depan ke Jalur Gaza untuk melakukan aksi solidaritas untuk membebaskan blokade.
Dia menjelaskan bahwa delegasi besar itu berniat untuk membangun tenda di wilayah perbatasan Mesir dengan Rafah sampai hingga gerbang perlintasan di sana dibuka secara permanen untuk mengakhiri yang dialami oleh warga di Jalur Gaza sebagai akibat blokade dan pelarangan atas hak mereka untuk melakukan perjalanan keluar, melalukan mobilitas dan memasukkan barang dan bantuan kepada mereka.
Mesir Larang Konvoi Bantuan “The Hope” Masuk Jalur Gaza
Komite Pemerintah Anti Blokade dan Penyambutan Delegasi menegaskan bahwa pemerintah Mesir kemarin Ahad (24/5) melarang konvoi bantuan “the hope” dari Eropa untuk memasuki Gaza.
Adil Zarob, jubir komite menegaskan dalam statemen persnya kepada Infopalestina bahwa pemerintah Mesir menutup perlintasan Rafah terhadap konvoi bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza. Ia mengisyaratkan bahwa konvoi itu membawa sejumlah peralatan medis khusus untuk penyandang cacat akibat agresi Israel beberapa saat lalu di Jalur Gaza.
Sebelumnya pemerintah Palestina melalui jubirnya Ahmad Al-Kurd, Menteri Sosial dan Tenaga Kerja menyerukan kepada pemerintah Mesir untuk membuka perlintasan bagi konvoi bantuan “the hope” dari Eropa yang membawa bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina untuk mamasuki Gaza. Ia mengungkapkan rasa keanehannya terhadap sikap Mesir yang melarang konvoi masuk ke Jalur Gaza. (bn-bsyr)
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI