Deklarasi Mursyid Am Ikhwanul Muslimin ke-8

18/1/2010 | 1 Safar 1431 H | 1,030 views
Oleh: Al-Ikhwan.net
Kirim Print

mursyid lama dan baruDeklarasi DR. Muhammad Badi’ sebagai Mursyid Am Ikhwanul Muslimin ke-8

Mekkah, 16-01-2010

Di tengah kehadiran insan media yang tumpah ruah; Ustadz Muhammad Mahdi Akif mursyid Am Ikhwanul Muslimin ketujuh mengumumkan terpilihnya DR. Muhammad Badi’ Sami sebagai Mursyid Am Ikhwanul Muslimin kedelapan

Ustadz Muhammad Mahdi Akif menegaskan dalam sambutannya pada saat konferensi pers yang diadakan pada siang hari tanggal 16-01-2010 pengumuman nama dari mursyid Am Ikhwanul Muslimin kedelapan – bahwa Ikhwanul Muslimin memiliki platform yang jelas dalam melakukan reformasi dan perbaikan yang kontinyu terhadap manhaj dan platformnya serta sikap dalam mengembangkan berbagai pandangan yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi dari berbagai sikap dan pandangan-pandangan, memiliki sikap fleksibilitas yang tidak bertentangan dengan tsawabit dan tidak bertolak belakang  dengan prinsip-prinsip diyakini oleh jamaah, dan menyadari bahwa mereka akan tetap dalam kondisi baik-baik dan tetap menerima masukan-masukan konstruktif.

Sebagaimana beliau juga menyeru kepada jamaah Ikhwanul Muslimin untuk tetap berpegang teguh pada prinsip dan dakwah mereka, dan mennggenggamnya dengan erat-erat (seperti orang yang sedang menggigit dengan gigi gerahamnya), tidak ragu-ragu atau mundur saat berhadapan dengan penindasan dan kezhaliman yang mengekang kebebasan mereka, terhadap perang tidak adil atas mereka, pembatasan atas ruang kerja dan mata pencaharian mereka, serta distorsi yang tidak keji terhadap dakwah dan simbol-simbol mereka.

Pada sisi lainnya, Dr Mohammad Badi’ Mursyid Am Ikhwanul Muslimin terpilih kedelapan mengatakan: “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada guru dan pembimbing kami serta akhina al-Karim Muhammad Mahdi Akif, sebagai Mursyid Am Ikhwanul Muslimin ketujuh, yang telah memimpin bahtera ini di tengah badai dan ombak yang begitu keras, menghadapi banyak hambatan, dan telah menghadirkan teladan yang baik bagi semua pemimpin dan pejabat dalam sebuah  pemerintahan, lembaga dan partai dengan penuh tanggungjawab dan amanah, dan menyerahkan kepemimpinan setelah melewati satu dekade, seakan tidak ada kata dan bahasa yang cocok untuk diungkapkan kecuali luapan kecintaan dan penghargaan yang mendalam kepada mursyid kita sebelumnya, tidak ada kata dapat kami haturkan kecuali: “Jazakallah Khairan wa atsaba bifadhlihi tsawaba shiddiqin” (Semoga Allah memberikan balasan terbaik dan memberikan ganjaran melalui karunia-Nya dengan pahala orang-orang yang shiddiqin).

Beliau juga mengisyaratkan bahwa Ikhwanul Muslimin meyakini adanya tahapan dalam melakukan reformasi, dan hal tersebut tidak dapat dicapai kecuali dengan cara damai dan konstitusional yang didasarkan pada dialog, persuasi dan tidak ada paksaan; karena itu mereka menolak akan kekerasan dan mengutuk semua bentuk kekerasan baik yang dilakukan oleh pemerintah atau perorangan, kelompok atau lembaga.

Beliau juga menegaskan bahwa Ikhwanul Muslimin selamanya tidak akan menjadi penentang rezim yang berkuasa, meskipun sebagian pemerintah selalu melakuakn diskriminasi terhadap mereka, menyita harta dan mata pencaharian mereka dan terus melakukan penangkapan terhadap jiwa mereka, namun Ikhwanul Muslimin juga tidak akan pernah ragu untuk mengungkap korupsi dan kerusakan yang terjadi di segala bidang, tidak akan pernah terlambat dalam memberikan saran dan nasihat, memberikan kritikan dan saran untuk keluar dari krisis yang terjadi bertubi-tubi terhadap bangsa dan negara kita, dan berusaha membina putra dan putri bangsa untuk memiliki moralitas dan kebajikan serta bermanfaat bagi orang lain, dan semua ini adalah untuk kepentingan tanah air, warga dan lembaga-lembaga negara.


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 18/1/2010 / 1 Safar 1431 H, dalam rubrik Akhbar Ikhwan. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

7 Komentar

Collapse Icon Defriel Daniel 29 Jan 2010 pukul 09:47

Selamat berjuang …semoga tambah jaya….

 
Collapse Icon hardiani julansari 23 Jan 2010 pukul 22:10

barokallah wa uhibbuka fillah ya mursyidina, Semoga ALLOH SWT memberi kekuatan dan riayah untuk memimpin jamaah ini

Collapse Icon Akmal Burhanuddin 28 Jan 2010 pukul 19:54

Afwan koreksi dikit, Setelah Ya seharusnya manshub sehingga tulisannya YA MURSYIDANA

(Comments wont nest below this level)
 
 

Barokallah Li Mursyidina al-Jadid

semoga amanah yang diemban membawa cahaya terang bagi perkembangan dakwah bagi rahmatan lil alaamin

 

نصر من اللـــه و فتح قــريب
“semoga kemenangan dakwah di seluruh alam segera terwujus”

 
Collapse Icon Ikhwan Dlo'if 19 Jan 2010 pukul 14:10

Semoga di bawah kepemimpinan Mursyid Aam ke-8 ini akan membawa perubahan yang significant bagi perkembangan Dunia Islam, kemerdekaan Palestina, dan pemeliharaan asholah da’wah. Tapi, ngomong-ngomong, kenapa kepemimpinan tandzim alami TIDAK SEUMUR HIDUP, ya?

 
Collapse Icon Akmal Burhanuddin 18 Jan 2010 pukul 19:27

Barokallah Li Mursyidina al-Jadid

Semoga Allah tetap menjaga dakwah mubarokah ini dengan terpilihnya Al-ustadz Al-Murobbi Muhammad Badi Abdul Majid Saami sebagai Mursyid Am IM ke 8,

Semoga Allah memberikan pahala atas kerja-kerja dakwah yg telah dilakukan oleh Al-Ustadz Muhammad mahdi Akif, Mursyid Am IM ke 7

 

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »