Dalam Isra dan Mi’raj Ada Bekalan Untuk Seorang Muslim

31/7/2009 | 9 Shaban 1430 H | 678 views
Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
Kirim Print

isra-mi'rajRisalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 23-07-2009

Penerjemah:

Abu Ahmad

________

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarganya dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya dengan ihsan hingga hari pembalasan…

Allah SWT berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami”. (Al-Isra:1)

Dan dari Abu Hurairah dari Nabi saw beliau bersabda:

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صلى الله عليه وسلم، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Janganlah melakukan bepergian kecuali kepada tiga masjid; Masjid Haram, Masjid Nabawi dan masjid Al-Aqsha”. (Bukhari dan Muslim).

Dalam Al-Qur’an terdapat cahaya dan sinar yang mampu membuka pelajaran untuk umat Islam akan hakikat perseteruan antara umat Islam dan Yahudi hingga hari ini. Dan bahwasanya rujukan seorang muslim harus bermula dari Kitabullah dan petunjuk Rasulullah saw, dan barangsiapa yang berjalan bukan pada jalan ini maka dirinya akan tertipu dan terpedaya atau terpaku di belakang fatamorgana, atau terjerumus pada perjanjian damai yang tidak akan terwujud selama Yahudi masa ada di dalamnya, dan mereka semua tidak akan menuai hasil kecuali hanya sekadar angan-angan dan mimpi belaka, tidak akan mampu memetik dan merasakan manisnya kecuali kepahitan, sebagaiman mereka tidak akan kembali kecuali dengan sembunyi-sembunyi dan menanggung rasa malu.

Wahai umat di seluruh dunia…

Ketahuilah bahwa Palestina adalah bumi para nabi, tempat turunnya risalah, bumi jihad dan ribat (persatuan) hingga hari pembalasan.

Dari Abu Darda ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

أهل الشام وأزواجهم وذراريهم وعبيدهم وإماؤهم إلى منتهى الجزيرة مرابطون، فمن نزل مدينة من الشام فهو في رباط، أو ثغرًا من الثغور فهو مجاهد

“Warga Syam dan istri-istri mereka, keluarga mereka, hamba sahaya mereka, budak wanita mereka hingga ujung jazirah berada dalam satu ikatan, karena itu, barangsiapa yang berada di salah satu kota di Syam maka berada dalam satu ikatan, atau penjaga dari tempat-tempat yang ada celahnya, sehingga dirinya sebagai mujahid”. (Thabrani)

Dan di masjid Al-Aqsha Nabi saw menjadi imam shalat bagi seluruh nabi-nabi; yang merupakan proklamasi pemberian mandat qiyadah (kepemimpinan) umat ini kepada Nabi saw, maka dari itu, jika para nabi telah mengikuti nabi Muhammad saw, ikut shalat dibelakangnya, maka bagi para pengikutnya, sekiranya mereka jujur dan benar dalam beriman terhadap nabi-nabi mereka dan sebagai pengikut mereka; maka hendaknya mereka harus mengikuti Nabi saw, menjadikannya sebagai pemimpin, menerapkan syariatnya, karena di dalamnya terdapat ketenangan dan ketenteraman, dan hendaknya mereka melepas apa yang ada selainnya dari berbagai ideologi dan pemikiran, terutama setelah mereka mencobanya namun tidak mendapatkan darinya kecuali hanya pembunuhan dan penghancuran serta pembinasaan, menebar kecemasan dan ketakutan di berbagai tempat dan penjuru.

Dan masjid Al-Aqsha adalah tempat yang sangat dianjurkan untuk dikunjungi, maka harus dijadikan jalannya terbuka sehingga dapat dilalui dan dituju oleh umat dari tempat lainnya seperti halnya Mekah dan Madinah, dan tidak ada peluang di dalamnya terhadap Zionis yang selalu berusaha untuk menghancurkan dan membangun Haikal di tempat tersebut, padahal mereka juga tidak pernah berhenti melakukan yahudisasi Al-Quds dan merubah simbol-simbolnya, sementara pemerintah Arab dan Umat Islam hanya bisa diam dan lemah tidak berdaya.. sungguh buruk apa yang mereka tampakkan dan mereka lakukan.

Al-Isra pasca blokade

Sungguh sama malam ini dengan yang kemarin, dan sejarah selalu berulang dengan sendirinya, hal itu menegaskan adanya harapan terhadap apa yang terjadi saat ini, dan menselaraskannya dengan apa yang dialami oleh Nabi saw sebelum Isra; setelah umat Islam hijrah ke Habsyah suku Quraisy melihat bahwa sahabat Nabi saw telah mendapatkan tempat bernaung dan mendapatkan keamanan dan ketenangan hidup disana.. lalu mereka berkumpul dan melakukan perjanjian untuk melakukan boikot terhadap Bani Hasyim dan Bani Al-Muttalib serta memblokade mereka…lalu blokade kian bertambah keras sehingga mereka (umat Islam) mengalami kepayahan, dan memaksa memakan dedaunan, kertas dan kulit-kulit, dan bahkan sampai terdengar dari balik mereka suara-suara kaum wanita diantara mereka dan anak-anak mereka yang merintih kesakitan karena lapar… dan hal tersebut tidak akan sampai kepada mereka sesuatu apapun kecuali secara rahasia, atau dari balik terowongan dan perbatasan, atau pada saat berada di bulan-bulan haram… dan warga Mekah terus menaikkan harga atas mereka sehingga mereka tidak mampu membelinya, dan kondisi ini terus berlangsung sampai dibatalkan oleh satu kelompok dari warga kafir Mekah, dan ketika mereka hendak memotong lembaran, mereka mendapatkan lembaran tersebut telah dimakan kecuali yang terdapat di dalamnya sebutan (dengan namamu ya Allah), dan sesuatu yang terdapat di dalamnya nama Allah maka tidak dimakannya.

Bukankah berarti hal tersebut seperti yang terjadi saat ini?!

Siapakah penduduk Gaza, khususnya setelah mereka begitu teguh dan tegar berada dihadapan peralatan militer Zionis?!… siapakah bangsa yang berjuang dan berada dalam persatuan di bumi Gaza dihadapan persekongkolan dan konspirasi tingkat dunia dan kelemahan dan kebencian Arab?!

Bahwa blokade atas warga Gaza merupakan tindakan kriminal terbesar ditinjau dari sisi akhlaq dan kemanusiaan, yang terdapat didalamnya peran semua kalangan..bahwa suara wanita-wanita mereka, anak-anak mereka karena kelaparan telah membuat telinga dunia menjadi tuli dan dungu…warga yang menderita sakit dan terluka tidak menemukan hati yang berbelas kasih sehingga mau mengobati lukanya dan meringankan sakitnya…apalagi terhadap pembunuhan yang sama sekali tidak melihat adanya perbedaan, anak-anak, wanita dan orang tua, semuanya menjadi korban, dan yang tersisa adalah kehancuran dan nestapa.

Adapun kehancuran yang menimpa masjid-masjid, rumah-rumah, lembaga-lembaga nasional, lembaga-lembaga sosial dan bantuan (charity), kehancuran pada pertanian dan perkebunan; dengan kasat mata disaksikan oleh seluruh dunia saat peristiwa tersebut terjadi, seperti yang disaksikan oleh para delegasi yang berhasil masuk ke Gaza.

Namun, bukankah yang berusaha meringankan blokade berasal dari Barat, dan banyak dari mereka tidak memeluk agama Islam?! Dan bukankah mereka yang keras melakukan blokade dan terus menutupnya adalah negeri-negeri jiran (tetangga); dan mereka adalah warga Arab dan Muslim?!

Kita tidak mengetahui untuk kemaslahatan siapa mereka melakukan hal tersebut,  ketika ada orang yang ditangkap karena berusaha memberikan kontribusi bantuan makanan dan obat-obatan untuk anak-anak Gaza yang menjadi korban pada perang yang tidak pernah berhenti dan tidak pernah hilang?! … mereka semua telah menerima berbagai permasalahan dan tuduhan, hilang jejak mereka di penjara-penjara dan pada berbagai penangkapan, dan bagi seorang jaksa yang ingin membebaskannya maka akan diajukan untuknya hukum militer; sehingga tidak mendapatkan sedikitpun jaminan keadilan.

Bahwa ini semua hanyalah untuk memenuhi keinginan Zionis dan proposal Amerika di kawasan tersebut; sehingga tidak ada lagi bagi umat ini yang berani menghadapi invasi, kezhaliman dan imperialisme mereka, bahkan hingga Mesir tidak mampu menunjukkan kepemimpinan dan kebesarannya seperti yang pernah dimiliki sebelumnya.

Saya tidak menduga bahwa ada seseorang yang melakukan gerakan pada tanggal 23 Juli atau seseorang yang memiliki sebagian akalnya; memiliki keyakinan apa yang dialami oleh Mesir berupa keterbelakangan, kerusakan dan kelemahan untuk memainkan perannya yang ditunggu-tunggu oleh bangsa-bangsa Arab dan Palestina.

Bersamaan dengan ini kami berharap Allah memberikan kepada kita semua jalan keluar, baik untuk Ikhwan kita di Palestina yang sedang terblokade, atau bangsa Mesir yang sedang mengalami penindasan dan kezhaliman, atau bagi umat Islam yang sedang mengalami tekanan, sebagaimana yang diterima pada suatu negeri dalam bentuk embargo yang keji, sehingga tidak tersisa darinya kecuali kebenaran dan apa yang sampai kepadanya… dan hal tersebut pasti akan terjadi dengan adanya gerakan bangsa yang hidup, jihad umat Islam yang ikhlas di jalan kebenaran, dan adanya dukungan Allah dan janjinya untuk membela kebenaran dan melenyapkan kebatilan, dan hal tersebut bagi Allah sangatlah mudah, dan Allah maha Kuasa atas segala sesuatu.

Kewajiban shalat terjadi pada saat Isra

Bahkan Allah membentangkan kepada kita akan pembelaannya, menyingkap sesuatu yang tersembunyi untuk kita, dan meneguhkan kita di buminya; yang sumbernya harus berasal karena adanya hubungan yang kuat dengan Allah, berjalan di atas jalan yang lurus melalui ibadah yang baik, ketaatan yang sempurna dan permohonan perlindungan dari-Nya, tawakal kepada-Nya, berlepas diri dari yang lainnya, dan hal tersebut tidak akan terwujud terhadap seorang kecuali melalui shalat yang telah diwajibkan Allah pada malam Isra, yang menjadi sarana menuju mi’raj kita kepada Allah sebanyak lima kali dalam sehari semalam, dan shalat juga merupakan sarana penyatuan ke arah kiblat yang satu dan dalam satu shaf yang rapi, dan inilah yang dicintai oleh Allah dalam menghadapi musuh-musuh kita:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (As-Shaff:4)

Kemudian ia juga merupakan salah satu rukun Islam, sebagaimana juga disebutkan bahwa nabi saw bersabda:

الصلاة عماد الدين، من أقامها فقد أقام الدين، ومن هدمها، فقد هدم الدين

“Shalat adalah tiang agama, barangsiapa yang mendirikannya maka ia telah mendirikan agama, dan barangsiapa yang melalaikannya maka ia telah menghancurkan agama”.

Dan Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (Al-Baqarah:153)

Maksudnya adalah mohonlah pertolongan akan urusan dunia dan akhirat kalian dengan kesabaran dan shalat, karena dengan kesabaran kalian akan mampu menggapai keutamaan dan dengan sabar akan mampu terhindar dari keburukan.

Keteguhan kami terhadap permasalahan Palestina

Al-Quds merupakan kota kuno yang dibangun oleh Alibusion lebih dari lima ribu tahun yang lalu, dan disebut “Yerusalem” (kota perdamaian), dan dikelola oleh anak-anak mereka, yang datang dari Jazirah Arab. Walaupun berbagai bangsa telah bertemu atasnya, yang terus diikuti dengan kehadiran orang-orang Arab Kanaan dan Palestina, dan pertemuan dengan mereka akan gelombang suku-suku Arab, dan terus melakukan pembangunan tanpa henti, mereka adalah orang-orang yang telah memberikan identitas Yerusalem menjadi Arab, dan tidak mungkin bersengketa dengan mereka atas hak-hak mereka di dalamnya.

Dan ajakan entitas Zionis penjajah dan presiden Amerika kepada Yahudi sebagai negara Zionis; memberikan kesan adanya penolakan hak untuk kembali warga Palestina ke negeri mereka, bahkan seruan pada pengusiran warga yang tersisa disana.

Sebagaimana surat Netanyahu dan Obama dengan adanya syarat-syarat negara Yahudi untuk mewujudkan perdamaian sebagai bagian yang keluar dari keabsahan suatu negara, menolak adanya berbagai konsensus PBB, khususnya konsensus no 194 tahun 1949 yang keluar dari Dewan Keamanan, yang memutuskan adanya hak kembali bagi para pengungsi ke negeri mereka masing-masing.

Dan lebih dahsyat dari itu bahwa mereka meminta kepada pemerintah Arab untuk mengakui seluruh keinginan mereka walaupun batil, dan menjadikan mereka sebagai alat untuk memasarkan rasisme, menghadirkan peningkatan kehinaan pada jalur tersebut, tergesa-gesa melakukan normalisasi, memaksa warga mereka untuk menerima keputusan tersebut, dan bagi siapa yang tidak mau menerima maka akan menerima konsekwensinya, dan yang paling utama keinginan mereka adalah menghentikan berbagai tuntutan warga yang merupakan bagian dari kehendak Islam dan tidak keluar jalurnya.

- Bahwa Palestina dan Al-Quds adalah bagian dari aqidah umat dan Islam… dan mengabaikan urusan di dalamnya adalah berarti mengabaikan Kitabullah dan peradaban umat dan aqidahnya.

- Bahwa mengalah terhadap salah bagian tuntutan Yahudi atau yang lainnya, sekalipun hanya sekadar pengakuan terhadap berbagai hak selain umat Islam di dalamnya; bukan kepemilikan perseorangan, satu lembaga, satu  negara atau generasi saja.

- Bahwa usaha mengintervensi suatu penguasa selain penguasa Arab dan umat Islam pada kota suci; merupakan bagian dari logika kebenaran, keadilan dan sejarah untuk mematikan cahaya matahari pada siang bolong.

- Bahwa jihad merupakan kewajiban atas seluruh umat Islam untuk mengembalikan hak-haknya; baik muslim Arab dan bukan Arab, karena seluruhnya dituntut untuk melindungi kota suci, terutama dua kiblat pertama dan ketiga masjid haram, tempat Isra nabi saw dan mi’rajnya… hal tersebut telah disepakati oleh mayoritas ulama Islam.

- Sifat Yahudi adalah selalu melanggar perjanjian dan tidak taat terhadap berbagai keputusan; karena mereka tidak memiliki komitmen pada perjanjian dan apa yang dilakukan oleh salah seorang dari  mereka dan dilanggar oleh yang lainnya:

أَوَكُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْدًا نَبَذَهُ فَرِيقٌ مِنْهُمْ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

“Dan Setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman”. (Al-Baqarah:100)

- Bahwa Yahudi selalu berusaha melakukan kerusakan di muka bumi dan memantik api perang, merekalah yang berada di balik berbagai perang yang terjadi di tengah umat manusia di seluruh dunia, dan mereka adalah pangkal kerusakan di muka bumi ini:

كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
“Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan”. (Al-Maidah:64)

Seruan kepada para penguasa Arab dan umat Islam

Wahai para pemuka Arab dan umat islam..

Wahai umat Islam di seluruh pelosok negeri…

Wahai umat yang teguh dan sedang berjihad di Palestina…

Bersatulah kalian, buanglah perbedaan di antara kalian, bertawakallah kepada Allah jika kalian betul-betul beriman, janganlah kalian mau tunduk di hadapan musuh-musuh kalian, karena tidak ada kebaikan yang diharapkan dari mereka.. dan jangan takut dari musuh-musuh kalian..

إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (Ali Imran:175)

أَتَخْشَوْنَهُمْ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Mengapakah kamu takut kepada mereka Padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (At-Taubah:13)

Janganlah kalian takut pada blokade dan terputusnya bantuan (embargo); karena Allah sebaik-baik pemberi rezki, dan Allah memberikan jaminan kepada warga Syam. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ

“Sesungguhnya Allah SWT memberikan wakil untukku kepada kota Syam dan warganya” (Abu Daud)

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang Dia menyaksikannya”. (Qaaf:37)

Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah…

Shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga dan sahabat semuanya…


Naskah Terkait Sebelumnya:


Dipublikasikan pada 31/7/2009 / 9 Shaban 1430 H, dalam rubrik Risalah Mursyid. Anda dapat mengikuti seluruh komentar pada naskah ini melalui RSS 2.0 feed. Anda juga dapat memberi komentar, atau melakukan trackback dari situs Anda. Kirim | Print | Ke atas.

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI

Tulis Komentar


« sebelumnya
sesudahnya »