Jamal Al-Khudhari ketua team Nasional untuk menghadapi blokade di Jalur Gaza menafikan apa yang diberitakan sebagian media tentang kedatangan kapal dari Qatar menuju Jalur Gaza akan sampai hari ini, sabtu, 6-12-2008
Al-khudhari berkata dalam jumpa pers khusus dengan Ikhwanonline.com: “Bahwa kapal telah ditetapkan mulai melaut hari ini, dan diperkirakan akan sampai tujuan esok hari, Ahad, 7-12-2008, karena ada beberapa kendala terkait dengan kesampaiannya dan banyaknya kapal-kapal lain yang masih berlabuh di sana (tepi pantai Gaza).
Beliau juga menegaskan -setelah melakukan hubungan melalui telepon dengan As-sayyid Rasyid Alawi, direktur lembaga sosial Qatar urusan luar negeri- bahwa kapal tersebut merupakan gelombang pertama yang membawa bantuan medis dengan nilai 2 juta dollar.
Dan Al-khudhari juga menjelaskan diantara yang ikut dalam kapal tersebut adalah wakil ketua dewan penasehat lembaga sosial Qatar dan direktur umum As-Sayyid Abdullah An-Ne’mah, ditambah dengan gubernur propinsi Qatar Naser Al-Ka’bi, dan direktur urusan luar negeri Rasyid Alawi dan Hasan Abdurrahim, anggota dewan propinsi.
Ditegaskan pula bahwa para peserta yang ikut dalam kapal tersebut akan berada di Gaza selama iedul Adha, dan akan mengunjungi beberapa proyek sosial yang telah dilakukan negara Qatar pada jalur Gaza.
Para utusan juga akan meninjau efek-efek kehancuran akibat blokade; baik sisi ekonomi dengan melakukan kunjungan pada laboratorium-laboratorium, industri-industri dan melakukan pertemuan dengan para pekerja dan pegawai di sana; dan dari sisi kesehatan, dengan melakukan kunjungan ke berbagai rumah sakit, pusat kesehatan (klinik-klinik), dan berjumpa dengan warga yang menjadi korban akibat blokade, serta melakukan kunjungan pada beberapa rumah yang hancur akibat serangan brutal Zionis Israel.
Pada sisi lain Al-Khudari menegaskan bahwa sampainya arakan kapal perdamaian tersebut bertujuan untuk mengecam blokade Zionis terhadap jalur Gaza yang meningkat akhir-akhir ini, sambil menyeru kepada dunia untuk bertanggung jawab terhadap kondisi yang memilukan ini.
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini.
Maaf, untuk sementara kolom komentar tidak tersedia.