al-ikhwan.net – Kairo, Kader Perempuan Ikhwan turut serta dalam Perayaan Satu Tahun Mengenang Revolusi Damai Mesir, 25 Januari 2012. Mereka bergabung di tengah-tengah Lapangan Tahrir yang merupakan simbol perjuangan rakyat Mesir. Bersama lautan manusia, mereka meneriakkan yel-yel perjuangan, nasyid kebebasan dan lagu-lagu kebangsaan. Tak lupa mereka membawa anak-anak mereka, berikut makanan dan menimun. Jelang malam hari, kembang api warna-warni menghiasi langit-langit Tahrir membuat suasanan semakin meriah.
Acara peringatan ini dimeriahkan oleh berbagai Tim Nasyid, di antaranya Tim An-Nur membawakan opera yang berjudul: “Suara Rakyat”, disusul kemudian oleh Nasyid Revolusi oleh Ahmad Abu Syihab dengan judul “Epik Pembebasan”, begitu juga Tim Nasyid Dhuha yang menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Panggung besar di tengah Tahrir disiapkan panitia untuk orasi, pentas seni, budaya dan pusat koordinasi.
Ada kejadian unik memanfaatkan momentum Revolusi 25 Januari terjadi di Tahrir, yaitu pernikahan pasangan Ir. Ahmad Ali Abdul Qadir dengan Hafshah Husnain dari Propinsi Gharbiyyah. Akad nikah tersebut disaksikan oleh Dr. Abdur Rahman Al-Birr, anggota Maktab Irsyad Ikhwanul Muslimin. Kuduanya berjanji setia untuk bermu’asyarah bil makruf dalam rangka mencari keridha’an Allah swt.
Para hadirin di sekitar Tahrir berulang-ulang mendoakan keduanya agar selalu mendapatkan berkah dari Allah swt., di kala susah dan senang dan menghimpun keduanya dalam kebaikan.
Suasana kebebasan, kebersamaan, dan syukur menyatu dalam perayaan satu tahun usia revolusi Mesir. Tidak hanya di Tahrir, di seluruh penjuru Mesir, semua elemen masyarakat memperingati peristiwa penting sepanjang sejarah perjuangan rakyat Mesir. Semua berjalan aman, damai dan sangat meriah.
Mereka juga meneriakkan tuntutan kelanjutan revolusi, di antaranya menindak tegas pelaku dan otak pembunuhan terhadap para demonstran revolusi, siapa pun orangnya. Tuntutan reformasi birokrasi, membersihkan pemerintahan dan lembaga tinggi negara dari antek-antek rezim Mubarak dan penindakan hukum bagi yang terbukti korupsi.
Lain lagi suasana sidang Anggota DPR Mesir, suasana haru, isak tangis mewarnai jalannya peringatan satu tahun revolusi damai rakyat Mesir. Salah satu anggota dewan, Dr. Akram Asy-Syair:
“Menuntut agar pelaku dan otak dibalik pembunuhan para syuhada revolusi ditindak tegas dengan segera, ini dalam rangka menghormat darah para syuhada’ dan korban tindak represif Rezim Mubrak. Kami tidak meminta ganti rugi dan materi, tapi hak-hak syuhada’ harus dihormati. Tidak boleh ada pengabaian dalam hal ini. Kita bangsa yang menghormati para pahlawan perjuangan.” Anggota dewan yang lain sepakat dengan pernyataan yang disampaikan oleh beliau. [io]
|
| Ke atas.
RSS feed untuk komentar pada naskah ini. TrackBack URI